Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Kuliah di Mesir Memang Prestisius, tapi Nggak Semua Orang Indonesia akan Cocok Hidup di Sana

Muhammad Iqbal Fawwazi oleh Muhammad Iqbal Fawwazi
10 Februari 2025
A A
Kuliah di Mesir Memang Menarik, tapi Nggak Semua Orang Indonesia akan Cocok Hidup di Sana Mojok.co

Kuliah di Mesir Memang Menarik, tapi Nggak Semua Orang Indonesia akan Cocok Hidup di Sana (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Melanjutkan pendidikan ke luar negeri menjadi mimpi banyak orang. Apalagi perguruan tinggi yang dituju begitu prestisius dan termahsyur di masyarakat. Sebut saja Universitas Al-Azhar di Mesir, siapa yang tidak tertarik menempuh pendidikan di tempat Gus Dur dan Quraish Shihab pernah belajar ini? Nggak heran kalau jumlah mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di universitas ini bisa mencapai sekitar 13.000 orang. Dan, saya adalah salah satunya. 

Sebagai salah satu mahasiswa yang merantau dari Indonesia, saya merasakan betapa menantangnya kuliah di Mesir. Bukan hanya soal perkuliahan studi, menyesuaikan  diri dengan bahasa, budaya, dan kondisi geografis juga jadi tantangan tersendiri. Itu mengapa, kalian yang ingin kuliah di Mesir sebaiknya pikir lebih matang lagi, banyak tantangan yang akan kalian hadapi:

Kuliah di Mesir mesti siap menghadapi cuaca yang sadis

Negara Mesir terletak di perbatasan Asia dan Afrika. Letaknya yang lebih ke utara dibanding Indonesia dan dikelilingi oleh gurun membawa dampak dari segi iklim dan cuaca. Itu mengapa Negeri Piramida itu punya cuaca dan suhu yang cukup ekstrem, kalau sedang panas ya suhunya panas sekali, begitu pula saat dingin. Iya, kalian tidak salah dengar, Mesir punya cuaca dingin walau tidak sampai turun salju sih. 

Asal tahu saja, di Mesir, lebih tepatnya di Kota Kairo, musim panas suhu puncaknya bisa mencapai tercatat pernah sampai 45 derajat dan suhu terdinginnya bisa sampai 6 derajat di kota. Itu belum diperparah dengan angin gurun yang kering. Berbeda sekali dengan Indonesia yang iklimnya cenderung lembab. 

Penyesuaian cuaca dan iklim ketika hidup di luar negeri terdengar hal yang umum, tapi ketika menjalaninya sendiri, ternyata sungguh merepotkan. Bagi orang Indonesia yang hidup di Mesir, kebanyakan mengalami kulit dan bibir yang lebih cepat mengering dan dehidrasi. Benar-benar tidak ada enak-enaknya kalau sedang di puncak iklim panas atau dingin. 

Menyesuaikan kultur perlu waktu panjang

Disamping cuaca yang sadir, menyesuaikan diri dengan bahasa dan budaya di Mesir juga perlu waktu. Bahasa tutur yang digunakan orang-orang di sini berbeda dengan bahasa Arab yang dipelajari orang-orang ketika mempersiapkan studi di Mesir. Dengan kata lain, perlu terjun langsung ke lapangan untuk bisa fasih. 

Selain itu, kebiasaan-kebiasaan yang dianggap biasa di Indonesia ternyata tabu di Mesir. Misal, jongkok di tempat umum. Di Mesir tindakan ini dianggap kurang sopan karena jongkok diibaratkan buang air besar di sana. Selain itu, penggunaan sandal identik dengan tempat yang dekat dan jorok, ke kamar mandi dan pasar misalnya. Saya pernah dengar cerita, konon beberapa orang Indonesia mengunjungi rumah salah satu orang Mesir menggunakan sandal. Kerabat dari tuan rumah tersebut berujar “Ini mereka (tamu) orang miskin atau bagaimana, kok tidak punya sepatu”. Tidak pandang sandal semahal apapun, nampaknya sandal tetap dianggap barang murahan.

Ada juga kebiasaan orang Mesir yang mengecoh dan meluluhkan hati kita, apalagi bagi orang yang baru menginjakkan kakinya di sini. Jika kita berpapasan dengan warga lokal di jalan, atau ketika kita berinteraksi dengan mereka seringkali mereka memberikan pujian yang agak berlebihan, ini disebut dengan mujamalah. Mereka menggunakan ini umumnya hanya untuk basa-basi atau ketika ada maksud tersembunyi. Salah tingkah kadang bisa membawa ke situasi yang kurang menguntungkan.

Baca Juga:

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

Birokrasi jauh dari kata modern

Orang Indonesia yang kuliah di Mesir juga harus menghadapi tantangan lain yang tak kalah pelik: birokrasi yang masih jauh dari modern. Jika di Indonesia kita terbiasa dengan layanan digital dan proses cepat, di Mesir mahasiswa harus siap dengan sistem administrasi yang serba manual. Hampir semua pengurusan, pencatatan, dan pendataan masih menggunakan cara yang amat manual, ditulis tangan.

Iya, kalian tidak salah baca, benar-benar ditulis secara manual menggunakan tangan. Entah mungkin mereka alergi dengan teknologi atau apa, tapi yang jelas ini benar benar memperlama waktu pengurusan segala sesuatu. Dari awal proses pendaftaran sampai akhir kelulusan, semua masih dikerjakan 90 persen manual oleh tangan. Ini belum membahas “budaya” pegawai sini yang mengerjakan sesuatu mengikuti mood ya. Semua hal ini membuat pengurusan sesuatu 2 kali lipat lamanya. Peliknya birokrasi Mesir ini konon disebabkan oleh sistem yang kadung korup dan pejabat yang kolot, seperti diungkap seorang politisi Mesir Muhammad Nosseir pada laman dailynewsegypt.com.

Kuliah di Mesir perslu siap menghadapi pengendara Mesir yang ugal-ugalan

Hal lain yang cukup membuat orang Indonesia tak habis pikir adalah kebiasaan dan budaya berkendara di Negeri Firaun ini agaknya jauh lebih ugal-ugalan dan nekat dibanding Indonesia. Terlebih, mengenakan helm bagi pengendara sepeda motor belum menjadi kewajiban disini. Mesir memang akhir-akhir ini terlihat sedang fokus untuk menggenjot infrastruktur transportasinya, ini nampak dari masifnya pembangunan jalan dan jembatan layang. Hal ini seakan memperluas peluang untuk menemukan fenomena unik di jalanan.

Kondisi ini mengharuskan wisatawan atau pelajar yang belum terbiasa dengan kultur lalu lintas tersebut untuk menambah kewaspadaan di jalan raya. Anda tak perlu kaget jika menaiki mobil disini dan dikendarai oleh orang lokal, sang sopir tak akan segan memundurkan mobilnya ketika di lajur cepat karena salah ambil jalur keluar.

Sekalipun demikian, tantangan-tantangan tersebut rasanya sebanding dengan hasil yang diraih. Selain memperoleh ilmu dari pendidikan formal maupun nonformal, bisa bersinggungan dengan bangsa yang berbeda latar belakang maupun budaya dengan kita sebagai “tamu” merupakan pengalaman yang berharga dan berguna untuk menumbuhkan sikap toleransi di masyarakat yang lebih majemuk. Setidaknya itulah yang diharapkan.

Penulis: Muhammad Iqbal Fawwazi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Hal yang Lumrah di Spanyol, tapi Nggak Wajar di Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2025 oleh

Tags: IndonesiaKuliahkuliah di mesirMahasiswamesir
Muhammad Iqbal Fawwazi

Muhammad Iqbal Fawwazi

Seorang perantau asal Surabaya yang membawa semangat ke tanah orang. Bukan sekadar berpindah tempat, ia adalah seorang pembelajar yang haus akan pengetahuan

ArtikelTerkait

11 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi

11 Istilah yang Harus Diketahui Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi

9 Mei 2023
Unpopular Opinion: Skripsi Adalah Matkul Favorit Saya Sampai Rela Kuliah 7 Tahun Mojok.co

Unpopular Opinion: Skripsi Adalah Matkul Favorit Saya Sampai Rela Kuliah 7 Tahun

2 September 2025
angka kemiskinan, orang miskin temennya orang miskin

Mencari Angka Kemiskinan Tidak Berbanding Lurus dengan Makan Gorengan

20 Agustus 2019
5 Tempat di Malang yang Bikin Mahasiswa Alumni Bernostalgia Terminal Mojok

5 Tempat di Malang yang Bikin Mahasiswa Alumni Bernostalgia

7 Agustus 2022
Jurusan Pertanian Bukan untuk Mahasiswa “Sultan” yang Alergi Kotor-kotoran Mojok.co

Jurusan Pertanian Bukan untuk Mahasiswa “Sultan” yang Alergi Kotor-kotoran 

1 Juni 2024
Gimik Bentak-Bentakan Saat Ospek, Ketololan yang Diulang-ulang, Lebih Baik Dibuang ke Tong Sampah!

Gimik Bentak-Bentakan Saat Ospek, Ketololan yang Diulang-ulang, Lebih Baik Dibuang ke Tong Sampah!

11 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Peraturan Tidak Tertulis Makan Ramen di Golden Geisha Jogja agar Tidak Kecewa Mojok.co

3 Peraturan Tidak Tertulis Makan Ramen di Golden Geisha Jogja agar Tidak Kecewa

5 Januari 2026
Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria  Mojok.co

Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria 

8 Januari 2026
Alasan Booth Nescafe di Kulon Progo Selalu Ramai, padahal Cuma Kecil dan Menunya Itu-Itu Saja Mojok.co

Alasan Booth Nescafe Bisa Jadi Primadona Ngopi Baru di Kulon Progo

6 Januari 2026
3 Alasan Ayam Geprek Bu Rum Harus Buka Cabang di Jakarta ayam geprek jogja oleh-oleh jogja

Sudah Saatnya Ayam Geprek Jadi Oleh-oleh Jogja seperti Gudeg, Wisatawan Pasti Cocok!

10 Januari 2026
Dosen Numpang Nama di Jurnal, Vampir Akademik Pengisap Darah Mahasiswa yang Banting Badan demi Kelulusan

Dosen Indonesia Itu Bukan Peneliti, tapi Buruh Laporan yang Kebetulan Punya Jadwal Ngajar

6 Januari 2026
MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.