Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nama Kretek Bantul Nggak Banyak Dikenal Orang, Terhalang Nama Besar Parangtritis

Supriyadi oleh Supriyadi
25 Januari 2026
A A
Nama Kretek Bantul Nggak Banyak Dikenal Orang, Terhalang Nama Besar Parangtritis

Nama Kretek Bantul Nggak Banyak Dikenal Orang, Terhalang Nama Besar Parangtritis (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada wilayah yang nasibnya tidak sial, tapi juga tidak beruntung. Tidak miskin cerita, hanya kalah suara. Kapanewon Kretek di Bantul adalah salah satunya. Ia ada, hidup, eksis, dan ramai serta sepi sekaligus. Tapi entah kenapa, namanya sering tak ikut pulang bersama ingatan orang-orang.

Sebagai orang yang tinggal di Bantul, saya sering mendapati satu pola yang sama. Orang datang ke Kretek, tapi pulangnya bilang habis dari Parangtritis. Padahal secara administratif, Parangtritis itu bagian dari Kretek.

Masalahnya, Kretek memang tidak pandai memperkenalkan diri. Ia seperti orang baik yang malas pasang status di WhatsApp, enggan posting foto di Instagram, atau tak mau ribet bikin video untuk diunggah di TikTok.

Berikut beberapa hal yang membuat Kretek Bantul kerap kalah dikenal. Padahal sebenarnya tidak kalah apa-apa.

Kretek Bantul kalah pamor dari Parangtritis, bahkan dari Depok

Parangtritis selalu jadi kata kunci. Namanya ada di brosur wisata, status WhatsApp, vlog para vlogger, sampai skripsi antropologi. Kretek? Paling banter muncul di alamat KTP atau papan petunjuk arah.

Orang datang ke wilayah Kretek Bantul dengan penuh semangat. Tetapi ketika ada pertanyaan mau ke mana, jawabannya tetap “Parangtritis.” Kalau tidak, jawabannya adalah “Depok” makan-makan seafood.

Kretek Bantul seperti tuan rumah yang menyediakan parkiran, kamar mandi, dan jalan masuk, tapi tamunya hanya ingat nama tetangga yang punya kolam renang. Ia ada tapi tak dianggap. Meski begitu, ia tidak sakit sama sekali.

Baca juga: Ancaman di Balik Keindahan Pantai Parangtritis Jogja yang Nggak Disadari Banyak Pelancong, Waspadalah!

Baca Juga:

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

Sate Klatak Pak Jupaini Jogja: Rasanya Nggak Kalah dengan Pak Bari dan Pak Pong, dan Amat Cocok untuk Pekerja Kantoran

Pantainya terkenal, tapi nama Kretek tak ikut naik

Pantai Parangtritis, Depok, Samas, Parangkusumo, dan beberapa pantai sekitarnya, semuanya berada di Kretek Bantul. Tapi tidak ada yang bilang, “Ayo wisata ke Kretek.” Yang ada malah, “Makan-makan di Pantai Depok yuk,” “Healing di Parangtritis yuk.”

Kretek bekerja di balik layar. Ia sibuk mengurus lalu lintas, sampah, dan pedagang, tapi namanya tak pernah muncul di penutup acara. Mirip seperti panitia konsumsi. Makanan yang mereka sajikan mendapat pujian, tapi nama mereka tak pernah terucap. Seolah bekerja, tapi tak ada yang melihatnya.

Kata “kretek” terkenal, tapi bukan karena wilayahnya

Ironi paling pahit ada di sini. Kata “kretek” sangat terkenal di Indonesia. Semua orang tahu bunyinya, aromanya, dan dampaknya bagi paru-paru. Ya, kretek yang saya maksud adalah rokok kretek tanpa filter. Tapi sedikit yang sadar bahwa Kretek juga nama kapanewon di Bantul.

Nama kretek hidup di bungkus rokok. Para perokok sangat tahu tentang jenis rokok tersebut. Lain halnya dengan nama sebuah kapanewon di Bantul, Kretek sebagai wilayah justru tenggelam. Terkenal, tapi salah konteks. Seperti punya nama besar, tapi yang menikmati popularitasnya orang lain.

Kretek Bantul dilewati terus, tapi jarang dikenal

Jalan utama di Kretek ramai. Jalan Prangtritis sebagai jalan utama di sebelah timur dan Jalan Samas di sebelah barat membelah kapanewon ini. Nama jalan yang dipakai pun nama pantai yang ada di Kretek, bukan nama Kretek itu sendiri. Pantas saja orang-orang tak tahu kalau mereka sedang melintasi wilayah Kretek Bantul.

Padahal kendaraan yang melintas itu banyak, klakson sesekali berbunyi, deru kebisingan terdengar. Tapi kebanyakan hanya lewat. Kretek adalah jalur, bukan tujuan. Orang melintas dengan niat besar, tapi tanpa keinginan berhenti. Kalau berhenti pun hanya singgah di pantainya sebentar lalu pergi.

Apalagi sekarang sudah ada JLS (Jalur Lintas Selatan) di sisi selatan yang menghubungkan wilayah Kretek Bantul dengan lainnya. Ia hanya dilewati, tapi tak dikenal. Menurut saya, Kretek seperti teras rumah yang diinjak berkali-kali, tapi tak pernah disapa. Padahal di sanalah sandal dilepas dan napas pertama diembuskan setelah perjalanan panjang diambil.

Baca juga: Bantul, Daerah yang Penuh dengan Kejadian (dan Orang) Aneh.

Kretek hadir di KTP, tapi absen di ingatan orang

Banyak orang lahir di Kretek, besar di Kretek, bahkan bekerja di Kretek Bantul. Tetapi ketika ada pertanyaan soal asal, jawaban mereka sering bergeser: “dekat Parangtritis.” Seolah menyebut Kretek tanpa embel-embel itu kurang meyakinkan. Kretek lebih sering jadi keterangan tambahan, bukan identitas utama.

Contoh wilayah yang kalah oleh narasi

Bukan karena tidak punya apa-apa, tapi karena jarang diceritakan. Di zaman sekarang, yang bertahan bukan yang paling penting, tapi yang paling sering disebut. Kretek Bantul tidak kekurangan realitas, hanya kekurangan cerita.

Ia tidak viral, tidak kontroversial, dan tidak cukup eksotis untuk diperdebatkan. Padahal justru di sanalah hidup berjalan apa adanya.

Sebagai orang yang tinggal di Bantul, saya meyakini kalau Kretek memang tidak butuh pembelaan berlebihan. Daerah ini tetap hidup meski namanya jarang terucap. Masyarakat di sini tetap bekerja meski tidak mendapat pujian. Kretek tetap jadi tempat pulang meski kalah pamor.

Mungkin, takdir Kretek memang seperti rokok kretek itu sendiri. Tidak selalu dibanggakan, sering diperdebatkan, tapi diam-diam setia menemani banyak orang tanpa perlu minta disebut namanya. Dan barangkali, itu justru bentuk ketenaran yang paling jujur.

Penulis: Supriyadi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jembatan Kretek II Memang Cakep, tapi Beda Cerita sama JLS Samas-Poncosari yang Bikin Nangis.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2026 oleh

Tags: BantulKabupaten Bantulkretekkretek bantulPantai Depokpantai parangkusumopantai parangtritisparangtritis
Supriyadi

Supriyadi

Seorang yang lahir di Bantul bagian selatan, berdomisili di Bantul bagian utara, dan ber-KTP Cirebon.

ArtikelTerkait

Kasihan Bantul Nggak Butuh Dikasihani seperti Namanya, Kecamatan Ini Sudah Overpower

Kasihan Bantul Nggak Butuh Dikasihani seperti Namanya, Kecamatan Ini Sudah Overpower

17 Juli 2025
5 Privilese Tinggal di Sleman Utara yang Bakal Sulit Dipahami oleh Warga Bantul Mojok.co

5 Privilese Tinggal di Sleman Sisi Utara yang Bakal Sulit Dipahami oleh Warga Bantul

8 September 2024
4 Jalan Berbahaya di Bantul yang Nggak Disadari Banyak Pengendara

Stop Mencibir Mahasiswa Asal Bantul yang Ngekos di Sleman, Kami Ngekos karena Kami Masih Sayang Punggung!

3 Juli 2024
Klaten Diam-diam Lebih Urban daripada Bantul Mojok.co jogja

Klaten Diam-diam Lebih Urban daripada Bantul

18 Januari 2025
Jalan Parangtritis Jogja Memang Lurus dan Halus, tapi Justru Berpotensi Bikin Pengendara Terlena, Ngebut, Benjut!

Jalan Parangtritis Jogja Memang Lurus dan Halus, tapi Justru Berpotensi Bikin Pengendara Terlena, Ngebut, Benjut!

4 Februari 2024
Mie Ayam Sabrang Kinanthi, Mie Ayam Paling Enak di Bantul Mojok.co

Mie Ayam Sabrang Kinanthi, Mie Ayam Paling Enak di Bantul

25 April 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda Mojok.co

20 Kata Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda yang Penulisan dan Bunyinya Sama, tapi Maknanya Jauh Berbeda

22 Januari 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash)

Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic: Dulu Malang Itu Sederhana, Menenangkan, dan Bikin Nyaman sekarang Ia Mentereng, Glamor, tapi Bikin Capek Hati

25 Januari 2026
Mahasiswa UT Berjuang dalam Senyap: Kuliah Nggak Pakai Story, Wisuda Nggak Perlu Mewah, yang Penting Masa Depan Cerah

Mahasiswa UT Berjuang dalam Senyap: Kuliah Nggak Pakai Story, Wisuda Nggak Perlu Mewah, yang Penting Masa Depan Cerah

21 Januari 2026
Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

24 Januari 2026
Beat Deluxe, Saksi Kejayaan Bos Warung Madura dari Pamekasan (Shutterstock)

Beat Deluxe Merah-Hitam, Motor Honda yang Menjadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan yang Sekarang Menjadi Bos Warung Madura

20 Januari 2026
Tinggal di Apartemen Nggak Seindah Imajinasi Saya, 4 Tahun Sewa Apartemen Jaktim Bikin Saya Stres dan Akhirnya Pindah!

Tinggal di Apartemen Nggak Seindah Imajinasi Saya, 4 Tahun Sewa Apartemen Jaktim Bikin Saya Stres dan Akhirnya Pindah!

23 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=YRrBYMX1Juc

Liputan dan Esai

  • Skill yang Harus Kamu Kuasai sebagai Pekerja Migran yang “Elite” agar Nggak Dipandang Sebelah Mata
  • Akhir Pekan Indah di Pusat Jakarta: Ajak Bapak Pertama Kali Nonton Bulu Tangkis di Istora, Obati Kesepian di Masa Tua
  • “Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan
  • Jembatan Persen di Gunungpati Semarang, Dari Kayu Jadi Bercor Beton berkat Aduan “Solusi AWP”
  • Saat Kabar Baik Menghampiri Mbah Kamijah, Lansia 87 Tahun yang Tinggal Sendiri di Rumah Tak Layak Huni Gunungpati Semarang
  • Pengalaman Fresh Graduate Magang di Instansi Pemerintah Kemkomdigi, Dapat Gaji Setara UMP tapi Harus Benar-benar Siap Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.