Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

5 Hal yang Lumrah di Spanyol, tapi Nggak Wajar di Indonesia

Shesa Uli oleh Shesa Uli
7 Februari 2025
A A
5 Hal yang Lumrah di Spanyol, tapi Nggak Wajar di Indonesia Mojok.co

5 Hal yang Lumrah di Spanyol, tapi Nggak Wajar di Indonesia (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak pernah saya sangka membuka tahun ini dari Spanyol, negara yang berjarak lebih dari 12.000 kilometer jauhnya dari Indonesia. Kini saya tinggal di A Guarda, sebuah kota kecil di sisi utara Negara Matador, lebih tepatnya sekitar 600 kilometer dari Madrid, Ibukota Spanyol. Secara administratif, kota ini bagian dari daerah Galicia yang terkenal dengan keunikan dan keindahan alamnya. 

Apabila ditanya, bagaimana daerah tempat tinggal saya yang sekarang? Slow living mungkin kata yang sangat tepat. Di sana tidak ada kemacetan dan orang tidak serba terburu-buru. Belum lagi pantai dan gunung yang bisa dengan mudah diakses dari kota. A Guarda juga menyimpan  perpaduan unik antara tradisi Galicia dan pengaruh Celtic yang tercermin dari peninggalan arkeologi dan musiknya. Suasana slow living semakin kental karena A Guarda hanya dihuni oleh kurang lebih 10.000 penduduk dengan mayoritas lansia.

ADVERTISEMENT

Tempat tinggal saya yang sekarang jauh berbeda dengan Jakarta, kota terakhir yang saya tinggali sebelum hijrah ke Spanyol. Sebagai seseorang yang bertahun-tahun hidup di Ibu Kota, jelas banyak sekali kekagetan yang dirasakan. Banyak hal terasa aneh dan tidak wajar di mata saya orang Indonesia yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Negara Matador. 

#1 Jam makan di A Guarda, Spanyol agak berbeda

Hari pertama di A Guarda, Spanyol, saya kaget bukan main dengan jam makan yang cukup berbeda dengan jam makan di Indonesia. Saat di Indonesia, saya dan teman-teman kantor biasa makan siang pada pukul 12.00 hingga 13.00. Namun, di sini,  jam makan siang saya jadi sedikit terlambat, baru dimulai pukul 14.00. Sementara untuk jam makan malam baru dimulai pukul 22.00. Pikir saya, apa tidak keburu lapar dan mengantuk makan malam jam segitu? 

Keunikan lainnya, rumah makan di A Guarda dan daerah-daerah lain di Spanyol hanya buka selama jam makan. Lantas, bagaimana kalau lapar di luar jam makan itu? Cara paling tepat adalah mempersiapkan bekal atau memasak di rumah. Agak repot memang, tapi bisa menghemat pengeluaran. Sebab, sekali makan di rumah makan bisa merogoh kocek minimal 8 euro atau kurang lebih Rp150.000 per orang. 

#2 Toko-toko tutup di jam makan siang, hari Minggu, dan hari libur nasional

Kebalikan dengan rumah makan yang hanya buka pas jam makan, toko-toko di  Spanyol akan tutup selama jam makan. Biasanya toko-toko yang tutup ini dimiliki oleh perorangan seperti toko kelontong dan toko buku. Mereka tutup mulai 14.00 hingga 16.00. Jadwal ini bukan sesuka hati ya, jam operasional toko-toko di Spanyol memang ada regulasinya. 

Mereka menggunakan waktu tutup itu untuk makan siang dan beristirahat, biasanya tidur siang. Kebiasaan ini dikenal dengan La Siesta dan sudah menjadi tradisi di Spanyol. Saya rasa, kalian yang mendambakan work life balance sangat cocok hidup di sini. 

Adanya waktu istirahat sangat membantu pemilik dalam mengelola toko. Pemilik bisa menghemat biaya pekerja. Tidak ada pelanggan yang datang ke toko karena di jam istirahat itu  orang-orang sibuk menyantap makan siang. Itu mengapa,  toko-toko milik perseorangan tidak perlu menambah karyawan untuk melayani pelanggan. Mereka cukup menutup tokonya di jam makan siang. 

Baca Juga:

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

Tidak hanya jam makan siang, toko-toko juga akan tutup seharian penuh di hari Minggu dan hari libur nasional. Jadi, biasanya warga Spanyol akan belanja kebutuhan di hari Jumat atau Sabtu. Sebagai orang Indonesia yang terbiasa melihat para pekerja bekerja siang dan malam. Bahkan, makan siang pun terkadang disambi sambil bekerja, La Siesta benar-benar konsep yang asing. 

#3 Kuliner Spanyol begitu lekat dengan minyak zaitun dan roti

Bagi saya dan mungkin banyak orang Indonesia lain, minyak zaitun bukan bahan makanan yang ramah di lidah. Selama di Indonesia, saya memang tidak pernah mencicipi makanan berbahan minyak zaitun. Jadi, begitu sampai di Spanyol dan mencicipi berbagai jenis kuliner di sana, saat itu saya menyadari akan perlu waktu panjang untuk menyesuaikan diri. Sebab, sebagian besar kuliner Negeri Matador itu menggunakan minyak zaitun. Bahan ini selalu hadir di setiap masakan khas Spanyol, seperti pulpo a gallega dan gazpacho. 

ADVERTISEMENT

Asal tahu saja, Spanyol adalah salah satu negara dengan konsumsi minyak zaitun terbesar di dunia. Salah satu sumber yang saya baca menyebutkan, Spanyol mengonsumsi hingga 107 juta liter minyak zaitun sepanjang 2024. Bayangkan, 107 juta liter itu sama banyaknya dengan 5,6 juta galon air mineral. 

Sebenarnya tidak hanya minyak zaitun yang lekat dengan kuliner Spanyol, ada juga barra de pan. Panganan ini berbentuk roti panjang seperti baguette. Rasanya gurih seperti roti pada umumnya, tidak ada rasa asing atau manis. Biasanya, orang Spanyol membeli 3 pan sekaligus untuk dihidangkan di rumah dan disimpan beberapa hari ke depan. Bagi orang Spanyol, rasa makanan akan lebih nendang apabila dihindangkan bersama dengan roti ini. Mereka menyantapnya dengan cara merobek roti menjadi potongan kecil sebesar satu suapan mulut dengan tangan mereka. Kalau di Indonesia, roti mungkin semacam kerupuk ya, kehadiran menambah nikmat makanan.  

#4 Sulit menemukan terjemahan bahasa Inggris dalam kemasan produk 

Saya berani jamin, kemasan produk-produk di Indonesia jauh lebih ramah bagi orang asing daripada kemasan produk-produk Spanyol. Di sini, sebagian besar kemasan produk tertulis dalam bahasa Spanyol dan Portugis, jarang ada yang menyertakan terjemahan dalam bahasa Inggris. Saya bisa memahami sih, A Guarda dengan perbatasan Portugal sangat dekat, bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit. Itu mengapa banyak produk-produk Portugal dijual ke Spanyol, begitu pula sebaliknya.

Sebenarnya, selain bahasa Spanyol dan Portugis, beberapa kemasan produk juga ditulis dalam bahasa Jerman, Belanda, Italia, Finlandia, bahkan bahasa Yunani. Anehnya, jarang sekali terjemahan bahasa Inggris tertera di kemasan suatu produk. Padahal, pikir saya, bahasa Inggris lebih familiar di negara-negara Eropa daripada di Indonesia. 

Bayangkan, betapa kesalnya saya sebagai orang yang baru pertama kali menginjakan kaki di Spanyol dengan kamampuan bahasa Spanyol yang masih dasar. Kesulitan? Tentu saja, tapi untung ada aplikasi translator yang menyelamatkan hidup saya selama berbelanja di sini.  

#5 Merayakan ulang tahun ke-90 adalah hal yang wajar

Sebagian besar anak muda usia produktif di A Guarda memilih mengadu nasib di kota-kota besar seperti Madrid, Barcelona, atau Valencia. Ya miriplah dengan anak muda Indonesia yang merantau ke Jakarta, Bandung atau Surabaya. Itu mengapa, di sini saya lebih banyak bergaul dengan lansia, kelompok masyarakat mayoritas di A Guarda, Spanyol. Asal tahu saja, Spanyol menyandang predikat sebagai salah satu negara yang memiliki kualitas hidup terbaik di Eropa. Tidak heran, merayakan ulang tahun ke-90 adalah hal yang wajar. 

Akan tetapi, jangan salah, walau sudah berumur 90 tahun, para lansia ini tidak hanya rebahan di rumah saja. Sedikit cerita nih, di sini saya ikut klub badminton dan berteman dengan salah satu anggotanya. Bukan teman seumuran tentu saja, beliau ibu-ibu yang usianya sudah di akhir 60-an. Saya sangat salut, di usia kepala 6, beliau masih aktif untuk beraktivitas. Jadwal setiap Rabu adalah kelas badminton dan jadwal setiap Jumat adalah kelas gitar.

Di atas beberapa hal yang saya jumpai selama tinggal di A Guarda, Spanyol. Memang belum lama tinggal di sini, baru seumur jagung, tapi ada banyak hal yang bikin saya kaget sebagai orang Indonesia. Hal-hal yang asing di negara asal, tapi sangat wajar di Negara Matador ini. Kalau begini, saya jadi terus menanti-nanti kejutan lain dari A Guarda Spanyol. 

ADVERTISEMENT

Penulis: Shesa Uli
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Daftar Beasiswa Turki Adalah Cara Paling Mudah bagi Kalian yang Ingin Kuliah di Luar Negeri

 Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2025 oleh

Tags: Indonesiaspanyol
Shesa Uli

Shesa Uli

Bocah Semarang yang tinggal di Spanyol, tapi selera makan tetap sate padang.

ArtikelTerkait

Upin Ipin Serial TV yang Merusak Anak-Anak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa Mojok.co

Upin Ipin Serial TV yang Tampak Aman untuk Anak-Anak, tapi Aslinya Bisa Merusak kalau Ditonton Tanpa Dampingan Orang Dewasa

19 Juni 2026
Timnas Israel Lolos Piala Dunia U-20: Yang Lolos Siapa, yang Pusing Siapa

Timnas Israel Lolos Piala Dunia U-20: Yang Lolos Siapa, yang Pusing Siapa

2 Juli 2022
Tentang SP2DK, Surat Cinta dari Dirjen Pajak yang Bisa Bikin Jantung Berdebar terminal

Rakyat Nggak Bayar Pajak Bukan karena Nggak Patuh, tapi karena Hasilnya Nggak Jelas

19 Juni 2021
Fans Ronaldo nangis melihat Messi real GOAT di final Piala Dunia (Unsplash)

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

18 Juli 2026
lewoeleng

Orang Lewoeleng dan Kebiasaan yang Bikin Rindu

20 Juni 2019
Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25 terminal mojok.co

Skill yang Harus Dimiliki Orang Indonesia Sebelum Usia 25

22 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan (Wikimedia Commons)

Selain mie dan bakso, ini 4 menu kuliner lokal yang cocok pakai label Gacoan

24 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak Mojok.co

5 kesalahan penjual es dawet yang sulit dimaafkan, bikin rasanya kurang enak

27 Agustus 2026
In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku Mojok.co

In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku

26 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.