Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kuliah Online S-2 Jungkir Balik? Boleh Coba Kuliah Online S-2 Sambil Ngasuh Anak

Alexander Arie oleh Alexander Arie
20 Juni 2020
A A
kuliah online s-2 bapak-bapak sambil ngasuh anak stay at home father mojok.co pjj pembelajaran jarak jauh

kuliah online s-2 bapak-bapak sambil ngasuh anak stay at home father mojok.co pjj pembelajaran jarak jauh

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai anak S-2 yang lagi jengah betul dengan keruwetan proposal tesis yang nggak lepas dari kelindan idealisme topik yang keren versus realistis supaya nantinya bisa digarap, saya kadang-kadang mencari hiburan dengan membaca Terminal Mojok. Eh, lah, saya kok kemudian membaca tulisan ini.

Lha, kok jadi saya pengen ikutan sambat. Apalagi di bagian akhir tulisan, penulisnya malah nanya, “Apa kabar kuliah online-mu?”

Dari sederet jungkir baliknya penulis artikel tersebut dalam kuliah online S-2 yang dilakoni, saya tentu related dengan beberapa hal. Jam kosong sebagai bom waktu adalah suatu kebenaran sebab penggantinya tentu akan mengisi sela-sela jadwal yang sudah padat. Tumpukan tugasnya juga ya kurang lebih sama, demikian pula dengan masalah kesehatan karena kurang tidur.

Hanya saja, coba deh, segala jungkir balik itu ditambahkan satu parameter saja: ngasuh anak. Semakin mantap tentu saja.

Saya cerita dulu ya. Saya ini sudah bapak-bapak dengan satu anak berusia hampir 3 tahun. Istri saya kerja di Rumah Sakit sehingga dia bukan work from home selama masa pandemi ini, tapi work from hospital.

Dalam masa normal, anak saya biasa berada di daycare. Iya, tempat berkumpulnya belasan anak dalam satu tempat dan cukup identik dengan estafet pilek tiada akhir. Yha, kalau pilek mah masih bisa dikendalikan. Masalahnya sekarang yang ditakutkan itu SARS-CoV-2 dengan tingkat keparahan yang belum banyak diketahui tapi sudah jelas-jelas ada banyak korban meninggal sedunia.

Kebetulan orang tua lain di daycare-nya juga WFH, jadilah itu daycare cuti massal seluruh member-nya. Berhubung tadi emaknya berangkat kerja, maka otomatis anak batita ini diasuh bapaknya yang sedang ikut pembelajaran jarak jauh (PJJ) alias kuliah online.

Kalau mau dibilang ribet dan harus ada banyak yang dikeluhkan, sebenarnya bisa saja. Akan tetapi, saya mencoba melihat peristiwa ini dari sisi yang berbeda saja supaya nggak kebanyakan sambat.

Baca Juga:

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

Kuliah di UT Adalah Bentuk Bertahan Paling Tangguh, Kok Bisa?

Kalau kelak saya lulus S-2 (amin!), maka yang terjadi bulan-bulan ini akan menjadi kisah yang selalu bisa dikenang sepanjang zaman. Di sisi lain, saya jadi bisa mengikuti tumbuh kembang anak. Sebagai gambaran, sebelum kuliah S-2, pekerjaan saya sering kali mengharuskan diri untuk pergi ke luar kota dalam waktu 3-7 hari.

Saat anak saya menikmati MPASI untuk pertama kali, bapaknya sedang terdampar di bandara Manado, kena delay 6 jam. Kala anak saya bisa buka kemasan dan lantas makan balsem bayi, saya lagi di Denpasar. Ketika anak saya akhirnya bisa jalan di usianya 14 bulan, saya tengah berada di Palu. Jadi, saya anggap saja momen-momen ketika dia mulai bisa bercerita, “Pada suatu hari…,” atau jatuh dari sepeda untuk pertama kalinya adalah garis Tuhan sebagai pengganti ketiadaan saya di awal-awal milestones-nya.

Secara umum, kuliah online S-2 sambil jaga anak itu menyenangkan sekalius menegangkan.

Tugas banyak? Tentu saja. Saat tulisan ini dibuat, saya barusan menyelesaikan 2 tugas sebagai Ujian Akhir Semester (UAS) dan masih utang proposal tesis serta beberapa tugas lainnya yang akan jatuh tempo dalam sepekan ke depan.

Ketika saya nangkring di depan laptop demi tugas-tugas yang menyerang, tidak jarang anak saya justru ngganduli sambil bilang, “Papa turun, jangan kuliah!” Sering terjadi juga, saya ngetik 1-2 paragraf, balik badan nyuapin, ngetik lagi, nyuapin lagi, demikian sampai kelar. Oya hal itu jadi lucu ketika kemudian dia lantas mengambil laptop saya yang sudah modar—dan memang saya serahkan kepadanya sebagai mainan—kemudian ikutan ngetik sambil bilang, “Eto kuliah….”

Belum lagi ya namanya baca jurnal yang pada umumnya boso enggres itu bagi saya yang TOEFL-nya 700 3 kali tes tentu butuh fokus-kus-kus. Tentu saja fokus itu hanya bisa diperoleh kala anak saya tidur atau fokus dalam asuhan “orang lain”.

Sejauh ini, anak saya cukup tenang dalam asuhan Om Blippi dan Daddy Pig. Sila cek YouTube saja pada akun Blippi dan Peppa Pig. Supaya nggak di nonton di gagdet, video YouTube disetel di televisi. Dan itu berarti…

Yak, betul! Penggunaan kuota internet yang sangat masif. Sebulan bisa lebih dari 100 GB. Dan ya sudahlah. Toh memang begini jalannya.

Lepas dari berbagai masalah itu, kisah paling pelik sebenarnya terjadi ketika sedang presentasi.

Suatu saat, saya sedang presentasi via Google Meet, terus tiba-tiba headset saya ditarik sambil si bocah meraung-raung soalnya kesadarannya belum prima karena baru bangun. Presentasi yang digarap sampai tengah malam pun jadi sedikit tersendat. Entah ngaruh ke nilainya apa tidak, saya nggak tahu soalnya nilainya kan belum kelar. Semoga saja nggak.

Pada momen lain, saat juga tengah presentasi, anak saya copot celana karena mau pipis. Atau terakhir ketika saya presentasi proposal tesis, eh si bocah teriak-teriak “Anjing… anjing…” karena melihat anjing di depan rumah sampai di-notice dosennya.

“Eh itu siapa yang anjing?”

Oya, semua kegiatan kuliah dan ngasuh anak tadi tentu saja berkelindan dengan tugas rumah tangga seperti ngepel, cuci piring, cuci baju, jemur, sampai kadang-kadang ya nyetrika juga. Model begini mah nggak kebayang sama sekali waktu saya dalam usia 26 tahun masih rebahan di kamar dalam kondisi jomblo menahun dan berkerak.

Jadi kalau ditanya bagaimana kuliah online S-2 saya? Tentu saja jawabannya adalah seru sekali~

BACA JUGA Perdebatan Soal Working Mom yang Masih Itu-Itu Saja 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2020 oleh

Tags: Anakkuliah onlinewfh
Alexander Arie

Alexander Arie

Seorang bapak anak satu yang setia menjalani peran sebagai umbi-umbian biasa. Beruntung sempat masuk rombongan terakhir penerima Satya Lancana Karya Satya

ArtikelTerkait

Figur Publik Juga Manusia, Apa Salahnya Melindungi Privasi Keluarga?

Figur Publik Juga Manusia, Apa Salahnya Melindungi Privasi Keluarga?

15 Januari 2023
Wahai Bapak Ibu Dosen, Kenapa Sering Sekali Mengganti Jam Kuliah Online Sih? terminal mojok.co

Bapak dan Ibu Dosen, Anjuran Kampus Itu Kuliah Online Bukan Ngasih Tugas

27 Maret 2020
pasangan yang belum dikaruniai anak

3 Kalimat yang Tidak Boleh Diucapkan kepada Pasutri yang Belum Dikaruniai Anak

23 September 2021
anakku

Untukmu, Anakku di Masa Depan

26 Juni 2019
mitos jawa anak sesajen mojok

Saya Nggak Akan Pernah Percaya Mitos Jawa, Karena Nggak Ada yang Masuk Akal

10 Juli 2020
Pamekasan Madura Katanya Kabupaten Layak Anak, tapi Taman Bermainnya Nggak Ramah Anak karena Diisi Muda-mudi Mesum

Pamekasan Madura Katanya Kabupaten Layak Anak, tapi Taman Bermainnya Nggak Ramah Anak karena Diisi Muda-mudi Mesum

7 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta (Unsplash)

Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta

30 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun
  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.