Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Lapo Tuak, Tempat Orang Batak Menghibur Diri dan Mengasah Skill Debat

Hendra Sinurat oleh Hendra Sinurat
2 Mei 2020
A A
lapo tuak medan batak sumatera utara fungsi sosial ngobrol debat diskusi waerung kopi gelas minum mabuk nyanyi nongkrong sama teman mojok

lapo tuak medan batak sumatera utara fungsi sosial ngobrol debat diskusi waerung kopi gelas minum mabuk nyanyi nongkrong sama teman mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari lalu, jagat jamaah fesbukiyah, khususnya Sumatera Utara, digegerkan dengan viralnya video (dugaan) persekusi disertai pengrusakan yang dilakukan segerombolan orang dari FPI terhadap lapo tuak milik seorang ibu bernama Lamria Manullang di daerah Batangkuis, Deli Serdang. Dugaan persekusi ini bermula dari tidak diindahkannya surat imbauan dari DPC FPI Batangkuis kepada Lamria Manullang agar saat bulan Ramadan tidak berjualan tuak, yang notabene mata pencaharian sehari-hari beliau. Info terakhir, kedua belah-pihak sudah saling memaafkan, meski proses hukum akan berlanjut dan laporan dugaan tindak pidana persekusi ini sudah diproses. Mission materai enam ribu, failed!

Nah, ngomong-ngomong soal lapo tuak, sebagai pemuda Batak sudah barang tentu saya familiar dengannya. Bahkan, tempat tinggal saya bertetangga dengan rumah yang membuka usaha ini. Lapo tuak sendiri adalah sejenis kedai atau warung, layaknya kedai kopi, yang menyediakan minuman khas, yakni tuak yang merupakan minuman beralkohol tradisi Batak yang terbuat dari nira kelapa atau aren yang diambil airnya.

ADVERTISEMENT

Acap kali, dalam persepsi masyarakat secara umum, lapo tuak sendiri kerap dicitrakan negatif, yakni sebagai tempat orang mabuk-mabukan dan arena keributan. Citra yang sebenarnya terlalu tendensius dan parsial. Meski saya bukanlah orang yang rutin pergi ke sana, namun saya beberapa kali tur ke lapo tuak daerah lain untuk minum. Sependek perjalanan saya selama berkunjung ke lapo-lapo tuak ini, tak sekalipun saya temui adanya keributan. Malah, kerap disambut ramah dan saling hormat, padahal tidak saling kenal.

Selain itu, ada beberapa hal unik mengenai lapo tuak. Apa itu? Yuk, mariii!

#1 Lapo Tuak itu “Agora”-nya orang Batak

Pada masa Yunani Klasik, dalam iklim sejuk demokrasinya, ada sebuah tempat untuk pertemuan terbuka yang kesohor disebut dengan Agora. Ini adalah ruang publik yang khas dan merdeka di negara-kota Athena; tempatnya untuk berdebat dan berdiskusi secara terbuka tentang masalah apa saja. Nilai dan semangat yang sama ini kemudian terejawantah dalam bingkai eksisnya lapo tuak. Ya, warung ini tidak tempat minum tuak belaka. Tak melulu soal mabuk-mabukan dan arena keributan. Dia jua tempat berdiskusi, membahas apa saja, baik masalah politik, ekonomi, sosial, nomor undian togel, dan terpenting, memperbincangkan serta menjaga tradisi dan adat di tengah gempuran arus modernitas. Lapo tuak merupakan ruang publik yang dihiasi dengan jalinan keakraban antar-peminum yang bahkan tidak saling kenal, dan justru kerap melahirkan hubungan kekeluargaan tatkala dimulainya martarombo: tradisi menerangkan asal muasal, marga, maupun silsilah di kalangan penutur Batak.

Semangat persamaan juga dibangun, di mana segala strata sosial, atribut, dan jabatan ditanggalkan dan larut dalam satu sematan, yakni parmitu (parminum tuak atau peminum tuak) dan duduk bersama dalam satu meja. Nuansa inklusivitas juga amat kental, di mana saat ini para parmitu bukan lagi sekedar orang-orang Batak, melainkan saudara-saudara dari suku lainnya turut dapat menikmati. Bahkan, bukanlah sesuatu yang mengherankan bila yang membuka usaha lapo tuak hari ini ada dari misalnya suku Jawa, seperti pengalaman saya berkunjung ke daerah perkebunan.

#2 Live music yang senantiasa hadir

Sudah jamak dikenal bila orang Batak itu gudangnya suara dan vokal nyanyinya yang bagus dan enak. Maka, bila ingin mendengar suara vokal khas masyarakat Batak kala bernyanyi, lapo tuak adalah tempahannya. Perpaduan antara tradisi bernyanyi dan lapo tuak itu begitu erat. Bahkan, ada anekdot populer yang sering digemakan di lapo tuak, yakni, “Bila ada seorang Batak yang sendiri di lapo akan main gitar dan nyanyi; bila berdua, main catur; bila bertiga, buat trio nyanyi; dan, bila berempat akan main kartu.”

Dengan diiringi alat musik sederhana, berupa gitar, suling, ditambahi “alat musik” botol Bir Bintang + sendok garpu sebagai alat pukul, maka nikmatnya mendengar curahan rasa dalam balut irama suara yang jernih, apalagi saat trio, begitu mengena dan pakket!

Baca Juga:

Olahan Kecombrang Tidak Cocok untuk Semua Orang, di Lidah Saya Rasanya Aneh

Persaudaraan Orang Batak Itu Kental? Tunggu Dulu, Margamu Apa?

Sembari meneguk tuak di dalam gelas dan menikmati tambul, berupa tempe, telur, tahu, maupun daging babi, suasana mendengar live music jadi terasa semakin syahdu dan turut larut mendendangkan. Belum lagi diberinya kesempatan request lagu sesuka hati dan tanpa sawer itu. Ahhh, tuak + bir!

#3 Di balik eksisnya lapo tuak ada peran sentral “paragat”

Orang-orang sering abai terhadap peran para paragat. Profesi yang sering dianggap sebelah mata. Paragat adalah orang yang mengambil tuak dari pohon aren dan mengolahnya hingga pas takarannya dengan selera. Proses mengambil/menyadap tuak dari pohon aren ini disebut maragat. Profesi paragat ini berbahaya sebab harus menaiki pohon aren yang biasanya menjulang tinggi dan tumbuh subur di pinggir jurang untuk menyadap tuak. Merekalah yang menyediakan tiap tetes tuak dalam gelas. Merekalah penjaga tradisi dan budaya Batak. Bayangkan bila para paragat ini mogok kerja, akan ada kelumpuhan kolektif dalam aktivitas minum tuak di lapo tuak. Bisa ricuh sesuku!

Maka, akhir tahun lalu, untuk menghargai dan mengangkat derajat para paragat, diadakanlah Festival Paragat di Paragat yang diinisiasi oleh anggota DPR RI sekaligus Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. Paragat adalah profesi yang mulia. Respek!

Tentu saja masih ada hal-hal unik lainnya. Namun, sila cari sendiri dengan berkunjung ke lapo tuak terdekat. Lissoi!

BACA JUGA Orang Batak: Stereotip VS Kenyataan yang Sebenarnya dan tulisan Hendra Sinurat lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2020 oleh

Tags: batakFPIlapo tuak
Hendra Sinurat

Hendra Sinurat

Fans Arsenal yang hobi main bola. Saat ini sebagai Pengacara Publik di Perhimpunan Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat Sumatera Utara (BAKUMSU).

ArtikelTerkait

musik haram backST 12 indonesian idol menyanyi konser mojok

Rahasia Dominasi Batak di Indonesian Idol

21 Desember 2020
cuci piring

Nggak Bisa Masak Nggak Masalah, tapi Kalau Nggak Bisa Cuci Piring, Itu Baru Masalah

18 September 2021
orang batak melihat dangdut jawa mojok

Melihat Betapa Suksesnya Dangdut Jawa dari Perspektif Orang Batak

22 September 2021
Olahan Kecombrang Tidak Cocok untuk Semua Orang, di Lidah Saya Rasanya Aneh Mojok.co

Olahan Kecombrang Tidak Cocok untuk Semua Orang, di Lidah Saya Rasanya Aneh

25 Oktober 2025
Membantah Tulisan tentang Hal yang Bisa Bikin Usaha Warung Kelontong Bangkrut terminal mojok.co

Perbedaan Mencolok Warung Kelontong Milik Orang Madura dan Batak

19 Desember 2020
Persaudaraan Orang Batak Itu Kental? Tunggu Dulu, Margamu Apa?

Persaudaraan Orang Batak Itu Kental? Tunggu Dulu, Margamu Apa?

29 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan Mojok.co

Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan

14 Juli 2026
Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026
5 Tanda Warung Bebek Madura yang Sudah Pasti Enak: Makin Sederhana, Makin Enak!

Pedoman Kuliner Warung Bebek Madura, Saya Tuliskan karena Banyak yang Tertipu Tampilan Luarnya

13 Juli 2026
Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat Mojok.co

Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat

10 Juli 2026
3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau Jaklingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu Mojok.co

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau JakLingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu

11 Juli 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

3 Kesalahpahaman Orang Jakarta Saat Melihat Demak: Dikira Membosankan dan Hampir Tenggelam

8 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.