Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Lampu Merah Simpang 5 UNY Samirono Jogja Nggak Guna, Lalu Lintasnya Masih Ruwet

Georgius Cokky Galang Sarendra oleh Georgius Cokky Galang Sarendra
9 Juli 2025
A A
Lampu Merah Simpang 5 UNY Samirono Jogja Nggak Guna, Lalu Lintasnya Masih Ruwet Mojok.co

Lampu Merah Simpang 5 UNY Samirono Jogja Nggak Guna, Lalu Lintasnya Masih Ruwet (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang asli Jogja atau mereka yang kerap melewati Jalan Colombo pasti tidak asing dengan lampu merah simpang 5 UNY Samirono. Lampu merah itu mengatur lalu lintas kendaraan dari Jalan Samirono, Colombo, dan Bougenville. Kehadiran lampu merah ini seharusnya membuat arus lalu lintas semakin tertata, tapi kenyataan tidak demikian. Tetap sama saja. 

Bagi yang belum tahu, lampu merah di simpang 5 Samirono tergolong baru. Melansir berbagai berita, lampu merah itu baru berfungsi pada Januari 2020. Sebanyak 3 lampu APILL difungsikan untuk mengatur kendaraan yang datang dari arah UNY, UGM, dan pertigaan Colombo-Gejayan. Sementara 2 lampu lainnya mengatur kendaraan dari arah Samirono.

ADVERTISEMENT

Lampu lalu lintas dipasang mengingat volume kendaraan di titik itu begitu padat. Diharapkan, penambahan lalu lintas bisa meningkatkan keselamatan, kelancaran, ketertiban, dan mengurangi kecelakaan. Asal tahu saja, simpang 5 UNY Samirono Jogja tidak ada lampu lalu lintasnya. Itu mengapa, titik pertemuan lima jalan itu begitu ruwet, terutama di jam-jam padat. 

Lampu lalu lintas menyala dari 2 arah jalan sekaligus

Sebenarnya niat pemasangan lampu lalu lintas ini baik. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, lampu merah simpang 5 UNY Samirono terasa sia-sia. Sebab, volume kendaraan yang melewati titik itu semakin padat. Selain itu, 2 lampu lalu lintas  simpang 5 UNY Samirono menyala sekaligus. 

Iya kalian tidak salah baca. Di simpang 5 UNY Samirono, dua lampu merah yang terletak berhadapan memberi tanda lampu merah dan lampu hijau secara bersamaan. Misal lampu lalu lintas di sisi utara jalan memberi tanda hijau, lampu lalu lintas sisi selatan juga memberi tanda yang sama. Itu mengapa, lalu lintas masih saja semrawut, terutama di jam-jam padat. 

Sebenarnya konsep 2 lampu merah yang nyala hijaunya bersamaan itu bukan hal baru. Kondisi seperti ini biasanya diterapkan pada persimpangan yang salah satu jalannya bukan termasuk jalan raya dan hanya berupa gang kecil yang jarang dilewati kendaraan. Untuk kasus di lampu merah simpang 5 Samirono pun juga demikian. Di sisi selatan persimpangan, di situ merupakan area Gang Samirono yang termasuk gang kecil.

Akan tetapi, menurut saya, pemerintah atau pihak yang mengelola lampu lalu lintas ini perlu mengkaji sistem ini lagi. Mungkin lampu merah dan hijau yang menyala bersamaan bisa mengatasi kepadatan pada 2020. Namun, hal itu perlu dilihat lagi saat ini. 

Lampu merah simpang 5 UNY Samirono Jogja tidak 24 jam

Lampu lalu lintas di simpang 5 UNY-Samirono nggak aktif 24 jam. Ketika sudah pukul 10 malam, semua lampu lalin di berbagai sisi akan berhenti beroperasi. Setelah itu, warna lampu akan otomatis mengeluarkan nyala kuning yang berkedip sebagai simbol “hati-hati” bagi pengendara yang lewat.

Baca Juga:

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

Sebagai Anak Madura, Saya Cemburu dengan Anak Sumatera yang Tak Perlu Susah Payah Menyembunyikan Identitas

Saya cukup heran aslinya kenapa lampu merah di sini tidak beroperasi 24 jam. Kalau alasannya karena volume kendaraan yang sepi itu buat saya salah besar. Saya berkali-kali melewati persimpangan ini ketika hampir dini hari dan nggak ada sepi-sepinya sama sekali. Arus lalu lintas tetap ramai meskipun tidak seramai saat pagi atau siang.

Ya wajar aja, soalnya lokasi persimpangan ini kan dekat dengan kampus UNY dan melintasi Jalan Colombo yang merupakan jalan ramai, jadi mustahil kalau sepi. Malah kadang simpang 5 UNY Samirono ini bisa jadi macet parah dengan kendaraan meskipun sudah lewat pukul 10 malam.

Contohnya saat turnamen DBL digelar di GOR UNY. Acara ini pasti selalu selesai di malam hari. Itu mengapa, bakal banyak kendaraan keluar dari GOR sehingga bikin macet. Nah, yang lebih parah macetnya itu bisa hingga larut malam sekitar jam 11. Dengan macet yang parah ditambah lampu lalu lintasnya malah off duluan, otomatis arus lalu lintas akan selalu kacau balau.

Intinya, siap-siap mental kalau lewat simpang 5 UNY-Samirono. Saran saya sih lebih baik jangan lewat sini di situasi yang saya sebutkan tadi kalau nggak mau kena apes atau emosi. Tapi, kalau kalian tetap keukeuh ingin merasakan anomali lampu merah Samirono juga boleh saja kok.

Penulis: Georgius Cokky Galang Sarendra
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Tidak Menyesal Berwisata ke Jogja dan Melewatkan Yu Djum sebab Ada Gudeg Underrated Lain yang Nggak Kalah Enak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2025 oleh

Tags: JogjasamironoSimpang 5 UNY SamironoSimpang 5 UNY Samirono JogjaUNY
Georgius Cokky Galang Sarendra

Georgius Cokky Galang Sarendra

Penulis dengan perspektif khas Mas-mas Jawa. Tumbuh besar dengan lagu-lagu Oasis dan drama Manchester United, kini sedang meniti jalan panjang (dan pasti) menuju kesuksesan

ArtikelTerkait

Upah Layak, Tanah Murah, atau Lapangan Pekerjaan: Mana yang Lebih Worth It bagi Pekerja Jogja? Terminal Mojok

Upah Layak, Tanah Murah, atau Lapangan Pekerjaan: Mana yang Lebih Worth It bagi Pekerja Jogja?

1 Desember 2020
Warong Texas 1978: Legenda Nasi Rames Jogja Dekat Kampus Sanata Dharma yang Menyediakan hingga 50 Pilihan Menu

Warong Texas 1978: Legenda Nasi Rames Jogja Dekat Kampus Sanata Dharma yang Menyediakan hingga 50 Pilihan Menu

7 September 2023
Jogja Istimewa, Harga Kosnya Bikin Pusing Kepala harga kos di jogja

Jogja Istimewa, Harga Kosnya Bikin Pusing Kepala

7 Maret 2025
Nggak Semua Perantau di Jogja Doyan Gudeg hingga Sering ke Sarkem! Mojok.co

Nggak Semua Perantau di Jogja Doyan Gudeg dan Sering ke Sarkem!

9 November 2023
Jalan Solo-Jogja, Jalan Paling Monoton dan Bikin Ngantuk

Jalan Solo-Jogja, Jalan Paling Monoton dan Bikin Ngantuk

20 September 2024
Colt Kampus (Kol Kampus), Legenda Penyelamat Mahasiswa UGM Jogja yang Hendak Berangkat Kuliah

Colt Kampus (Kol Kampus), Legenda Penyelamat Mahasiswa UGM Jogja yang Hendak Berangkat Kuliah

8 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

29 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

26 Juni 2026
Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera Mojok.co

Alasan Saya Senang Nonton Film di Bioskop Sendirian, Lebih Fokus dan Bebas Pilih Film Sesuai Selera

28 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.