Begini kalau Karakter Money Heist Diambil dari Nama Daerah di Jogja – Terminal Mojok

Begini kalau Karakter Money Heist Diambil dari Nama Daerah di Jogja

Artikel

“Profesor, mBambanglipuro ditangkap polisi. Apa yang selanjutnya harus dilakukan!?”

Mungkin itu kalimat yang keluar jika karakter serial Money Heist diambil dari nama daerah di Jogja. Misi perampokan pun bukan lagi untuk membobol Bank of Spain. Melainkan Bank Indonesia ataupun Bank BPD Senopati.

Ngomong-ngomong, sebelum membahas nama yang pas untuk karakter Money Heist versi Jogja. Alangkah lebih baiknya sedikit saya mengulas terlebih dahulu mengenai serial film ini.

Money Heist atau La Casa De Papel, merupakan sebuah serial drama televisi bertemakan kriminal dari negeri Matador Spanyol. Bagi yang sudah menonton, saya yakin pasti kalian sangat terbawa suasana.

Saya ingat ketika awal season Tokyo diselamatkan oleh Profesor saat ingin dijebak oleh polisi karena ia melakukan tindakan kriminal. Saat itulah Tokyo dibawa untuk bergabung dengan kelompok profesor. Tujuan dibentuk kelompok ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memuluskan jalan profesor mencuri uang dari Badan Percetakan Uang Spanyol.

Ide profesor untuk melakukan perampokan ini tidak datang dengan sendirinya. Profesor terinspirasi dari kisah ayahnya, yang dulu ingin membeli obat tapi tidak memiliki uang.

Ketika tahu alasan ayah profesor merampok, saya pun bertanya dalam hati. Apa benar negara maju seperti spanyol tidak memiliki BPJS?

Misalnya ketika ada BPJS pun, saya yakin ayahnya waktu itu terbebani dengan iurannya. Belum lagi anaknya yang tidak mendapat bantuan dana BOS mungkin. Hal ini tentu menambah beban pikiran ayah profesor sehingga harus melakukan tindakan kriminal seperti itu.

Baca Juga:  Setiap Manusia Pasti Punya Alasan

Daripada panjang lebar, langsung saja saya berikan nama-nama yang sesuai untuk karakter Money Heist versi Jogja. Perlu diingat, karakter dalam serial ini memiliki tujuan, idealisme, dan sifat-sifat yang berbeda. Begitu pun daerah-daerah di Jogja yang memiliki karakteristik tersendiri. Penasaran? Tenang sudah saya buatkan ulasannya.

Wonosari sebagai Tokyo

Tokyo dalam adegan memang terlihat impulsif. Namun, jangan salah bahwa di sisi lain Tokyo pun sangat enerjik. Sifat enerjik tersebut, saya rasa sama dengan mbak-mbak penglaju dari Wonosari-Jogja. Mengapa demikian?

Bayangkan saja ketika mba-mba dari Wonosari dengan sneakers running andalannya harus berjibaku dengan padatnya lalu lintas saat berangkat dan pulang kerja maupun kuliah. Jarak yang jauh pun tidak menjadi penghalang. Mereka seperti tak kenal lelah dengan jarak tempuh yang itu, sesuai dengan sifat Tokyo yang enerjik.

Babarsari sebagai Denver

Berbicara tentang Denver, mungkin yang ada di pikiran kalian adalah seorang anak yang sangat patuh dengan ayahnya, Moscow. Walaupun Denver dan ayahnya sudah malang-melintang di dunia kriminal, ayahnya tetap memanjakan Denver sebagaimana orang tua yang lain.

Hal itu pula yang menjadikan Denver seperti pribadi yang tidak dewasa, labil, bahkan sering bermasalah. Denver pun sering membantah perkataan orang lain. Hal ini lah yang menurut saya jika Babarsari pun sangat cocok dengan karakteristik Denver

Imogiri sebagai Moscow

Imogiri bisa dibilang merupakan salah wilayah yang cukup terkenal di Jogja, sejarah awal tempat ini adalah sebagai makam raja-raja Mataram. Jika menghubungkan dengan Moscow di Money Heist, tokoh ini memiliki karakter yang sangat rendah hati dan bahkan terkesan tidak pernah menyombongkan dirinya.

Baca Juga:  Menelusuri Paket Nasi Dada Ayam Paling Enak di Jogja

Seperti yang saya bahas di atas, sosok Moscow merupakan ayah dari Denver. Walaupun begitu, pada kenyataannya Moscow pun seperti menjadi ayah bagi anggota kelompok lainnya karena sifatnya itu. Imogiri merupakan tempat yang damai, sedamai hati dari karakter Moscow.

Tamansari sebagai Rio

“Lho Mas, Rio kok diibaratkan dengan Tamansari. Emang ada persamaan apa?” Mungkin itu pertanyaan yang timbul dari benak kalian. Jadi begini, Rio merupakan karakter milenial yang turut serta dalam aksi perampokan.

Rio pun bisa dibilang sosok yang paling piawai berurusan dengan yang namannya teknologi. Bahkan Rio lah yang pada awalnya membantu Profesor untuk menyiapkan sarana-prasarana untuk keperluan komunikasi saat perampokan. Rio juga dapat mengakses situs-situs terlarang, yang tidak ada satu orang pun di kelompok itu bisa melakukan hal yang sama.

Jika dihubungkan dengan Tamansari, selain dari segi sejarah, tempat ini kini menjelma menjadi wilayah dengan julukan Kampung Cyber. Orang-orang di sana tidak hanya sekadar melek teknologi tapi juga menguasai skill yang tidak dimiliki orang lain pada umumnya.

Ke depan jika ada suatu masalah yang berhubungan dengan cyber crime mungkin orang-orang Tamansari-lah algojonya.

Temon sebagai Nairobi

Nairobi di Money Heist menurut saya merupakan wanita yang berpikiran paling dewasa dalam kelompok. Memiliki sifat yang ramah, berani, dan tidak suka bertele-tele sudah tertanam di jiwanya. Nairobi pun ramah dan penuh kasih sayang kepada orang lain. Namun, jangan pernah coba-coba membuat masalah dengannya jika tidak ingin sisi gelap dari tokoh ini muncul.

Baca Juga:  Membandingkan Netflix, VIU, dan iQIYI untuk Nonton Drama Korea: Mana yang Terbaik?

Begitu pula dengan Temon, masyarakat di sana sangat ramah. Akan tetapi, jangan pernah ada niatan untuk membuat mereka marah, jika tidak yang terjadi seperti ketika mereka melakukan penolakan terhadap bandara NYIA. Bisa kacau, Bro!

BACA JUGA Menebak Langkah Alicia Sierra setelah Todongan Pistolnya pada Profesor di Episode Terakhir Money Heist dan tulisan Muhammad Ramadhan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.