Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Derita Jadi Orang Batak di Bantul, Sulit Mencari Rumah Makan Batak yang Cocok di Lidah

Butet RSM oleh Butet RSM
11 November 2023
A A
Derita Jadi Orang Batak di Bantul, Sulit Mencari Rumah Makan Batak yang Cocok di Lidah Mojok.co

Derita Jadi Orang Batak di Bantul, Sulit Mencari Rumah Makan Batak yang Cocok di Lidah (wikipedia)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada dua hal yang akan selalu dicari oleh orang Batak ke mana pun mereka merantau. Pertama, mereka akan mencari kerabat dekat, sesuai amanat dari orang tua mereka di kampung halaman. Ke mana pun orang Batak pergi, pasti mendapat mandat dari tetuanya untuk mencari kerabat, minimal yang semarga. Lalu yang kedua, mereka pasti akan mencari keberadaan rumah makan Batak atau lebih dikenal lapo. 

Di zaman sekarang, perkara mencari kerabat mungkin akan ditunda-tunda. Pasalnya urusan menemukan kerabat akan berujung ke sebuah keterikatan pada komunitas punguan (kumpulan marga). Hal itu kadang terasa melelahkan untuk dijalani oleh generasi muda Batak. Akan tetapi, soal mencari rumah makan Batak atau lapo, tak bisa tidak, harus dilakukan dengan segera. Ada lidah yang perlu dipuaskan dengan andaliman. Dalam hal ini, masakan-masakan dari daerah lain tak akan bisa memuaskan hasrat tersebut.

Lidah yang kecanduan andaliman

Fanatisme lidah orang Batak terhadap kuliner khas Batak membuat sebagian orang Batak tak cukup kaya akan literasi rasa. Tren wisata kuliner boleh saja menjamur, tapi bagi lidah orang Batak, tak ada hidangan yang mampu menandingi nikmatnya sangsang, arsik, babi panggang, ayam gota, sambal teri, hingga sayur ubi tumbuk. Lidah yang sudah candu dengan getar menggelitik dari andaliman akan sulit dipuaskan dengan semangkuk woku, bahkan rica khas Manado. Lidah itu akan tetap berharap bertemu dengan rasa andaliman dalam sepiring hidangan khas Batak.

Sebagai seorang perempuan separuh Batak separuh Jawa, lidah saya rupanya turut terpukau dengan andaliman dalam masakan Batak. Hal ini membuat saya beberapa kali mencoba membuat masakan khas Batak di rumah. Tapi menurut saya, memasak hidangan khas Batak tak semudah memasak woku atau mangut lele. Padahal saat melihat namboru dan opung memasak, sepertinya mereka hanya cemplang-cemplung saja. Ternyata, untuk mendapatkan rasa yang sesuai ekspektasi, tak cukup hanya bermodal belanja andaliman di marketplace dan keberanian cemplang-cemplung. Ada kemampuan khusus yang tak mampu saya tiru.

Untungnya kegagalan saya dalam mencoba resep-resep kuliner Batak tak memisahkan saya dari hidangan khas Batak. Saya punya daftar lapo dan rumah makan Batak Karo penyedia BPK yang bisa jadi andalan. Saat ada kerabat dari Medan yang berkunjung ke rumah, daftar itu membuat saya bisa menjamu kerabat dengan baik. Saya tak akan repot-repot berusaha memasak dan mempermalukan diri sendiri dengan masakan saya yang gagal.

Tantangan orang Batak yang tinggal di Sewon, Bantul

Sayangnya hanya satu. Saya tinggal di Sewon, Bantul. Di kawasan selatan Yogyakarta tidak ada lapo yang oke hingga saat ini. Jadi, untuk bisa menikmati masakan Batak yang sesuai ekspektasi, saya perlu menempuh jarak 16 hingga 25 kilometer ke utara. Jarak tersebut cukup jauh dan lumayan mahal jika harus menggunakan jasa pengiriman makanan online. Saya pun bertanya-tanya, kok bisa tidak ada rumah makan hidangan khas Batak di Yogyakarta bagian selatan. Bahkan bukan hanya di Yogyakarta bagian selatan saja, Wonosari dan Wates juga mengalami nasib yang sama dengan wilayah tempat saya tinggal. Tak ada lapo di wilayah kami.

Lapo dan rumah makan Batak penyedia BPK hanya terpusat di daerah Sleman. Kalaupun ada yang masuk Bantul, itu ada di Banguntapan. Memang Banguntapan masih termasuk Bantul, tapi ia adalah kapanewon yang berbatasan dengan Sleman. Jadi, ya, sama saja, lapo dan rumah makan Batak Karo hanya ada di situ-situ saja.

Meski demikian, saya masih bersyukur, setidaknya hanya butuh waktu 30-45 menit untuk sampai di lapo terdekat. Untungnya saya tak tinggal di Wates atau Wonosari. Alamak, makin jauh saja untuk bisa melahap sepiring nasi lengkap dengan potongan babi panggang, sangsang, sambal hijau, serta ubi tumbuk yang sangat sedap itu.

Baca Juga:

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

Bantul Itu Maju ya, Gaes, Bukan Desa Tertinggal dan Tak Tersentuh Peradaban seperti yang Ada di Pikiran Kalian!

Menanti rumah makan Batak di wilayah selatan Jogja 

Rasa penasaran saya tentang keberadaan lapo membuat saya pernah mengunggah survei tentang rekomendasi restoran Batak di sebuah grup kuliner di Facebook. Saya harus tahu, apakah ada rumah makan Batak baru yang lahir setelah Covid berlalu. Pertanyaan saya membuahkan jawaban yang mengecewakan. Tetap saja tidak ada lapo di Yogyakarta bagian selatan. Kalaupun ada yang agak ke selatan, lokasinya di sekitar jalan Godean itu pun ternyata lapo milik Bang Ucok yang dulu merupakan lapo legend di Yogyakarta.

Saya pikir, tidak adanya lapo karena para pemilik usaha kuliner hidangan khas Batak terlalu takut untuk berinvestasi di daerah selatan Yogyakarta. Mereka lebih memilih mahasiswa yang dominan ngekos di kawasan utara sebagai target marketing. Padahal, di Bantul juga ada kampus sebesar Intitut Seni Indonesia (ISI) Jogja. Jangan lupa juga dengan para perantau senior yang memilih tinggal di kawasan pinggiran selatan Yogyakarta. Saya rasa perlu ada yang mendorong para pengusaha kuliner khas Batak untuk berani berinvestasi di daerah selatan Yogyakarta.

Saya teringat kisah yang terus diceritakan oleh papa saya saat pertama kali menginjakkan kaki di Yogyakarta. Katanya, “Sungguh heran, semua makanan terasa manis. Apalagi yang namanya gudeg. Untung waktu itu ada lesehan Si Ucok yang buka di Malioboro. Kalo nggak ada itu, entah gimana nasib perutku malam itu.”

Sayangnya perantau zaman sekarang tak akan seberuntung papa saya. Mereka tak akan dapat segera menemukan rumah makan Batak jika mereka turun di Terminal Giwangan, Stasiun Tugu, apalagi di NYIA. Saat mereka mengalami sakaw andaliman, mereka harus pergi dulu ke Banguntapan, Timoho, atau Nologaten demi seporsi masakan khas kampung halaman. Saya percaya, bukan hanya saya saja yang sudah menantikan hadirnya lapo di kawasan selatan Yogyakarta. Ah, semoga hari lahirnya lapo di kawasan ini segera tiba.

Penulis: Butet Rachmawati Sailenta Marpaung
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Warung Masakan Babi di Jogja yang Bikin Ngiler Part 2

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 November 2023 oleh

Tags: andalimanBantulbataklapoorang batakrumah makan bataksewon
Butet RSM

Butet RSM

Ibu dari tiga anak, penulis lepas yang tinggal di Bantul. Terbiasa menulis tentang UMKM, pasar, pendidikan alternatif, dan keresahan sosial.

ArtikelTerkait

Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Mau Mencoba Bisnis Angkringan? Sebaiknya Perhatikan 5 Hal Ini

25 Agustus 2021
Berkendara di Jalan Bibis Bantul Mirip Ikut Lava Tour Merapi, Bedanya Nggak Perlu Keluarin Uang Aja

Berkendara di Jalan Bibis Bantul Mirip Ikut Lava Tour Merapi, Bedanya Nggak Perlu Keluarin Uang Aja

17 Maret 2025
Jalan Tambak-Bendo Jogja, Jalan Kecil Penghubung Jogja, Bantul, Sleman yang Bikin Kapok Mojok.co

Jalan Tambak-Bendo Jogja, Jalan Kecil Penghubung Jogja, Bantul, Sleman yang Bikin Kapok

3 Februari 2024
Sanden Bantul, Tempat Terbaik untuk Slow Living Masyarakat Urban Menengah Atas

Sanden Bantul, Tempat Terbaik untuk Slow Living Masyarakat Urban Menengah Atas

8 Oktober 2024
Anak Agensi Iklan di Bantul Masih Bisa Hidup Waras, Nggak Bakal Kena Asam Lambung seperti Anak Agensi Jakarta Mojok.co

Anak Agensi Iklan di Bantul Masih Bisa Hidup Waras, Nggak Bakal Kena Asam Lambung seperti Anak Agensi Jakarta

24 Juli 2025
Membayangkan Sewon Bantul Tanpa ISI Jogja, Cuma Jadi Daerah Antah-berantah Mojok.co

Membayangkan Sewon Bantul Tanpa ISI Jogja, Cuma Jadi Daerah Antah-berantah

19 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.