Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kulit Ayam itu Bukan Cuma Enak, Tapi Enak Banget!

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
13 Agustus 2019
A A
Ketimbang Kulit Ayam, Tulang Rawan Masih Selevel Lebih Enak terminal mojok.co

Ketimbang Kulit Ayam, Tulang Rawan Masih Selevel Lebih Enak terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sewaktu kecil, entah kenapa saya alergi terhadap udang. Bahkan untuk makan kerupuk udang sekali pun. Padahal, yang saya tahu, udang merupakan salah satu menu seafood yang nikmat. Beberapa kali saya memaksakan diri mengonsumsi udang agar terbiasa, beberapa kali pula saya terkena alergi. Tenggorokan gatal, batuk-batuk, sampai dengan muncul bintik merah pada kulit.

Walau berangsur sementara, jelas hal tersebut dirasa mengganggu. Ternyata, soal alergi udang, bukan hanya saya yang mengalami. Beberapa dari teman saya pun kesulitan dan enggan memakan udang karena alasan yang sama. Tapi, hal itu sudah biasa saya temui di lingkungan sekitar sehingga bukan lagi menjadi hal asing.

Yang betul-betul belum saya temui secara langsung adalah seseorang yang tidak menyukai daging ayam. Pikir saya, siapa yang tidak menyukai daging ayam dengan berbagai macam olahannya? Digoreng dengan tepung, dibuat sup, dibuat opor, semuanya terasa enak. Bahkan, dari kepala sampai ceker pasti ada yang menyukai.

Hampir semua anggota tubuh yang dimiliki ayam dapat dikonsumsi, termasuk jeroannya. Siapa yang tidak selera menyantap bubur ayam, lengkap dengan sate usus atau ati ampela? Ada sih, tapi yang saya temui lebih banyak orang yang menyantap sate tersebut bersamaan dengan sarapan bubur.

Dalam mengonsumsi daging ayam, semuanya kembali kepada selera masing-masing. Ada yang lebih memilih dada dengan alasan ukuran dagingnya lebih besar, ada pula yang lebih menyukai kepala dan ceker ayam seperti halnya Ibu saya, sisanya ada yang memilih bagian sayap dan paha.

Untuk bagian sayap dan paha, biasanya memang lebih enak jika dibuat dan dilumuri dengan bumbu yang pedas. Seperti banyak menu di fastfood yang biasa ditemui: chicken fire wings. Rasanya aneh jika diganti dengan dada atau anggota tubuh yang lain. Bisa jadi akan lebih enak atau sebaliknya.

Dan di antara semua anggota tubuh yang dapat dikonsumsi dari seekor ayam, yang paling saya suka adalah kulit ayam. Siapa yang bisa menyangkal cita rasa dari kulit ayam yang digoreng? Mau digoreng begitu saja, pakai tepung agar lebih krispi, sampai dengan dibuat sup pun masih tetap enak.

Tak jarang kulit ayam ini menjadi rebutan. Itu kenapa, jika sedang makan di restoran cepat saji yang menjadikan ayam tepung sebagai menu utama—seperti KFC dan McD—bersama dengan beberapa teman yang usil dan penyuka kulit ayam, saya selalu menyantap kulit ayam lebih dulu agar tidak kecolongan atau direbut. Padahal, dalam situasi normal saya lebih memilih memakan sesuatu yang dirasa nikmat di akhir. Yah, istilah kerennya sih, save the best for the last.

Baca Juga:

3 Dosa Penjual Ayam Geprek yang Membuat Saya Malas Beli Lagi

Mempertanyakan Orang-orang yang Nggak Suka Dada Ayam padahal Bagian Ayam Ini Paling Worth It

Namun, kesenangan saya kadang kala mendapat interupsi dari pasangan, sebab menurutnya kulit ayam merupakan salah satu makanan yang kurang sehat untuk dikonsumsi secara terus menerus dan berkelanjutan. Malah menjadi salah satu penyebab kolesterol meningkat. Karenanya, saya tidak leluasa jika sedang makan kulit ayam dengan pasangan.

Walau saya juga memahami, hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa sayang yang diaplikasikan secara langsung dan perhatian akan kesehatan pasangan. Lagipula, rasa sayang tidak melulu diekspresikan dengan kata, toh? Tahap lanjut dari rasa sayang justru hal tersirat, bukan jalan di tempat dan selalu fokus pada yang tersurat.

Meskipun sudah dilarang sedemikian rupa, biasanya sih saya tetap bandel dan selalu mencuri-curi kesempatan memakan kulit ayam. Tak jarang saya pun memohon kepada pasangan agar dapat memakan kulit ayam yang enaknya tidak dapat diungkapkan dengan sembarang kata. Ya, sebegitunya posesif saya terhadap kulit ayam.

Selain beruntung karena memiliki pasangan yang perhatian dengan kesehatan saya, saya pun diberi anugerah lain oleh Gusti Allah, yakni pasangan yang sama sekali tidak menyukai kulit ayam. Sehingga, saat makan menu ayam di mana pun kulit ayam selalu dihadiahkan kepada saya. Lalu, sudah jelas tidak alasan bagi saya untuk mendustakan beberapa nikmat tersebut.

Jika sedang di rumah pun, saya selalu meminta pasangan untuk tidak membuang kulit ayam yang sedang dikonsumsi. Daripada dibuang dan mubazir, lebih baik disisihkan untuk kemudian saya makan. Saya dapat tahan dengan banyak godaan, tapi tidak dengan kulit ayam. Dan bisa jadi, tiga hal yang dapat mengubah saya sebagai seorang lelaki di kemudian hari di antaranya adalah harta, tahta, dan kulit ayam. (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2022 oleh

Tags: ayam gorengkulit ayammakanan favoritmukbangWisata Kuliner
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Pengalaman Table Manner dan Alasan Restoran Mahal Porsinya Sedikit terminal mojok.co

Kuliner Seleb dan Harga untuk Sebuah Rasa Penasaran

1 Juli 2019
6 Dosa Penjual Gudeg Jogja yang Sulit Dimaafkan Pembeli Mojok.co

6 Dosa Penjual Gudeg Jogja yang Sulit Dimaafkan Pembeli

25 Agustus 2025
tanpa pepsi

Tanpa Pepsi, Memakan Ayam KFC Jadi Serupa Memakan Nasi Goreng Tanpa Kerupuk

25 Oktober 2019
konten mukbang

Alasan Nonton Mukbang: Bukan Hanya Makanannya Tetapi Juga Warnanya

2 September 2019
Otak-otak di Atas Meja Rumah Makan Adalah Ancaman Nyata bagi Pembeli

Otak-otak di Atas Meja Rumah Makan Adalah Ancaman Nyata bagi Pembeli

24 Januari 2024
9 Rekomendasi Ayam Goreng Enak di Jogja terminal mojok

9 Rekomendasi Ayam Goreng Enak di Jogja

27 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

9 Jenis Kucing Pemikat Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing (Unsplash)

9 Jenis Kucing Terbaik yang akan Mendatangkan Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing

7 Maret 2026
Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat Mojok.co

Ampo, Makanan Khas Tuban Nggak Akan Pernah Saya Coba

10 Maret 2026
Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

10 Maret 2026
Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026
Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

Ironi Mahasiswa Madura di UNESA: Kena Roastingan Rasis Dosen Soal Suku, Malah Ditertawakan Mahasiswa Penjilat yang Cari Muka

6 Maret 2026
Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan (Unsplash)

Gudeg Adalah Makanan Khas Jogja Paling Mengecewakan, Mending Makan Mangut Lele atau Bakmi Jawa kalau Pertama Kali Kulineran di Jogja

9 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Susah Kejar Standar Skena Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik
  • Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri
  • Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis
  • Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang
  • Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan
  • Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.