Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

“KIM JI YOUNG: BORN 1982” dan Depresi yang Diam-diam Hadir di Pikiran Perempuan Setelah Menikah

Mimi Hilzah oleh Mimi Hilzah
3 Desember 2019
A A
KIM JI YOUNG: BORN 1982 dan Depresi yang Diam-diam Hadir di Pikiran Perempuan Setelah Menikah

KIM JI YOUNG: BORN 1982 dan Depresi yang Diam-diam Hadir di Pikiran Perempuan Setelah Menikah

Share on FacebookShare on Twitter

Kim Ji Young: Born 1982 adalah film keluarga yang fokus pada kehidupan pribadi serta keluarga seorang wanita bernama Kim Ji Young yang diperankan oleh aktris Jung Yu Mi. Film bergenre melankolis ini menceritakan kisah Kim Ji Young seorang perempuan muda yang menghadapi depresi tanpa benar-benar disadarinya, membuatnya sesekali berbicara seperti orang lain yang bukan dirinya di puncak kelelahannya.

Di kesehariannya selama dua tahun terakhir, ia menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak perempuannya. Ji Young seperti halnya perempuan pada umumnya manut pada tradisi turun temurun bahwa perempuan ketika telah menikah dan memiliki anak sudah semestinya menjadi seseorang yang siap sedia dan siaga dalam rumah tangga. Yang mana tanpa melupakan bahwa dalam kehidupan berumah tangga, perempuan memang mendapatkan porsi tanggung jawab lebih besar tetapi sebaliknya diberi porsi kuasa lebih kecil dibanding lelaki. Contohnya bagaimana ketika Ji Young hampir kembali bekerja atas restu suami tapi kemudian dihalangi oleh ibu mertuanya. Menurut ibu mertuanya adalah tak pantas manakala Ji Young bertukar peran dengan suaminya, ia pergi bekerja dan suaminya menjaga anak perempuan mereka di rumah.

Kim Ji Young terbilang beruntung memiliki seorang suami yang cukup peka dan memahami kondisi istrinya. Suami Ji Young diperankan oleh aktor Gong Yoo seringkali secara tiba-tiba memeluk erat istrinya, bahkan tak segan menangis manakala ia menguatirkan keadaan Ji Young. Ia pula yang terus mendorong Ji Young untuk menemui psikiater demi mendapatkan pertolongan.

Adalah Ibu Ji Young yang juga termasuk sosok yang cukup tangguh yang memungkinkan Ji Young bangkit dari keadaan psikisnya yang sangat tidak menentu. Ibu yang biar bagaimana, mampu merasakan penderitaan anak perempuannya jauh lebih baik dibanding siapapun.

***

Film Kim Ji Young: Born 1982 ini tak sepenuhnya mulus. Plot yang datar sesekali patah di awal dan beberapa adegan yang tidak perlu cukup mengundang rasa bosan. Tapi Jung Yu Mi dan Gong Yoo memerankan peran mereka dengan cukup baik hingga membuat rasa ingin tahu apa yang akan terjadi pada pasangan ini, tetap terjaga selama film diputar.

Semua aktivitas keseharian perempuan dengan tampilan sederhana dan hampir selalu tanpa make-up ini seperti memanggil pengalaman kita sendiri sebagai perempuan menikah dan yang telah memiliki anak. Suara tangisan anak yang menjadi nyanyian sehari-hari di telinga, tumpukan piring kotor menjadi hal biasa, lembaran pakaian yang butuh dilipat, mainan anak berserakan di lantai, memasak berulang kali tanpa jemu atau gantinya kita mungkin akan didera rasa bersalah dan tak becus belum cukup baik melayani suami dan anak. Belum termasuk soal bagaimana seorang menantu dituntut lebih sempurna lagi jika berada di rumah mertua. Bahkan di dalam lingkaran keluarga sendiri, tak jarang seorang perempuan tidak bisa menghindar dari pendapat-pendapat pribadi yang mengkritisi segala usaha yang sebenarnya sudah ia coba sempurnakan sekuat-kuatnya.

Belum lagi soal kritikan dari orang-orang yang bahkan tidak mengenal dirimu, orang-orang yang merasa perlu menyumbang komentar hanya atas pertimbangan pandangan mata mereka saja. Ketika misal kau rehat sejenak demi menikmati secangkir kopi di kafe, bisa jadi seorang asing di meja lain memandangmu sebagai istri yang beruntung karena bisa menggunakan uang suami demi membeli kopi di sebuah kafe tanpa harus setengah mati ikut bekerja. Kau bisa menikmati tidur siang seakan-akan kau adalah istri yang kurang peka, padahal orang-orang bisa jadi tidak pernah tahu ‘pertarungan’ apa saja dan berapa banyak yang sudah kau lalui demi tetap setia pada peranmu hari ini.

Baca Juga:

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

Konten “5 Ribu di Tangan Istri yang Tepat” Adalah Bentuk Pembodohan

Momentum pecah di film ini adalah ketika ibu Ji Young datang dan terkejut mendapati kondisi putrinya. Ketika itu Ji Young sempat kehilangan kesadarannya beberapa menit dan berbicara seolah-olah ia adalah neneknya. Ibu Ji Young ketika itu benar-benar sadar bahwa putrinya memang sedang dalam keadaan ‘sakit’. Ia memeluk Ji Young dan menyemangatinya bahwa ia harus pergi kembali bekerja. Ia bersedia pindah tinggal di dekat rumah mereka dan meninggalkan restorannya demi mengurus cucunya. Ji Young harus melakukan apa yang membuatnya bahagia.

Sejak diterbitkan pada 16 Oktober 2016, novel “82nyeonsaeng Kimjiyoung” atau “Kim Ji-Young, Born 1982″ mengalami banyak kontroversi tersebab beberapa pembaca laki-laki menilai buku tersebut menggambarkan laki-laki sebagai penindas. Menurut saya film ini memang layak ditonton oleh bukan hanya kaum perempuan, tetapi juga kaum lelaki pun anak-anak remaja yang kelak bakal mengalami apa yang disebut pernikahan. Supaya nantinya, perempuan tidak seorang diri menghadapi kelumit emosional dalam dirinya atau bahkan seperti Ji Young yang tidak menyadari ‘sakitnya’ sampai suaminya berterus terang mengenai kondisinya.

Seperti yang dikatakan Ji Young kepada si psikiater; Aku merasa apa yang aku lakukan selama ini cukup membuatku bahagia. Hanya terkadang datang perasaan semacam terperangkap…

Ji Young untungnya tidak mengalami hal-hal buruk lainnya kecuali trauma di masa lalu dan ketidakstabilan emosi menghadapi kenyataan berpindahnya ia dari sosok wanita aktif bekerja menjadi ibu rumah tangga, dilema antara mengejar impian atau menjadi sosok yang bersedia mewujudkan impian-impian anggota keluarganya.

Di sekitar kita ada perempuan-perempuan yang juga terperangkap dalam relasi kuasa yang tidak memberi ruang gerak yang cukup untuk mereka berekspresi ataupun mengeluarkan pikiran, bahkan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga tetapi tidak mengetahui pintu mana saja yang bisa mereka buka agar mereka terbebaskan. Pun jika mereka tahu, mereka mendapati dilema bahwa hal itu bisa jadi sebuah aib yang sebaiknya tetap menjadi tanggungan mereka untuk dirahasiakan sampai mereka mati.

***

Ocan, anak bungsu kami, memberi saya sebuah pertanyaan sederhana begitu kami usai menonton film ini. ‘Apakah Mami pernah mengalami hal seperti di film itu dulu?”

Saya bahkan tidak bisa menjawabnya. Saya hanya bisa sangat terhubung merasakan apa yang dialami Ji Young, ada banyak kali kesempatan di mana saya merasa payah begitu tidak berdaya. Yang terbersit seusai menonton film tersebut hanyalah saya ingin memeluk dan mengirimkan pesan semangat kepada semua perempuan di luar sana. Bahkan kepada anak perempuan saya. Bahwa tidak mengapa jika pada akhirnya kita tidak menjadi sempurna. Bahwa jalan keluar pertama yang bisa kita pilih adalah menerima kenyataan bahwa kita memang memiliki kelemahan dan kita berhak untuk gagal sesekali. Dan setelahnya, kita mudah-mudahan mampu menerima uluran tangan orang lain yang peduli, walaupun kita oleh orang-orang terdekat seolah-olah selalu dituntut memikul tanggung jawab rumah tangga yang sedemikian beratnya seorang diri.

Kita yang semestinya boleh saja menanyakan pertanyaan sederhana kepada diri kita sendiri; apakah selama ini kita sudah cukup bahagia?

BACA JUGA Perspektif Orang Ketiga dalam Prahara Rumah Tangga Orang Lain atau tulisan Mimi Hilzah lainnya. Follow Facebook Mimi Hilzah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Desember 2019 oleh

Tags: kim ji young: born 1982relationshipreview film kim ji young: born 1982Rumah Tangga
Mimi Hilzah

Mimi Hilzah

ArtikelTerkait

3 Pelajaran Berumah Tangga dari Sinetron Mahabharata di ANTV terminal mojok

3 Pelajaran Berumah Tangga dari Sinetron ‘Mahabharata’ di ANTV

9 Juli 2021
Istilah 'Ibu Dilarang Sakit' Menunjukkan Betapa Saktinya Ibu Rumah Tangga terminal mojok.co

Istilah ‘Ibu Dilarang Sakit’ Menunjukkan Betapa Saktinya Ibu Rumah Tangga

27 Februari 2021
5 Aturan Tidak Tertulis di Rumah. Sederhana, tapi Bisa Bikin Runyam kalau Tidak Dipatuhi Mojok.co

5 Aturan Tidak Tertulis di Rumah. Sederhana, tapi Bisa Bikin Runyam kalau Tidak Dipatuhi

22 September 2024
tips menjadi menantu idaman mertua idaman mojok.co

Menjadi Mertua dan Menantu Idaman Tidak Semudah Tips Suksesnya, Sist

10 Agustus 2020
Pengangguran Terjadi Bukan Karena Keadaan, Tapi Faktor Gengsi sarjana mahasiswa lowongan kerja terminal mojok.co

Halo Ayah Muda, Kalian Boleh Sesekali Egois kok!

8 Agustus 2020
5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok  Mojok.co

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

18 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

14 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.