3 Channel Hiking di YouTube yang Bikin Orang Pengin Naik Gunung – Terminal Mojok

3 Channel Hiking di YouTube yang Bikin Orang Pengin Naik Gunung

Artikel

Aly Reza

Kendati cukup menguras kantong sekaligus energi, melelahkan, serta penuh risiko, tidak bisa dimungkiri, nyatanya hiking menjadi salah satu jenis aktivitas yang digandrungi oleh banyak kalangan. Hal tersebut tentu karena mendaki gunung, dalam banyak titik, terbukti sangat ampuh sebagai sarana pengusir penat dan jenuh karena urusan kerja, kampus, dan lain-lain. Betapa tidak. Ketika kondisi jiwa yang sedang rewel dan unstabil, situasi hati lagi sumpek-sumpeknya, ditambah pikiran yang lagi full mode overthinking, jika disuguhi bentang alam dan lautan awan dari atas gunung, maka dapat membuat jiwa, hati, dan pikiran serasa plong dari beban apa pun yang kita pikul dari bawah.

Belum lagi selama pendakian, kita benar-benar dibuat hiatus total dari kebisingan media sosial; sumber dari segala kesumpekan yang menyerbu kita tanpa ampun. Sebagai gantinya, kita akan berinteraksi dengan orang-orang baru—lebih-lebih yang ramah dan peduli—yang membuat pendakian kita hari itu jadi seru dan menenangkan.

Selain beberapa faktor internal di atas, ada juga beberapa dorongan eksternal yang membuat seseorang akhirnya begitu keranjingan mendaki gunung. Satu di antaranya adalah karena bertebarannya channel-channel hiking di YouTube dengan sajian konten cukup memikat. Di mana menontonnya, seketika membuat kita terprovokasi untuk membuat list gunung yang ingin segera didaki. Tiga dari sekian banyak channel hiking tersebut antara lain:

#1 The Slacker Hiker TV

Ada dua hal pokok yang menjadi daya tarik dari channel ini. Pertama, lha yo jelas karena host-nya, Mbak Uki Wardoyo, manisnya nggak ada obat. Ini nggak bisa dibantah. Apalagi pas Mbak Uki lagi ngomong, logat Jawa medoknya itu loh, renyah banget di telinga. Belum lagi pas senyum. Haduh, awet banget di ingatan. Heuheuheu.

Baca Juga:  Kaderisasi dan Romantisme PMII lewat PBAK

Kedua, secara kualitas konten, The Slacker Hiker TV ini memang mantap jiwa. Konten yang disajikan di sini sifatnya informatif dan edukatif banget lah. Mbak Uki dan tim benar-benar terlihat sangat serius berbagi pengalaman dengan para viewers.

Channel ini merekam informasi penting buat kita jadikan referensi ketika mau naik gunung. Misalnya, jarak tempuh dari pusat kota menuju basecamp gunung yang hendak dituju, biaya registrasi, estimasi waktu pendakian dari basecamp ke pos 1, dari pos 1 ke pos 2, dan seterusnya.

Dalam pendakian, Mbak Uki juga sesekali memberi penjelasan seputar tanda-tanda kecil di jalur-jalur tertentu. Misalnya, kalau di pos ini ada mata air, di pos itu ada warung, atau di pos sana ada pohon besar. Misalnya lagi, jalur ini terjal dan curam, jalur itu landai tapi berdebu, dan lain-lain. Pokoknya detail banget lah. Dengan kesan humble dari Mbak Uki, channel ini terasa semakin istimewa.

Saking niatnya, channel ini juga memberi gambaran rute pendakian dari GPS Track. Alhasil, kita yang menonton bisa tahu persis medan yang bakal kita tempuh kalau naik gunung tersebut kayak gimana. Sehingga, jauh-jauh hari kita bisa prepare fisik dan segala macam biar benar-benar siap dan nggak kaget. Ya bisa dibilang, The Slacker Hiker TV ini merupakan referensi babon buat mendaki gunung.

#2 Dzawin Nur

Setelah cukup mengenali medan dari The Slacker Hiker TV, selanjutnya kita perlu juga nonton konten naik gunungnya Bang Dzawin Nur. Komika yang bisa dibilang sudah malang melintang dalam urusan mendaki gunung.

Baca Juga:  Mengenal Papua Lewat Youtuber Paul Shady

Konsep konten Bang Dzawin ini lebih ke vlog perjalanan. Meski begitu, tetep ada sedikit-sedikit informasi penting yang bisa ditangkap dari perjalanan Bang Dzawin dari satu gunung ke gunung yang lain. Utamanya perihal medan dan rute pendakian.

Kalau soal estimasi waktu, jangan ngambil referensi dari sini deh ya, kalau boleh saya sarankan. Karena Bang Dzawin kayaknya menikmati perjalanan banget. Jadi agak nyantai, nggak punya target pakem waktu. Ibarat pepatah Jawa, “Alon-alon asal kelakon.”

Tapi kayaknya justru inilah nilai plus dari kontennya Bang Dzawin. Dari dia kita bisa mengambil pelajaran bahwa, naik gunung itu bisa jadi perjalanan yang seru dan menyenangkan sekali kalau kita mau menikmati setiap jengkal jalan yang kita tapaki. Nggak ngebet pengin segera sampai puncak. Wong puncaknya juga nggak ke mana-mana kok.

Apalagi pembawaan Bang Dzawin yang heboh, asyik, humble, dan suka nge-jokes (meskipun beberapa terdengar agak cringe) bikin tambah asyik nonton konten-kontennya. Kesan yang timbul tiap kali nonton yaaa seberat apa pun medan yang dilalui, rasa-rasanya tetep bisa dinikmati alih-alih buat dikeluh kesahi.

Terakhir, daya tarik dari konten naik gunungnya Bang Dzawin terletak pada seringnya dia mengangkat seputar mitos dan kisah mistis dari masing-masing gunung yang dia daki. Untuk mitos, kita bisa tahu pantangan apa saja dari gunung mana saja. Buat kisah mistis, ya biar kita lebih hati-hati dan tahu aturan saja, sih. Dan tentunya biar lebih siap kalau nanti kita bakal ngalamin hal-hal mistis seperti yang sering dialami oleh Bang Dzawin sendiri. Yok lah, markicabs! (jargon Bang Dzawin yang artinya mari kita cabuts).

Baca Juga:  'Pemuda Tersesat': Sebuah Harapan dan Alternatif Tontonan Saat Ramadan #TakjilanTerminal30

#3 Atap Negeri Fiersa Besari

Siapa tho, yang nggak kenal dengan nama terang Fiersa Besari. Sudah musisi, penulis buku, pendaki gunung pula.

Konsep kontennya Bung Fiersa itu lebih kayak catatan perjalanan gitu, sih. Hanya saja dalam bentuk visual yang dikasih narasi-narasi puitis dari Bung Fiersa sendiri. Jadi, kita semacam mendengarkan Bung Fiersa bernarasi dan berpuisi, di samping melihat perjalanannya menyusuri bentang alam atap negeri.

Menjadi makin asyik nan menarik karena belakangan bukan hanya monolog dari Bung Fiersa. Tapi juga diselingi dengan obrolan-obrolan renyah antara Bung Fiersa, tim, dan dengan rombongan pendaki lain yang kebetulan berpapasan di jalan. Lain itu, menyimak Atap Negeri Bung Fiersa seolah memberi kesan bahwa gunung adalah tempat yang sangat pas buat relaksasi dan mencari inspirasi.

Dan itu ada benarnya juga, loh. Karena ide tulisan ini juga muncul ketika saya dalam perjalanan turun dari gunung.

BACA JUGA Menulis buat Dapat Honor Itu Nggak Aneh, tapi Realistis! dan tulisan Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
9


Komentar

Comments are closed.