Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Kuli Bangunan: Kerjanya Susah, Gajinya Bercanda

Rifda Nia Aqila oleh Rifda Nia Aqila
4 November 2022
A A
Kuli Jawa: Rapi Hasilnya Rapi, walau Kerap Berisik Ketika Bekerja rumah orang jawa

Kuli Jawa: Rapi Hasilnya Rapi, walau Kerap Berisik Ketika Bekerja (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernahkah terbersit di pikiran Anda untuk menjadi kuli bangunan? Atau bagaimana rasanya jadi anak kuli bangunan? Biarkan saya bercerita sejenak.

Pada 2019, tibalah masa pensiun ayah saya, yang otomatis membuat ayah saya berhenti bekerja dari sebuah perusahaan rokok besar di Indonesia. Setelah kurang lebih belasan tahun ayah saya mengabdi menjadi seorang sopir di perusahaan itu. Yah, lumayanlah waktu itu dengan gaji lebih dari UMR Kota Malang mampu menghidupi istri dan ketiga anaknya, termasuk saya, belum lagi bonus dan tunjangan hari raya. Waktu itu memang sedang jaya-jayanya ayah saya, masih seringlah kami belanja bulanan ke minimarket.

Ayah saya ini memang serba bisa, pada akhir 2021 beliau menggeluti profesi sebagai seorang kuli bangunan. Malu? iya lah, jelas, seorang kuli bangunan memang harus malu. Kalau nggak malu, gimana masang pakunya?

Perjalanan menuju kuli bangunan

Ayah saya diberi pesangon cukup besar buat membuka usaha sendiri. Sekitar 200 juta lebih saat itu blio kantongi. Saya yang taunya uang ayah lumayan banyak, ya merasa tenang waktu itu. Tidak terbersit di dalam pikiran saya jikalau suatu hari nanti hidup kami serba kekurangan. Biaya sekolah SMA saya pun, saya yakin akan terlunasi tepat waktu dengan adanya uang sebegitu banyaknya.

Akhirnya kedua orang tua saya sepakat untuk menyewa lapak berjualan kopi selama dua tahun dan membeli toko pasar seharga 75 juta. Membuka usaha warung kopi pinggir jalan dilengkapi wifi, juga berjualan aksesoris dan peralatan bayi di pasar. Awal berjalan, usaha kami lancar, walaupun sedikit berat karena di warung kopi, ayah saya harus berjualan hingga malam menjelang. Begitu pun dengan toko kami, yah, sekali dua kali pembeli datang menghampiri.

Saya yang waktu itu menduduki bangku SMA kelas 10 tidak jarang tiap libur sekolah membantu ibu saya berjualan. Menunggu pembeli lewat dan menawari dengan suara keras tak luput saya lakukan. Pada awalnya saya malu karena saya sendiri kurang bisa berbaur dengan orang lain, tahu kan sebutannya? Introvert, nah itu, tapi saya nggak introvert-introvert banget kok! Sekarang saya yakin sudah berkurang, karena terbiasa menawari bak seorang sales.

Berjalannya waktu hingga sampailah pada awal 2020, mulai datangnya Virus Corona yang membawa dampak perekonomian pada keluarga kecil kami. Dan itulah saat yang membawa ayah saya menuju kuli bangunan.

Gulung tikar 

Nggak di warung kopi, nggak di pasar, semua sepi. Orang-orang yang berjualan di pasar tak jarang meneriaki “Pasar e ayem,” maksudnya, pasarnya sepi. Berat kali memang kami yang terdampak Virus Corona waktu itu. Ah iya, saat ini namanya lebih akrab dipanggil Covid-19.

Baca Juga:

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Kuli Bangunan Curang Bikin Pemilik Rumah Rugi Besar, Material Bangunan hingga Upah Dimanipulasi Semua

Makin lama kok semakin keberatan pula dengan tagihan wifi dan listrik warung kopi yang waktu itu ditotal hingga 200 ribu lebih per bulannya. Belum dihitung pajak sampah, listrik, dan keamanan pasar. Makin lama uang ayah saya makin menipis, uang yang harusnya ditabung malah dibuat menutupi biaya-biaya tadi.

Kami berhemat dan semua serba pas-pasan. Kalau diteruskan usaha ini, gimana bisa bayar biaya-biaya tadi?

Bertahan hingga 2021, akhirnya usaha warung kopi kami gulung tikar. Warung kopi habis, pesangon menipis, tersisa toko pasar yang sebenarnya tak bisa untuk diandalkan.

Susahnya jadi kuli bangunan

Semua pekerjaan pasti punya risiko tersendiri, entah pengusaha, pejabat negara, YouTuber, petani, pedagang, hingga kuli bangunan ini. Tidak ada namanya pekerjaan yang enak. Yah, yang enak mungkin masuk kerja jalur ordal.

Dari semua pekerjaan, ayah saya memilih menjadi kuli bangunan. Sepertinya ayah saya agak kapok dengan pengalaman gulung tikar yang lalu, dan tidak adanya modal.

Berat memang waktu itu, kata beliau, pekerjaan apa saja mau dilakoni yang penting halal dan dapat uang. Kata beliau pula dalam bahasa Jawa, “Enak ngene, kerjo gak bondo,” maksudnya, enak gini kerja nggak perlu modal. Padahal saya tahu dalam hati beliau, beliau sangat terpaksa terjun di profesi ini. Jika bukan karena kepepet untuk hidup esok dan seterusnya, tidak mau ayah saya bekerja berat seperti ini. Tidak hanya ayah saya, orang lain mungkin pula berpikiran begitu.

Risiko tinggi kerap menghantui. Terus-menerus bekerja di bawah guyuran hujan dan teriknya matahari, memanjat ke tempat tinggi tanpa pengaman, belum pula angkat-angkat material yang lelahnya bukan main. Tenaga besar gaji pas-pasan patut tersematkan di profesi kuli ini.

Susahnya juga kalau jadi kuli bangunan itu ketika si mandor memberhentikan kulinya secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Dapat uang dari mana kami kalau diberhentikan secara mendadak seperti itu? Yah, memang begitulah risiko kerja kuli bangunan.

Tepat kemarin ayah saya sakit. Kalian tahu sendirilah kalau sakit dipaksa kerja tidak akan kuat. Beliau izin sehari saja, eh tapi sudah disindir habis-habisan oleh teman kerjanya. Sudah kerja berat, teman beliau pun tidak pengertian.

Melihat beliau pulang kerja saja saya sudah ikut lelah, apalagi saya yang kerja keras seperti itu, saya yakin tidak akan setegar beliau

Saya tidak pernah malu punya ayah berprofesi kuli bangunan, justru saya sangat bangga punya beliau. Jika tidak ada sosok ayah seperti beliau, saya tidak akan pernah bisa jadi seperti ini, walaupun sampai sekarang saya belum membanggakan sih.

Itulah duka kuli bangunan. Mereka mungkin kerja hanya pakai otot, tapi bukan berarti bisa direndahkan. Selama pekerjaan itu halal dan dikerjakan untuk niat yang baik, pekerjaan itu mulia.

Penulis: Rifda Nia Aqila
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kuli Jawa: Rapi Hasilnya, walau Kerap Berisik Ketika Bekerja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2022 oleh

Tags: bangkrutkuli bangunanpandemi
Rifda Nia Aqila

Rifda Nia Aqila

Calon maba nyambi jadi pengangguran. Insyaallah jadi jutawan, AMIN!

ArtikelTerkait

Pemerintah yang Gagal Kendalikan Pandemi, kok, Malah Rakyatnya yang Disalahin? terminal mojok.co

Pemerintah yang Gagal Kendalikan Pandemi, kok, Malah Rakyatnya yang Disalahin?

8 Juli 2021
kondisi dunia kerja tidak semua hrd dalam rekrutmen kerja boleh menyelenggarakan psikotes mojok.co

Prediksi Kondisi Dunia Kerja Setelah Pandemi: Mungkinkah akan Ada Perekrutan Besar-besaran?

26 April 2021
Pandemi Adalah Saat Paling Tepat untuk Daftar Universitas Terbuka terminal mojok.co

Pandemi Adalah Saat Paling Tepat untuk Daftar Universitas Terbuka

27 Oktober 2021
Alasan Kenapa Hogwarts Adalah Tempat Paling Ideal Untuk Menghadapi Pandemi terminal mojok

Alasan Kenapa Hogwarts Adalah Tempat Paling Ideal untuk Menghadapi Pandemi

19 Juli 2021
india nggak jorok mojok

Bersyukur Tidak Lahir di India, padahal Indonesia Sama Saja: Artikel Balasan

10 Mei 2021
ansu fati barcelona bangkrut fcb femeni la masia arthur melo barcelona pjanic juventus MOJOK

4 Hal yang Bisa Dilakukan Andai Barcelona Bangkrut Beneran

1 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.