Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Jeritan Petani Sumenep: Krisis Benih Tanaman yang Mengancam Kelangsungan Ekosistem Pertanian

Akbar Mawlana oleh Akbar Mawlana
25 Juli 2023
A A
Jeritan Petani Sumenep: Krisis Benih Tanaman yang Mengancam Kelangsungan Ekosistem Pertanian

Jeritan Petani Sumenep: Krisis Benih Tanaman yang Mengancam Kelangsungan Ekosistem Pertanian (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sumenep, sebagai bagian dari Madura, memiliki kondisi tanah yang gersang dan tidak subur. Meski begitu, bukan berarti tidak ada aktivitas pertanian. Masyarakat Sumenep, terutama di desa, masih melakukan kegiatan bertani, kendati hasil panennya tidak seproduktif dengan pertanian di Jawa. Kata keluarga saya yang di Jawa, dalam setahun bisa panen 4-6 kali. Sedangkan, di Sumenep hanya bisa panen 2-3 kali dalam setahun. 

Meski hasil panennya tidak banyak, tapi petani Sumenep tetap bertani karena leluhurnya mengajarkan untuk tidak lupa dengan asal muasalnya. Mengingat nenek moyangnya selain hidup dari melaut, juga hidup dari bertani. 

Namun, sekarang petani Sumenep mulai enggan bertani. Bukan karena mereka mau melupakan asal muasal nenek moyangnya. Melainkan, sekarang petani mulai mengalami kesulitan untuk bertani.  

Nenek saya yang masih aktif bertani, bercerita kalau petani Sumenep kesulitan untuk mendapatkan benih tanaman. Padahal, dulu untuk mendapatkan benih tanaman bukan perkara yang sulit. Mencari ke pasar, sudah banyak orang yang menjual benih tanaman. 

Krisis benih tanaman di Sumenep

Entah mengapa, justru sekarang petani sulit untuk memperoleh benih tanaman. Dalam hal ini, petani melihat ada permainan politik di belakangnya. Kok bisa? Karena kesulitan petani mendapatkan benih tanaman di pasar, justru tersedia di kelompok tani. 

Meski tersedia di kelompok tani, itu pun tidak semua petani bisa mendapatkan benih tanaman. Hanya petani yang sudah terdaftar dan menyelesaikan urusan administrasi yang bisa mendapatkan benih tanaman.

Sebenarnya, kesulitan petani Sumenep mendapatkan benih tanaman juga sering terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, 2023 menjadi klimaksnya. 

Dengan kesulitan dan kerumitan mendapatkan benih tanaman, sampai-sampai tetangga yang jadi petani bergumam, “Kayaknya, pemerintah mau mematikan kehadiran petani dengan perlahan.” Asumsi mereka sederhana, kalau petani sulit mendapatkan benih tanaman, maka akan mencari pekerjaan lain. Ketika mendapatkan pekerjaan lain, kemudian akan berhenti menjadi petani.

Baca Juga:

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

Dampak krisis benih yang tak main-main

Kesulitan petani mendapatkan benih tanaman, berdampak pada ekosistem pertanian lainnya. Sekarang, petani Sumenep sulit mendapatkan tukang nyaka’(membajak sawah) dan tukang ngonor (tukang mengairi). Padahal, dulu mencari tukang saka’ dan tukang ngonor merupakan perkara yang mudah. Meskipun mencari dengan waktu mendadak, masih bisa memperolehnya.

Berbanding terbalik dengan sekarang. Mencari dalam waktu satu bulan, belum tentu bisa memperolehnya. Sebab, tukang nyaka’ dan tukang ngonor sudah berkurang jumlahnya. Alasannya, banyak petani yang sudah mulai enggan bercocok tanam. Dengan begitu, tukang nyaka’ dan tukang ngonor juga mulai beralih profesi, seperti tukang bangunan. Mereka sadar bahwa ada keluarga yang perlu dihidupi. 

Jadi tidak mengherankan kalau petani Sumenep kesulitan mendapatkan tukang nyaka’ dan tukang ngonor. Sekalipun dapat, harga bayarannya mahal. Pengakuan nenek saya, harga bayaran tukang ngonor dan tukang nyaka’ adalah 125 ribu per hari. Dan biasanya untuk nyaka’ dan ngonor butuh waktu paling sebentar dua hari. Kalau dikalkulasikan, biaya pengeluaran petani adalah 500 ribu untuk membayar tukang nyaka’ dan tukang ngonor. 

Harga yang terbilang mahal bagi petani, tapi harus dilakukan untuk keberhasilan bertaninya. Belum lagi biaya untuk membeli obat hama dan pestisida. Yang kalau dihitung bisa menghabiskan sekitar 300 ribu. Masih belum ongkos orang yang menyemprotnya, biaya bayarannya adalah 125 ribu per hari. Masih belum terhitung biaya pengeluaran waktu panen. Biasanya menghabiskan biaya sebesar 400 sampai 800 ribu untuk membayar tukang panen. 

Biaya besar, tak sebanding dengan pemasukan

Ironisnya, dengan banyaknya biaya pengeluaran dan usaha keras yang harus dikeluarkan oleh petani saat bertani, tidak sebanding pada waktu penjualan hasil panen. Sebab, petani Sumenep kesulitan untuk mendapatkan tengkulak yang mau menampung hasil panennya. Belum lagi harga jualnya yang murah, berkisar empat ribu sampai tujuh ribu per kilogramnya. Harga jual yang terbilang kecil dibandingkan dengan biaya pengeluarannya. 

Dengan berbagai kesulitan yang dialami oleh petani Sumenep, menjadi wajar jika mereka menjerit perihal susahnya hidup dari bertani. Maka, apakah pemerintah hanya akan diam melihat jeritan petani Sumenep? Besar harapan saya, pemerintah mampu memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi petani Sumenep saat ini. Semoga saja. 

Penulis: Akbar Mawlana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jangan Heran, Orang Madura Memang Harus Demo Apalagi Menyangkut Harga Tembakau

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2023 oleh

Tags: benih tanamankrisismaduraPetanisumenep
Akbar Mawlana

Akbar Mawlana

Alumni S1 Sosiologi dan sekarang menjadi pegiat literasi. Suka menulis isu sosial.

ArtikelTerkait

Cuma Tradisi Toron yang Bikin Orang Madura Rela Meliburkan Warung dan Usaha Lainnya Mojok.co

Cuma Tradisi Toron yang Bikin Orang Madura Rela Meliburkan Warung dan Usaha Lainnya

19 Juni 2024
Universitas Trunojoyo Madura Memang Banyak Kekurangan, tapi Tetap Jadi Pilihan karena Murah Mojok.co

Universitas Trunojoyo Madura Memang Banyak Kekurangan, tapi Tetap Jadi Pilihan karena Murah

22 Februari 2024
Madura Tidak Akan Muncul sebagai Kandidat Ibu Kota Jawa Timur, Dilirik Saja Tidak toko buku

Madura Tidak Akan Muncul sebagai Kandidat Ibu Kota Jawa Timur, Dilirik Saja Tidak

6 April 2023
Saya Tidak Pernah Menyesal Terlahir di Madura yang Punya Citra Buruk Mojok.co

Saya Tidak Pernah Memilih Lahir di Madura, tapi Kenapa Saya Terus-terusan Dihina? Apakah Salah Jadi Orang Madura?

11 Agustus 2025
Sisi Gelap Tahlilan di Pelosok Desa Bangkalan Madura: Ketika Kematian Jadi Ajang Pamer

Sisi Gelap Tahlilan di Pelosok Desa Bangkalan Madura: Ketika Kematian Jadi Ajang Pamer

29 Januari 2024
Meluruskan Pandangan tentang Carok: Sisi Humanis di Balik Tindakan yang Dianggap Sadis madura

Tak Ada Lagi Carok di Madura, Kalau Ada yang Bilang Masih Ada, Itu Jelas Bohong!

16 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.