Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Pengalaman Mencoba Kopi Circle K: Awalnya Meremehkan karena Kopi Minimarket, Malah Terkesan karena Rasanya Enak

Wahyu Tri Utami oleh Wahyu Tri Utami
14 September 2025
A A
Pengalaman Mencoba Kopi Circle K: Awalnya Meremehkan karena Kopi Minimarket, Malah Terkesan karena Rasanya Enak

Pengalaman Mencoba Kopi Circle K: Awalnya Meremehkan karena Kopi Minimarket, Malah Terkesan karena Rasanya Enak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kopi Circle K mengubah pandangan saya soal kopi minimarket yang ala kadarnya~

Biasanya kalau ngomongin kopi minimarket, ekspektasi saya itu ya standar saja: kopi ala kadarnya, sekadar ada, yang penting bisa bikin melek. Namanya juga kopi di minimarket, apa sih yang bisa diharapkan? Kalau mau yang fancy, tinggal ke kedai kopi kekinian dengan barista penuh tato dan apron kulit. Kalau mau yang aman, ya seduh kopi sachet di rumah.

Kopi minimarket itu posisinya ada di tengah: tidak fancy, tapi juga tidak sereceh sachetan. Tapi jujur, ekspektasi saya ke kopi minimarket memang rendah sekali.

Sampai suatu hari, saya akhirnya mampir ke Circle K. Dengan kepala penuh prasangka, saya pesan es kopi susu. Dalam hati, saya sudah siap-siap menerima rasa kopi yang “ah yaudahlah” sekadar cairan kental manis dengan tambahan aroma kopi. Eh, ternyata saya salah besar.

Less sugar sesuai selera

Es kopi susu Circle K ini masuk selera lidah saya. Serius. Rasa kopinya rich, legit, dan manisnya pas, tidak keterlaluan. Saya ini tipe orang yang hampir selalu pesan kopi dengan catatan “less sugar”. Soalnya saya takut kemanisan. Tapi di Circle K saya tidak perlu kasih notes macam-macam. Tanpa harus repot mengurangi takaran gula, racikan mereka sudah lebih kalem dan ramah buat lidah saya yang sekarang makin alergi sama rasa manis.

Singkat kata, saya merasa menemukan hidden gem di antara rak minuman dingin dan roti sobek. Kopi Circle K ini underrated banget.

Karena pengalaman pertama sukses, saya penasaran mencoba varian lain. Pilihan jatuh pada Sea Salt Caramel. Jujur, waktu pesan, saya agak takut. Biasanya menu-menu caramel begini gampang bikin enek, soalnya rata-rata racikannya “gula dengan tambahan gula” lalu diberi label caramel. Tapi ternyata, Circle K kembali berhasil bikin saya melongo.

Sea Salt Caramel-nya terasa manis, tapi tidak berlebihan. Lebih penting lagi, si asin dari sea salt-nya tidak muncul sebagai gimik semata. Ia menyatu dengan si manis caramel, membentuk harmoni rasa yang bikin saya mikir: ini beneran kopi minimarket, atau diam-diam mereka nyulik barista dari kafe ternama?

Baca Juga:

Memang Tak Banyak Indomaret dan Alfamart di Bantul, tapi, Masalahnya di Mana?

Motor Kredit Menciptakan Kabut Tebal yang Menyembunyikan Wajah Asli Kemiskinan, Terlihat Mengilat tapi Fondasinya Melarat

Kalau diibaratkan hubungan, kopi ini kayak pasangan yang tidak terlalu banyak gaya di media sosial, tapi aslinya kalau sudah kenal dekat, bikin betah.

Seandainya Circle K lebih variatif soal menu es kopi

Saya jadi kepikiran, kenapa Circle K tidak lebih sering promosi soal kopi mereka? Padahal kopi Circle K ini layak dapat spotlight lebih. Ya, saya tahu branding mereka bukan kedai kopi, tapi minimarket 24 jam. Tapi justru itu poin plusnya. Bayangkan: nongkrong di Circle K, bisa beli kopi enak, sekalian jajan Pop Mie, sambil dapat AC gratis. Sebuah paket kombo yang sulit ditolak.

Sayangnya, pilihan menu mereka masih terbatas. Saya kepingin mereka lebih berani eksplor. Kalau es kopi susu dan sea salt caramel saja sudah bisa bikin saya kagum, saya penasaran bagaimana kalau mereka bikin varian mocha, hazelnut latte, atau bahkan matcha espresso fusion ala kedai fancy itu. Bisa jadi Circle K malah naik kelas tanpa mereka sadari.

Apalagi buat orang-orang yang males ribet, yang ngopi bukan demi pamer cup Instagrammable, tapi murni cari rasa enak, kopi Circle K ini bisa jadi solusi murah meriah. Tidak perlu antre panjang. Tidak perlu khawatir saldo e-wallet habis karena bayar kopi 40 ribu. Dan tidak perlu dengerin musik indie sendu yang diputar keras-keras oleh barista kafe. Tinggal gesek, pesan, dan nikmati.

Kopi minimarket bisa kasih kejutan

Saya akhirnya sadar, selama ini mungkin saya terlalu meremehkan kopi minimarket. Saya kira mereka sekadar pelengkap dagangan. Padahal ternyata mereka bisa kasih kejutan. Circle K, khususnya, berhasil bikin saya berpikir ulang soal standar “kopi enak”.

Jadi kalau lain kali ada yang nanya, “Ngopi di mana yang enak tapi nggak mahal?” saya mungkin akan jawab dengan kalimat yang bikin orang kaget, “Coba ke Circle K.” Biar mereka rasakan sendiri pengalaman ketemu hidden gem yang selama ini tersembunyi di balik logo merah putih oranye itu.

Kalau saja Circle K berani nambah menu dan sedikit gencar promosi, saya yakin mereka bisa jadi jagoan baru di dunia kopi cepat saji. Sampai hari itu tiba, biar saya simpan dulu rahasia kecil ini: Circle K, tempat di mana kopi minimarket bisa bikin lidah bahagia.

Penulis: Wahyu Tri Utami
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Circle K Terlalu Eksklusif makanya Ketinggalan Jauh sama Indomaret

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 September 2025 oleh

Tags: Circle Kes kopies kopi susuKopikopi circle Kkopi minimarketminimarket
Wahyu Tri Utami

Wahyu Tri Utami

Pembaca buku, penonton film, penulis konten. Sesekali jadi penyelam andal (di internet, bukan di air).

ArtikelTerkait

Dua Cara Praktis Mengukur Kenikmatan Kopi Sachet terminal mojok

Dua Cara Praktis Mengukur Kenikmatan Kopi Sachet

14 Maret 2021
5 Air Kelapa Kemasan yang Rasanya Enak dan Menyegarkan Terminal Mojok

5 Air Kelapa Kemasan yang Rasanya Enak dan Menyegarkan

20 November 2022
Kasta Kopi Minimarket dari yang Paling Enak sampai Skip Aja daripada Kecewa

Kasta Kopi Minimarket dari yang Paling Enak sampai Skip Aja daripada Kecewa

23 Oktober 2025
rekomendasi warkop untuk warga kediri fast bar skripsian di coffee shop home brewer kopi cafe kafe coffee shop mojok

Rekomendasi Alat Kopi bagi Home Brewer Pemula

24 November 2020
6 Aturan Tidak Tertulis Saat Beli Kopi di Fore Coffee yang Perlu Diketahui Pembeli

6 Aturan Tidak Tertulis Saat Beli Kopi di Fore Coffee yang Perlu Diketahui

15 Mei 2025
5 Dosa Penikmat Kopi yang Sebaiknya Dihentikan Terminal Mojok

5 Dosa Penikmat Kopi yang Sebaiknya Dihentikan

2 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sidang Skripsi Nggak Perlu Dirayakan Berlebihan, Ingat Ada Revisi Mojok.co

Jangan Bangga Skripsi Nggak Banyak Revisi, Bisa Jadi Itu Pertanda Salah Arah yang Bikin Repot Saat Sidang Nanti  

20 Juni 2026
Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL Mojok.co

Bukannya Ogah Berbagi Ilmu, Para Karyawan Cuma Nggak Punya Cukup Waktu untuk Membimbing PKL

21 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026
3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok Mojok.co

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

17 Juni 2026
Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

Anggaran Perpustakaan Itu Mahal, tapi Kita Tak Pernah Peduli karena Maunya Terima Jadi

22 Juni 2026
Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat Mojok.co

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat

17 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.