Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Kota Bandung Nggak Kalah Romantis dari Jogja, Berikut Rekomendasi Film Berlatar Bandung yang Wajib Ditonton

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
4 Juni 2021
A A
Rekomendasi Film Berlatar Kota Bandung, Ternyata Bandung Nggak Kalah Romantis dari Jogja terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Tulisan saya ini terinspirasi dari tulisan Mas Gusti Aditya yang bercerita tentang film-film berlatar Jogja yang merupakan representasi dari Jogja yang romantis. Setelah membaca tulisan Mas Gusti tersebut, saya jadi ingat, ada juga beberapa film Indonesia yang setting-nya di Kota Bandung. Tentu nggak kalah dari film-film yang Mas Gusti Aditya sebutkan tersebut.

#1 Petualangan Sherina

Ya sebetulnya ini nggak di Bandung juga, ya, karena sebagian besar film ini dilakukan di Lembang yang masuk dalam Kabupaten Bandung Barat.

Petualangan Sherina menceritakan tentang Sherina Munaf yang terpaksa pindah ke Bandung lantaran ayahnya mendapatkan pekerjaan impian sebagai sarjana pertanian untuk mengurus kebun milik Keluarga Ardiwilaga di Lembang. Di sekolah barunya, Sherina bertemu dengan Sadam, anak paling nakal di sekolah yang ternyata anak bungsu dari Ardiwilaga.

Hal ini diketahui Sherina saat berlibur ke rumah Ardiwilaga, sekaligus menemani ayahnya ke sana. Sialnya, dalam momen tersebut, Sherina dan Sadam diculik oleh bos properti bernama Kertarajasa karena Ardiwilaga keukeuh nggak mau menjual kebunnya tersebut untuk dijadikan real estate. Singkat cerita, filmnya terus berlanjut dan berakhir bahagia.

Kalau kamu pengin melihat bagaimana hijaunya Kota Bandung dan indahnya Lembang yang terdiri dari ratusan hektar kebun teh dan hutan hujan tropis yang indah sehingga dikagumi oleh Bangsa Belanda ketika masa kolonial, kamu harus nonton film ini. Lantaran di tahun 2021, 20 tahun setelah film ini, banyak perubahan di Lembang yang nggak seasri dan seasyik 20 tahun yang lalu.

#2 Jomblo

Film besutan Hanung Bramantyo ini berkisah tentang empat mahasiswa baru di Kota Bandung, yakni Olip (Rizky Hanggono), Bimo (Dennis Aghiswara), Agus (Ringgo Agus Rahman), dan Doni (Christian Sugiono). Mereka berempat sedang mencari cinta sejati. Meskipun film ini merupakan film komedi, ada banyak pelajaran serta sudut pandang baru yang dapat kita ambil. Film ini tayang pada tahun 2006 di mana saat itu saya masih kelas 2 SMP.

Film Jomblo ini pun membuat saya berambisi untuk kuliah di Institut Teknologi Bandung lantaran empat tokoh utamanya diceritakan berkuliah di Institut Teknologi Bandung dengan segala serba-serbinya. Sayang, pada tahun 2010 dan 2011 saya gagal masuk Institut Teknologi Bandung. Padahal jarak rumah saya dan kampus ITB kurang dari satu kilometer saja.

#3 The Tarix Jabrix

Film besutan Iqbal Rais ini tayang saat geng motor lagi sadis-sadisnya di Kota Bandung pada tahun 2007-2008-an. Saat itu, ada banyak kasus kekerasan yang melibatkan banyak kelompok bermotor anak muda Kota Bandung. Film ini pun berusaha membahas fenomena geng motor di Kota Bandung dengan pendekatan yang lucu. Film ini sendiri dibintangi oleh seluruh personel grup band The Changcuters, Carissa Putri, Francine Rossenda, dan Ario Bayu.

Baca Juga:

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

Film The Tarix Jabrix sedikit membahas mitos-mitos seputar geng motor yang saat itu sangat ditakuti di Kota Bandung. Mulai dari tes masuk geng motor yang susah, hingga stigma kekerasan yang selalu menempel pada anggota geng motor. Saat itu, di dunia nyata banyak beredar cerita bahwa untuk masuk geng motor, calon anggotanya harus bisa mengendarai sepeda motor dari Lembang sampai Kota Bandung dengan kecepatan tinggi dalam keadaan rem blong. Selain itu, ada tes lainnya seperti harus bertahan melakukan sparring tinju dengan anggota senior geng motor sebagai syarat masuk geng motor.

Film ini pun membuat saya menyukai grup band The Changcuters dan musik rock lainnya, baik dalam maupun luar negeri. Film ini juga membuat saya begitu menyukai setelan rock and roll yang ditampilkan grup band The Changcuters seperti celana pensil, jaket jeans, maupun jaket kulit yang sering saya gunakan sampai sekarang. Film ini sukses membuat saya menyukai berbagai motor jadul, termasuk Honda Astrea Supra yang saya tunggangi saat ini yang telah berusia 20 tahun.

#4 Preman Pensiun

Saya tahu, Preman Pensiun bukan film. Tapi karena sudah dibuat dalam bentuk film dengan judul yang sama, jadi saya masukan dalam tulisan ini. Preman Pensiun sendiri adalah sinetron bergenre komedi yang ditayangkan RCTI dan diproduksi oleh MNC Pictures.

Fokus cerita Preman Pensiun adalah tentang Kang Bahar yang sudah pensiun dari kelamnya bisnis keamanan yang ia bangun selama puluhan tahun sejak pertama kali merantau ke Kota Bandung dari Garut. Awalnya, Kang Bahar hanya mencari nafkah dengan jualan tahu, leupeut, dan telur asin di Terminal Cicaheum, tapi blio nggak terima karena harus membayar pajak pada preman setempat, padahal penghasilannya saat itu sangat kecil dan kepikiran, “Kenapa nggak saya aja yang mungut pajak?”

Berbekal ilmu silat yang ia pelajari sejak anak-anak, Kang Bahar menghabisi seluruh preman yang ada di Terminal Cicaheum, lalu dengan singkat menguasai juga pasar dan jalanan di Kota Bandung. Ia juga akhirnya berteman dengan para dedengkot Kota Bandung dalam menjalankan bisnisnya. Bisa dibilang, Preman Pensiun adalah The Godfather versi Sunda.

Preman Pensiun adalah satu-satunya sinetron yang saya ikuti dari awal sampai tamat. Karena selain ber-setting di Kota Bandung, cerita sinetron ini sangat lucu dan penuh makna. Para pemainnya juga betul-betul orang Bandung, dengan logat Sunda yang kental tanpa dibuat-buat, sehingga betul-betul terasa alami dan bikin saya betah nonton sinetron ini.

#5 Dilan 1990

Barangkali film yang saya sebutkan ini adalah film paling terkenal yang ber-setting di Kota Bandung hingga saat ini. Dilan 1990 adalah film drama romantis yang disutradari oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baiq berdasarkan novel dengan judul yang sama karya Pidi Baiq. Film ini perankan oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla sebagai Dilan dan Milea. Ada juga bintang film papan atas Indonesia lainnya seperti Farhan, Ira Wibowo, Tike Priatnakusumah, Adhisty Zara (Zara JKT48), Walikota Bandung Ridwan Kamil. Dan ada juga Kakak Vanesha, Sissy Priscillia, yang menjadi narator film ini sekaligus suara dari Milea dewasa.

Sebagai warga Kota Bandung, saya merasa bahwa kisah Dilan seperti prekuel dari The Tarix Jabrix karena menyinggung aksi geng motor yang telah terbentuk di Kota Bandung pada tahun 90-an yang lekat dengan remaja Kota Bandung yang sedang mencari jati diri. Film ini secara sempurna telah menggambarkan suasana Bandung tahun 90-an yang asri, dingin, dan sepi, lengkap dengan sejumlah kendaraan bermotor yang digunakan masyarakat pada tahun tersebut. Kondisi Kota Bandung pada film Dilan 1990 nggak seperti sekarang yang serba panas dan macet.

Entah kenapa, film ini membuat saya bernostalgia. Seolah-olah saya pernah merasakan masa SMA tahun 90-an, padahal saya baru memulai masa SMA saya tahun 2007. Terlebih, saya sendiri baru lahir pada tahun 1992 di Kota Bandung, dua tahun sebelum seting film ini. Inilah kekuatan magis dari Pidi Baiq yang telah sukses merangkai kata-kata dalam filmnya sehingga terasa sangat hidup. Saya sendiri memang sudah membaca novel Dilan terlebih dahulu, bertahun-tahun sebelum dibuat jadi film.

Sebetulnya masih banyak lagi film-film Indonesia yang berlatar Kota Bandung seperti Perahu Keras, From Bandung with Love, Bike Boyz, dan masih banyak lagi. Tapi saya pikir, yang saya sebutkan di atas adalah yang paling populer dan yang paling relevan menggambarkan Bandung sebagai tempat yang romantis dan nggak kalah dari Jogja.

BACA JUGA Cerita Warga Kota Bandung yang Habiskan Waktu di Perempatan Soekarno Hatta-Kiaracondong dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: BandungFilm IndonesiaHiburan Terminalkota bandung
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

5 Jalan di Kota Bandung yang Perlu Dihindari Saat Berkunjung ke Sini terminal mojok.co

5 Jalan di Kota Bandung yang Perlu Dihindari Saat Berkunjung ke Sini

22 November 2021
traveloka holiday stays summer hills bandung rekomendasi villa bandung

Tips Cari Villa di Bandung agar Tak Terjebak Macetnya Kota Ini

7 Desember 2021
5 Rekomendasi Hotel Murah Meriah di Sekitar Gedung Sate Bandung

5 Rekomendasi Hotel Murah Meriah di Sekitar Gedung Sate Bandung

21 April 2022
Kota Bandung (Unsplash.com)

Berkat Batagor, Kota Bandung Dinobatkan Jadi Salah Satu Kota Kuliner Terbaik di Asia

19 Juni 2022
pemain underrated program olahraga fans klub sepak bola youtube net soccer eropa sepak bola indonesia pemain muda mojok

Program Olahraga TV Era 2000-an Tak Hanya Menyajikan Berita, tapi Juga Referensi Musik

2 Juli 2021
3 Penyebab Kemacetan Paling Menyebalkan yang Bikin Mati Tua di Jalan bunderan cibiru bandung

Surat Terbuka untuk Pemerintah Kota Bandung: Tolong Atasi Kemacetan di Bunderan Cibiru!

2 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Karimun Wagon R: Mobil Kecil yang Menyelamatkan Pemiliknya dari Gosip Kampung

Karimun Wagon R, Rekomendasi Cerdas Mobil Pertama untuk Kaum Mendang-mending yang Belajar Punya Mobil

15 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Unik karena Desainnya yang Aneh Mojok.co

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

20 April 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang
  • Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.