Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

‘La Casa de Papel’ Versi Korea Sebenarnya Tidak Perlu Dibuat

Iqbal AR oleh Iqbal AR
1 April 2021
A A
la casa de papel korea mojok

la casa de papel korea mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Kabar mengenai “kelanjutan” serial La Casa de Papel akhirnya muncul juga. Bukan mengenai lanjutan musim, tetapi malah akan dibuat versi Korea dari serial ini. Netflix secara resmi sudah mengumumkan siapa-siapa saja yang akan bermain di serial ini. Serial yang akan disutradarai oleh Kim Hong-Sun ini nantinya akan menceritakan perampokan di Semenanjung Korea, dengan plot dan konsep sama seperti La Casa de Papel versi aslinya (ya iya, lah) dan dengan nuansa baru di ceritanya.

Kabar mengenai akan dibuat versi Korea dari serial ini mendapat beberapa respon dari warganet. Ada yang suka, ada juga yang tidak suka dan heran. Mereka yang suka ya sudah, hanya senang dan bilang kalimat klise, “tidak sabar menunggu”. Sementara mereka yang tidak suka, beralasan bahwa buat apa lagi dibuat versi lain. Daripada membuat versi lain, lebih baik melanjutkan ke musim kelima saja. Kita semua masih penasaran, apa yang akan terjadi setelah Alicia Sierra menodongkan pistolnya ke arah Profesor.

ADVERTISEMENT

Kultur seperti ini sebenarnya sudah kerap terjadi di dunia film, di mana satu film atau serial yang sudah sukses, dibuat lagi dengan versi yang berbeda. Beberapa film atau serial seperti Sunny, Miracle In Cell no.7, dan You Are The Apple of My Eye adalah tiga judul yang cukup banyak dibuat versinya di berbagai negara. Ya meskipun kesuksesan versi asli tidak pernah menjamin versi adaptasinya akan sukses juga. Namun, untuk serial La Casa de Papel yang tokoh dan ceritanya sangat kompleks, agak kurang bijak kalau sampai diadaptasi atau dibuat versi yang berbeda.

Sebenarnya, serial ini tidak perlu diadaptasi ke versi mana pun. Bukan apa-apa. karena lebih baik mempertahankan orisinalitas dan kekuatan cerita yang sudah ada. Cerita perampokan Percetakan Uang dan Bank Spanyol yang diprakarsai oleh Profesor (Alvaro Morte) sudah terlalu melekat. Belum lagi bagaimana tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Tokyo tentu sudah terlalu melekat dengan Ursula Corbero, atau Lisbon yang juga melekat dengan Itziar Ituo, dan Rio yang juga sudah melekat dengan Miguel Herran. Membuatnya dengan versi lain dan pemeran lain, ditakutkan akan mengikis kekuatan cerita aslinya.

Lagian, kenapa tidak bikin cerita baru saja, sih, daripada mengadaptasi cerita yang sudah kuat dan melekat? Mungkin itu akan lebih baik, daripada menjanjikan napas dan nuansa baru di ceritanya, yang takutnya malah membuat cerita aslinya tambah buruk. Referensi serial kriminal juga banyak, tinggal cari mana yang cocok atau dikombinasikan saja semuanya. Bikin tandingannya, gitu lho. Ya meskipun jatuhnya gambling, tapi setidaknya ada cerita baru yang segar, lah.

Kalau boleh usul cerita, buat saja cerita perampokan, tapi ini perampoknya kebalikan dari perampok di La Casa de Papel. Bikin cerita perampokan besar, tapi otak perampokan bodoh banget, berbeda dari Profesor yang sangat cerdas, sehingga banyak langkah-langkah yang nyaris membahayakan. Namun, perampok ini selalu luput dari kepungan polisi, yang pada akhirnya berhasil lolos. Satu lagi, jangan ada atribut apa pun dari La Casa de Papel. Kostum dan topengnya dibuat beda saja. Premisnya begitu saja, urusan bagaimana kedalaman ceritanya, ya itu tugas mereka untuk memikirkan, bukan saya.

Tapi, usul hanya akan berakhir sebagai usul. Apa yang saya pikirkan dan utarakan, tentu tidak sejalan dengan apa yang Netflix inginkan (ya iya, lah, siapa saya). Netflix jelas ingin meraup untung sebanyak-banyaknya, dan membuat versi lain dari sebuah serial sukses adalah salah satu caranya. Apakah ini bisnis yang menjanjikan? Oh, tentu saja menjanjikan, apalagi label “Korea” sudah punya daya tarik yang cukup tinggi, terutama untuk sebagian masyarakat Indonesia. Tahu sendiri, kan, apa saja yang ada label Korea pasti punya pasarnya yang cukup besar di Indonesia.

Kita lihat saja nanti, apakah La Casa de Papel versi Korea ini akan berhasil atau tidak. Saya juga penasaran, bagaimana cerita perampokan ini diramu oleh sineas Korea, apakah akan menjadi lebih keren, atau lebih buruk. Namun, kembali lagi seperti yang saya katakan di awal, sebenarnya adaptasi La Casa de Papel ke versi Korea itu tidak perlu.

Baca Juga:

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

Sumber gambar: YouTube 4 Trailer.

BACA JUGA Begini kalau Karakter Money Heist Diambil dari Nama Daerah di Jogja dan tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2021 oleh

Tags: koreala casa de papelnetflix
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

5 Drama Korea Terbaru yang Dijadwalkan Tayang Februari 2023 Terminal Mojok

5 Drama Korea Terbaru yang Dijadwalkan Tayang Februari 2023

25 Januari 2023
review sinopsis serial dark netflix penjelasan explanation panduan menonton mojok.co

4 Panduan Nonton Serial ‘Dark’ Biar Nggak Terpaksa Ngulang dari Awal  

22 Juli 2020
4 Rekomendasi Film Natal di Netflix yang Cocok Ditonton Bersama Keluarga Mojok

4 Rekomendasi Film Natal di Netflix yang Cocok Ditonton Bersama Keluarga

11 Desember 2025
Selain Money Heist Korea, Ini 5 Film dan K-Drama yang Dibintangi Jeon Jong Seo Terminal Mojok

Selain Money Heist Korea, Ini 5 Film dan K-Drama yang Dibintangi Jeon Jong Seo

2 Juli 2022
Membandingkan Netflix, VIU, dan iQIYI untuk Nonton Drama Korea: Mana yang Terbaik? terminal mojok.co

Membandingkan Netflix, VIU, dan iQIYI untuk Nonton Drama Korea: Mana yang Terbaik?

16 Oktober 2020
Mempertegas Identitas Melalui Bahasa dengan Belajar pada Para Tokoh di Drama Korea Vincenzo

Cara Kelihatan Keren di Tongkrongan ala Para Tokoh di Drama Korea ‘Vincenzo’

19 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.