Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya

Arief Rahman Nur Fadhilah oleh Arief Rahman Nur Fadhilah
12 September 2025
A A
Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya Mojok.co

Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Perilaku saat lampu merah 

Fenomena lain yang tidak kalah membagongkan adalah perilaku pengendara saat lampu merah. Di Surabaya, lampu merah artinya berhenti total. Meskipun ada pengendara yang melewati garis pembatas, setidaknya saat lampu berwarna merah mereka berhenti sepenuhnya. Palingan hanya tampak satu atau dua pengendara motor yang nekat menerobos.

Hal tersebut jauh berbeda di Medan. Alih-alih berhenti total, terlihat banyak pengendara yang hanya memelankan laju kendaraan. Mereka sedikit demi sedikit menerobos jalan secara berjamaah. Mereka tampak tidak segan memotong kendaraan dari arah lain yang lampunya sedang hijau. Malah ada yang tanpa ragu memotong dan menerobos begitu saja tanpa pikir panjang.  Mungkin warna merah diartikan sebagai simbol keberanian di hati mereka. Sehingga makna lampu merah jadi agak nyeleneh disini.

Upaya tertib lalu lintas

Sebetulnya sudah banyak upaya aparat untuk menegakan ketertiban berkendara di jalanan Medan. Polisi dan Dinas Perhubungan selalu disiagakan pada jam-jam sibuk. Siap siaga memberikan tilang kepada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Harapannya, para pelanggar mendapatkan efek jera. 

Rambu lalu lintas pun sudah tidak perlu diragukan kelengkapannya. Satu waktu saya pernah melihat ada sebuah rambu putih bertuliskan “Satu Arah” menempel di tiang-tiang jalanan Medan. Pada tiang jalan tersebut, tertempel juga rambu lalu lintas dilarang masuk dan plang berwarna biru dengan tulisan “Patuhilah Rambu-rambu lalu Lintas”. Sehingga ada tiga rambu dalam satu tiang yang intinya menandakan bahwa jalan tersebut hanya satu arah dan tidak boleh melintas kendaraan dari arah sebaliknya.

Pertanyaannya, apakah ketiga rambu tadi ditaati? Jelas tidak. Sesaat setelah saya selesai membaca keseluruhan rambu itu, terlihat jelas sebuah mobil berwarna putih yang seenaknya masuk ke jalan tersebut berlawanan dari arah seharusnya. Pada titik ini saya bahkan sudah tidak kaget lagi. Malahan muncul rasa penasaran, “Apa lagi yang belum saya lihat?”

Untung saja masih ada hal positif yang dapat saya rasakan sebagai orang Surabaya. Setiap kali berjalan kaki dan harus menyeberang jalan, ternyata tidak terlalu sulit untuk membuat kendaraan yang melintas berhenti sejenak. Nampaknya hak-hak pejalan kaki masih cukup dihargai.

Bagaimanapun juga setiap kota punya aturannya sendiri, termasuk aturan tak tertulis di jalan raya. Dan bagi saya, memahami aturan itu adalah satu-satunya cara agar bisa tetap waras sekaligus bertahan hidup di Medan.

Penulis: Arief Rahman Nur Fadhilah
Edit: Kenia Intan

Baca Juga:

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

BACA JUGA Cerita Orang Malang Merantau ke Semarang, Nggak Cocok dengan Kulinernya dan Berakhir Makan Pecel Lele Hampir Tiap Hari.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 13 September 2025 oleh

Tags: lalu lintaslalu lintas medanlalu lintas surabayaMedanmerantauperantauSurabaya
Arief Rahman Nur Fadhilah

Arief Rahman Nur Fadhilah

Sedang menempuh S2 Psikologi Unair sembari merantau di Medan. Penikmat sunyi yang diam-diam takut ditinggal sendiri

ArtikelTerkait

istilah medan yang dianggap aneh di jawa mojok.co

5 Istilah Medan yang Dianggap Nyeleneh di Jawa

26 Juni 2020
Kota Malang kota pendidikan. (Unsplash.com)

Kota Malang Kalahkan Jogja Sebagai Kota Paling Ideal untuk Kuliah

11 Juli 2022
8 Tempat Makan di Kota Surabaya yang Buka Dini Hari terminal mojok.co

8 Tempat Makan di Kota Surabaya yang Buka Dini Hari

30 Januari 2022
Konsep Alun-Alun Surabaya Itu Menyalahi Kodrat, tapi Justru Paling Relevan di Zaman Sekarang

Konsep Alun-Alun Surabaya Itu Menyalahi Kodrat, tapi Justru Paling Relevan di Zaman Sekarang

20 Oktober 2024
Hal-hal yang Harus Diketahui Calon Perantau sebelum Pindah ke Surabaya agar Tidak Terjebak Ekspektasi

Hal-hal yang Harus Diketahui Calon Perantau sebelum Pindah ke Surabaya agar Tidak Terjebak Ekspektasi

18 Desember 2025
4 Tempat Bersejarah di Surabaya Barat yang Bisa Dikunjungi biar Nggak Melulu ke Mal

4 Tempat Bersejarah di Surabaya Barat yang Bisa Dikunjungi biar Nggak Melulu ke Mal

30 Desember 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh (Unsplash)

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh

16 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Nasib Sidoarjo: Ketika Ibu Kotanya Kalah Tenar Dibanding Kecamatan Krian, Pusat Pemerintahan Kalah Telak Sama Pasar Tradisional

Nasib Sidoarjo: ketika ibu kotanya kalah tenar dibanding Kecamatan Krian, pusat pemerintahan kalah telak sama pasar tradisional

15 Agustus 2026
Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan Terminal

Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.