Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pamekasan Madura Katanya Kabupaten Layak Anak, tapi Taman Bermainnya Nggak Ramah Anak karena Diisi Muda-mudi Mesum

Aniza oleh Aniza
7 Februari 2024
A A
Pamekasan Madura Katanya Kabupaten Layak Anak, tapi Taman Bermainnya Nggak Ramah Anak karena Diisi Muda-mudi Mesum

Pamekasan Madura Katanya Kabupaten Layak Anak, tapi Taman Bermainnya Nggak Ramah Anak karena Diisi Muda-mudi Mesum (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah hampir dua tahun ini saya dan keluarga pindah domisili dan menetap di Kabupaten Pamekasan Madura. Kabupaten kecil di tengah Pulau Madura ini kata sebagian orang sih nggak ndeso-ndeso amat macam Bangkalan atau Sampang. Memang jika dibandingkan, Pamekasan termasuk modern dan ramai dengan banyaknya fasilitas umum seperti bank, sekolah, tempat belanja, dll. Sehingga saya kira, seorang introvert seperti saya nggak akan terlalu kesulitan untuk beradaptasi ketika harus mengikuti kemauan suami yang ingin kembali ke kota kelahirannya itu.

Akan tetapi nyatanya, sampai dua tahun ini, saya menyadari banyak yang berubah dari diri saya. Saya yang nggak banyak nuntut ini—setidaknya kata suami—tiba-tiba jadi sering ngoceh dan nyinyir. Ada saja yang bikin saya nggak bisa diam, terutama ketika harus berurusan dengan berbagai fasilitas di Pamekasan Madura.

ADVERTISEMENT

Tapi ada satu hal yang paling bikin saya nggak habis pikir sampai mengelus dada. Pamekasan Madura ternyata nggak bagus-bagus amat buat anak. Biar saya perjelas. Maksud saya, Pamekasan ternyata nggak ramah anak. Saya yang punya 3 anak kecil ini sering kali mengeluh kenapa susah sekali “menyenangkan” anak di sini.

Nggak ada taman bermain untuk anak-anak yang aman dan nyaman di Pamekasan Madura

Selama berada di Pamekasan, rasanya susah sekali menemukan tempat yang cocok untuk anak-anak bebas bermain dengan aman dan nyaman. Kalau saya boleh ngomong, minimal harusnya ada taman bermain yang dikhususkan untuk anak-anak dengan fasilitas permainan anak yang aman dan bervariasi. Minimal, lho.

Maka saya bingung ketika beberapa tahun lalu, tepatnya pada tahun 2019 dan 2021, Pamekasan dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Pratama oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa). Salah satu penilaian dalam program Kabupaten Layak Anak ini adalah adanya unsur taman bermain RAMAH anak.

Yaaa, namanya taman bermain memang buat anak-anak, tapi nggak semua taman bermain RAMAH anak, kan?

Parahnya, Pamekasan Madura ternyata cuma punya satu taman bermain yang disebut paling representatif untuk dijadikan taman bermain ramah anak hingga akhirnya lolos menjadi Kabupaten Layak Anak Pratama pada tahun 2019 dan 2021 tersebut. Lokasi taman itu berada di tengah kota, tepatnya di Taman Monumen Arek Lancor Pamekasan yang isinya cuma penuh sama ayunan.

Taman Monumen Arek Lancor, taman bermain anak yang malah jadi tempat mesum muda-mudi

Sudah cuma punya satu taman bermain yang katanya representatif, kondisinya pun makin bikin kecewa karena nyatanya anak-anak nggak bisa bebas bermain di situ. Bukannya penuh dengan anak-anak dan keceriaannya, taman bermain Arek Lancor ini justru beralih fungsi jadi taman muda-mudi.

Baca Juga:

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

Desa Jangkar Bangkalan: desa paling anomali di Madura saat musim kemarau, tapi bikin desa lain cemburu

Kalau boleh saya bilang, muda-mudi nggak punya otak ini memang kelewatan. Jelas terpampang plang tata tertib taman bermain di sana. Font-nya pun besar, jelas, dan tebal, sehingga bisa dibaca dari jarak 2 meteran. Jelas, taman bermain ini diperuntukkan bagi anak-anak kisaran usia 3-6 tahun.

Namun kenyataannya, anak-anak justru sering kali harus mengalah ketika tahu semua ayunan di sana sudah diduduki beberapa pasangan muda-mudi yang sedang memadu kasih. Seringnya tempat ini ramai muda-mudi di jam-jam santai seperti sore atau malam hari. Entah nggak bisa baca atau memang nggak mau baca plang tata tertib, para muda-mudi ini seperti nggak merasa bersalah sedikit pun meski ada anak kecil yang berdiri di samping ayunan penuh harap.

Saya pernah mengalaminya, ketika anak-anak saya merasa sedih karena nggak ada satu pun mainan yang bisa mereka gunakan. “Sudah dipakai orang besar semua,” kata si sulung semakin menyulut emosi saya.

Lebih parahnya, para muda-mudi yang nongkrong ini nggak malu-malu untuk sekadar merokok, berpelukan, duduk dempet-dempetan, bahkan tak jarang saling memangku kaki satu sama lain. Akhirnya ayunan-ayunan di taman Arek Lancor Pamekasan Madura itu pun patah di beberapa bagian. Mungkin karena kelebihan beban muatan (dan juga mungkin… beban dosa).

Aih, inikah yang namanya taman bermain ramah anak? Representatif dan menjamin kebebasan anak-anak mendapatkan haknya untuk bermain?

Mengalah dan mencari alternatif hiburan lain untuk anak

Kalau sudah begitu, biasanya saya dan suami nggak punya cara lain selain mengalah dan pulang atau membeli camilan di pinggir jalan untuk menghibur anak-anak. Sebab, mau main odong-odong di pojok barat taman Arek Lancor pun rasanya sia-sia. Semua wahana di sana tarifnya lumayan mahal untuk sekadar main.

Odong-odong, bermain pancing ikan, melukis kartun, atau wahana trampolin rata-rata mematok tarif Rp10 ribu per anak. Itu pun hanya bisa bermain dengan batas waktu.

Bayangkan jika 3 anak saya bermain 3 wahana saja, itu artinya kami harus mengeluarkan uang sekitar Rp90 ribu dalam satu malam. Lebih mahal dari harga beras premium Alfamart kemasan 5 kilogram.

Padahal di kota-kota lain, tarif wahana bermain kaki lima seperti ini biasanya cuma Rp5 ribu. Itu pun bebas main sampai bosan tanpa batas waktu. Kadang ada juga yang masih dapat hadiah balon.

Gimana dengan indoor playground di Pamekasan Madura? Ada, sih, tapi tiket masuknya nggak kalah mahal. Kami harus membayar Rp35 ribu untuk satu anak bermain selama 2 jam. Itu pun permainannya nggak terlalu lengkap.

Playground ini biasanya kami jadikan reward untuk anak-anak ketika mereka bisa mencapai sesuatu. Jelas nggak bisa dijadikan referensi tempat bermain anak setiap hari atau kapan pun saat diinginkan.

Jadi, kalau kalian sekeluarga kebetulan berkunjung ke Monumen Arek Lancor Pamekasan Madura atau pengin main di taman bermainnya, saran saya mending datang pagi-pagi atau sore hari. Kalau nggak, siap-siap saja melihat sinetron kisah kasih muda-mudi yang nggak malu dan nggak tahu malu di taman bermain yang katanya ramah anak itu.

Penulis: Aniza
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Madura Tertinggal, ketika Jawa Timur Maju Pesat Menjadi Alasan Kuat Madura Justru Harus Jadi Provinsi Sendiri.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: Anakmaduramainan anakMonumen Arek Lancor PamekasanPamekasanpermainan anak-anakPulau Madurataman bermaintempat bermain anak
Aniza

Aniza

Katanya pendiam, tapi aslinya suka nyinyir nyindir lewat tulisan.

ArtikelTerkait

In This Economy, Bekerja di Warung Madura jadi Pilihan Paling Bijak bagi Masyarakat Sumenep

In This Economy, Bekerja di Warung Madura jadi Pilihan Paling Bijak bagi Masyarakat Sumenep

22 Januari 2026
baca buku orang tua anak minat baca mojok

Bertobatlah wahai Orang Tua yang Tidak Suka Baca Buku tapi Menuntut Anaknya Suka Baca

14 Oktober 2020
Membela Boger Bojinov yang Dihujat: Teruslah Bergoyang, agar Dunia Tetap Seimbang

Membela Boger Bojinov yang Dihujat: Teruslah Bergoyang, agar Dunia Tetap Seimbang

26 Mei 2023
4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu Mojok.co

4 Hal Menyebalkan yang Membuat Ibu-ibu Kapok Pergi ke Posyandu

9 April 2025
Bukan Orang Madura, Jembatan Suramadu Lebih Layak Dijadikan Kambing Hitam Atas Kemarahan Orang Surabaya

Bukan Orang Madura, Jembatan Suramadu Lebih Layak Dijadikan Kambing Hitam Atas Kemarahan Orang Surabaya

8 Oktober 2024
Panduan Memberi Nama Anak yang Baik dan Benar

Panduan Memberi Nama Anak yang Baik dan Benar

29 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fans Ronaldo nangis melihat Messi real GOAT di final Piala Dunia (Unsplash)

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

18 Juli 2026
Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026
Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

19 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026
Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua (Mojok.co/Aly Reza)

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua

17 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.