Rahasia Dominasi Batak di Indonesian Idol – Terminal Mojok

Rahasia Dominasi Batak di Indonesian Idol

Artikel

Aditya Mahyudi

Indonesian Idol adalah ajang kompetisi bernyanyi tingkat dunia yang berfokus pada dunia tarik suara. Berbagai kontestan dari seluruh penjuru tanah air rela bersaing untuk memperebutkan gelar juara Indonesian Idol dengan cara menunjukkan bakat vokal terbaiknya di hadapan dewan juri dan penonton. Walaupun sudah tampil percaya diri semaksimal mungkin, mereka sangat khawatir saat mendengar kata sakral khas Indonesian Idol yaitu “Indonesia Memilih” dari mulut host Indonesian Idol. Mereka takut berada di ambang babak eliminasi sehingga kesempatan melaju ke babak selanjutnya jauh lebih sulit. Di tengah perjuangan kerasnya, Indonesian Idol kini sukses menciptakan para talenta baru yang siap meramaikan industri hiburan tanah air.

Selama musim Indonesian Idol berlangsung, kontestan berdarah Batak seakan menuai sorotan publik. Setiap kali menyanyikan semua lagu dari berbagai genre, mereka justru menampilkan suara melodi terindah sepanjang masa dengan volume melengking tinggi bak musik orkestra. Saking merdunya, para juri serta penonton merasa terpukau sama penampilan brilian kontestan berdarah Batak sampai-sampai mereka tak sanggup meneteskan air mata sambil berteriak histeris.

Berkat dianugerahi bakatnya yang luar biasa ini, sebagian kontestan berdarah Batak selalu difavoritkan tampil di babak grand final bahkan salah satu dari mereka diharapkan membawa pulang juara Indonesian Idol tanpa memedulikan judul lagunya. Fakta menariknya, setiap kontestan berdarah Batak mencetak rekor sebagai pemenang terbanyak sepanjang sejarah Indonesian Idol dengan menempatkan tujuh wakilnya mulai dari Joy Tobing hingga Lyodra Ginting. Maka dari itu, kontestan berdarah Batak memang dikenal sebagai gudangnya para penyanyi bersuara emas yang jarang absen mewarnai kompetisi bakat tanah air.

Rahasia nyanyian para kontestan Indonesian Idol berdarah Batak yang selalu merdu di telinga kita sesungguhnya terletak pada kondisi alam di daerah pegunungan Sumatera Utara. Seperti diketahui, mereka terbiasa berlatih otodidak tentang pengucapan olah vokal sebagai bentuk pemanasan dalam mengatur sejauh mana tingkat akulturasi suara apakah nadanya jelek atau lumayan bagus. Di samping itu, mereka juga terkadang berteriak sekencang-kencangnya supaya suaranya terdengar hingga ke ujung dunia. Uniknya, mereka tidak mengalami gejala batuk ataupun gangguan pada pita suara. Kebiasaan rutin mereka tersebut konon sudah terlanjur menjadi unsur bawaannya sejak lahir.

Biar lebih mantap jiwa, sebagian kontestan Indonesian Idol berdarah Batak terbiasa mengonsumsi tuak sejenis minuman beralkohol khas Batak yang bertujuan untuk menghangatkan badan dan mencegah radang tenggorokan. Dengan adanya tuak, mereka semakin bersemangat dalam menyanyikan lagu apapun tanpa rasa kantuk. Jadi kalian jangan heran jika mereka suka mengeluarkan jurus oktaf tinggi pada saat menyanyikan sebuah lagu terutama pada bagian reff-nya. Sungguh luar biasa sekali bukan manfaat tuak bagi penyanyi profesional!

Latihan bernyanyi di Gereja HKBP adalah faktor utama kontestan Indonesian Idol berdarah Batak bisa menampilkan perasaan emosional saat berada di atas panggung. Pada dasarnya, mereka belajar tentang jenis nada balok untuk menentukan irama lagu sampai berakhir sempurna. Apabila cukup mahir, mereka tinggal melantunkan lagu bernuansa pop dengan menggunakan berbagai bahasa Batak di hadapan para jemaat gereja HKBP. Tidak lupa juga mereka ikut menari riang gembira sebagai tanda menyambut keagungan Tuhan. Selain itu, gereja HKBP sukses melahirkan talenta muda seperti Lyodra yang berhasil meraih prestasi sebagai juara Indonesian Idol 2020 berkat penampilan ciamiknya saat membawakan lagu “And I Am Telling You I’m Not Going” dari Jennifer Holliday. Tidak hanya itu, ada juga Judika yang sempat meniti kariernya bernyanyi di gereja lalu berevolusi menjadi penyanyi papan atas yang menaklukkan industri musik tanah air setelah single andalannya berjudul “Bukan Rayuan Gombal” pernah meledak di pasaran selama dekade 2000-an. Prestasi gemilang mereka berdua justru membuktikan bahwa gereja HKBP terkenal sebagai tempat latihan calon penyanyi dari Batak dalam menunjukkan bakat terpendamnya yaitu bernyanyi lagu.

Setelah melihat kedua alasan mengapa kontestan Indonesian Idol berdarah Batak jago bernyanyi, kalian seharusnya membuang anggapan mentah-mentah bahwa orang Batak itu selalu memasang wajah galak apalagi cenderung gampang emosi. Pasalnya, orang Batak lebih mengedepankan etos kerja tinggi untuk mewujudkan cita-citanya setinggi langit. Melalui bernyanyi, mereka merasa tampil percaya diri lewat suaranya yang menggelegar dan serak-serak basah agar mampu menghipnotis semua orang. Daripada iri hati sama kelebihan mereka, alangkah baiknya kalian wajib doakan kontestan Indonesian Idol berdarah Batak agar mereka terus berkarya di industri musik tanah air apapun resikonya. Sesuai dengan kata pepatah Don’t judge a book by its cover” .

BACA JUGA 5 Pelajaran Hidup yang Saya Sadari Setelah Main Gim The Sims dan artikel Aditya Mahyudi lainnya.

Baca Juga:  Mempertanyakan Alasan Santri Suka Ngerokok dan Ngopi
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
10


Komentar

Comments are closed.