Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Kepalsuan-Kepalsuan yang Bikin Muntah

Dwi Susilowati oleh Dwi Susilowati
1 Juni 2019
A A
kepalsuan

kepalsuan

Share on FacebookShare on Twitter

Di dunia ini, kehidupan sudah sumpek sama puing-puing informasi yang tercecer sembarangan seperti sampah. Di mana pun kita berada, kita akan selalu disuguhi oleh potret-potret pemengaruh yang menjelma malaikat. Seperti saat menjelang pemilu belakangan misalnya—banyak terpampang baliho-baliho dengan foto para calon dengan wajah berseri seperti artis iklan lotion pemutih badan. Memang benar-benar!

Di sepanjang jalan, tak lagi kutemui keasrian. Warna-warni baliho raksasa menyilaukan mata. Menutupi cantiknya langit sore. Padahal, nggak ada tuh paparan visi misi yang jelas. Foto saja segede gaban buat apa? Dikira mereka—kami ini tolol hanya memilih pemimpin berdasarkan kecantikan atau ketampanannya saja? Benar-benar tidak ada esensi sama sekali.

Mari berhenti membahas baliho. Ada hal yang lebih menjemukan daripada itu. Zaman ini, kita tentu acap kali menemukan laporan-laporan palsu alias pencitraan yang tidak sesuai kenyataan. Kita sering menemukannya hilir mudik di beranda atau kolom explore media sosial. Di sana, akan kita temui banyak pemimpin yang terjun langsung ke sawah yang berlumpur, atau sekadar ikut nimbrung makan bersama para buruh—atau merangkul para pengais sampah. Katanya—guyub rukun sama rata, tidak ada ketimpangan di antara penguasa dan rakyatnya. Eh ndilalah, hanya di depan kamera saja to. Oalah Paaaak Pak~ Buuuu Bu~

Sejujurnya, saya bicara begini bukan asal tuduh. Karena beberapa kali saya menemukan pemimpin yang suka action di depan dokumentator saja. Asal klik, unggah, dengan caption yang terlampau bijak, citra yang tergambar akan menampilkan sosok pemimpin yang penuh kesahajaan dan citra baik—padahal aslinya sampah abis.

Tidak semuanya sih yang busuk begitu. Ada kok beberapa pemimpin yang berhati tulus, yang bersungguh-sungguh ingin membantu rakyat kecil—namun tidak sedikit pula yang cuma pura-pura.

Ada salah satu penelitian yang bilang, rata-rata milenial main telepon genggam adalah 5 jam per hari. Itu artinya, sekitar satu pertiga waktu melek kita digunakan untuk hidup di dunia maya. Iyaaa—dunia yang berbanding terbalik dengan dunia nyata dan dipenuhi kelancungan itu lhooo~

Maka, tidak heran bila para penguasa punya strategi licik untuk mengelabui kita—menyesatkan persepsi dan prasangka kita. Karena mereka berpikir kita akan menelan cuma-cuma melalui unggahan yang mereka sandiwarakan di social media. Mereka tahu betul, kita adalah orang yang malas riset, kita sering tersulut emosi dengan cepat, atau sering asal setuju dengan satu kali lihat saja, dan kita adalah orang yang mudah percaya.

Oleh karena itu, atas nama transparansi yang sekarang lagi digembor-gemborkan dan—katanya sih—dijunjung oleh para petinggi negeri, kita dijejali tipu muslihat—oleh siasat mereka yang membuat kita buta.

Baca Juga:

Jika Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra Nyaleg, Begini Gaya Kampanye Mereka

Baliho Caleg di Jalan Tangkel-Suramadu Malah Bikin Saya Ogah Nyoblos. Mending Balihonya Direvisi Sekarang, Pak/Bu!

Kepalsuan media sosial kini memang jadi racun yang merusak batin, mengotori pikiran-pikiran waras kita, membuat kita jadi gila. Kamu tahu kan, tak jarang orang merasa depresi hanya karena media sosial. Sering juga kita jadi super cinta, rela memihak dan membela seseorang demi hal-hal yang tidak rasional. Media sosial jadi seperti tuhan, sebab begitu mudahnya orang menghamba dan membela pesohor mati-matian.

Pencitraan, hoaks, dan kebenaran yang dilebih-lebihkan. Di mana kini kebenaran yang benar-benar benar?

Siapa sebenarnya yang salah? Apakah orang-orang yang suka pamer? Atau orang-orang yang jualan online barang branded harga mahal dengan kualitas picisan? Atau netizen yang suka julid dan mengumbar kebencian di kolom komentar sana sini? Atau para penguasa yang suka pura-pura baik bak dewa? Atau para pengembang media sosial? Atau pencita telepon genggam? Atau saya yang suka menyalahkan orang-orang? Entahlah~

Kita semua tahu, di dunia ini tidak ada kebenaran yang hakiki kan? Bukankah kita hanya membenarkan apa-apa yang kita yakini saja? Dan kepalsuan itu hanya diri sendiri yang tahu.

Yang pasti—tidak ada yang benar-benar salah atau benar, yang ada hanya kita yang tidak bijak. Maka, memang begitulah manusia. Untuk menjadi dirinya sendiri saja lupa bagaimana caranya—termasuk saya yang suka menyalahkan semua orang.

Semoga sakit mual ini lekas sembuh.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2022 oleh

Tags: CalegKepalsuanPemilu 2019Politik Indonesia
Dwi Susilowati

Dwi Susilowati

Gadis 21 tahun yang belum kenal dirinya sendiri.

ArtikelTerkait

Mengaspal Jalan Kampung, Akal Bulus Caleg Petahana di Balik Jalan yang Mulus Mojok.co

Mengaspal Jalan Kampung, Akal Bulus Caleg Petahana di Balik Jalan yang Mulus

8 Desember 2023
haters luqman

Kisah Luqman dan Fenomena Haters di Indonesia

17 Juni 2019
media sosial

Puasa Media Sosial: Sarana Refleksi Diri

25 Mei 2019
plot twist

Jika Politik Bisa Ada Plot Twistnya, Apakah Cinta Juga Bisa Demikian?

23 Oktober 2019
kawan menjadi lawan

Kawan yang Kini Merasa Menjadi Lawan, Kembalilah Seperti Dulu

26 Mei 2019
mendadak tahu bulat

Selain Tahu Bulat, Apakah yang Mendadak Itu Tetap Enak?

31 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026
Bakpia Kukus Kuliner Jogja yang Palsu dan Cuma Numpang Tenar (Unsplashj)

Dear Wisatawan, Jangan Bangga Berhasil Membawa Oleh-oleh Bakpia Kukus, Itu Cuma Bolu Menyaru Kuliner Jogja yang Salah Branding

21 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.