Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Berbagai Ujian yang Akan Dihadapi Mbak Puan dan DPR 2019-2024

Haryo Pamungkas oleh Haryo Pamungkas
3 Oktober 2019
A A
mbak puan maharani

mbak puan maharani

Share on FacebookShare on Twitter

Dear Mbak Puan Maharani,

Selamat sebelumnya telah menjadi pilot perempuan pertama bagi DPR; setelah 74 tahun lamanya dominasi laki-laki lembaga legislatif itu berdiri. Semoga RUU PKS cepat disahkan dan revisi UU Perkawinan masuk prioritas Prolegnas setahun ke depan ya, Mbak.

Tapi Mbak Puan, saya mau bilang begini: agaknya tugas lima tahun ke depan sungguhlah berat. Pertama, sebab kepercayaan masyarakat telanjur ambyar kepada anggota DPR. Ya karena banyak betul kontroversi yang dibikin pendahulu-pendahulu sampean. Kemudian semua emosi itu terakumulasi; bertumpuk-tumpuk hingga puncaknya muntah pada hari-hari menjelang DPR 2014-2019 longsor, eh lengser.

Saya melihat sudah oke tuh pidato Mbak Puan pasca ditarik sumpah oleh hakim MA: kami (DPR) tidak anti kritik; saya akan menjadikan DPR menjadi rumah rakyat yang sesungguhnya, dan seterusnya, dan seterusnya. Terdengar agak formil dan narasi yang hampir sama dari satu periode ke periode. Tapi cukup okelah sebagai permulaaan. Setidaknya terlihat niat baiknya, meski selalu begitu sih pidato-pidato.

Tapi tetap ada yang harus diingat—menyitir Sukab, dalam Sepotong Senja untuk Pacarku-nya Seno Gumira—siapa yang masih sudi mendengar kata-kata (DPR) di dunia ini, Mbak Puan? Sederhananya yang mau saya bilang hanyalah: ada semacam krisis kepercayaan masyarakat terhadap wakilnya di parlemen. Dan krisis kepercayaan itu lebih m(u)asok diatasi dengan kerja-kerja anggota DPR setelah ini. Saya kira memang tidak mudah, tapi apa salahnya mulai memperbaiki? Sebab jika periode ini masih gagal mengembalikan kepercayaan masyarakat, ke depan bisa akan lebih buruk; demokrasi jangka panjang menjadi taruhan.

Kedua Mbak Puan, terkait fungsi legislasi yang menjadi sorotan belakangan. Baik dari segi kuantitas mau pun kualitas UU yang dihasilkan. Gaduh soal RKHUP, RUU Minerba, RUU Permasyarakatan, RUU Pertanahan, revisi empat kali UU MD3, RUU Koperasi, revisi UU KPK, RUU KKS, dan banyak lagi mestilah menjadi refleksi dan evaluasi. Kuantitas UU yang dihasilkan juga mesti menjadi perhatian khusus. Atau dengan kata lain, harus ada target sekaligus sistem agar UU yang dirampungkan pada periode ini meningkat dari sejumlah 35 UU ‘murni’ pada periode lalu.

Sebab masyarakat menilai kerja-kerja DPR, salah satunya, melalui fungsi legislasi itu, Mbak Puan. Apakah yang menghambat perampungan UU adalah Pemerintah, misal, sejujurnya masyarakat tidak peduli-peduli amat. Ya bagaimana, kata Pemerintah justru UU inisiatif yang menghambat adalah DPR, kata DPR adalah Pemerintah. Kan hmm sekali jadinya.

Ketiga yang harus dihadapi adalah citra institusi dan integritas anggota dewan, Mbak. Periode lalu sebanyak 23 anggota dewan diciduk KPK. Itu sulit betul dilupakan oleh masyarakat tentu saja. Terlebih revisi UU KPK yang diketok senyap menjadi sorotan dan banyak menuai kontroversi. Salah satu pesan yang diterima masyarakat, dari pengesahan revisi UU KPK adalah: ada upaya pelemahan terhadap lembaga anti rasuah itu. Terbukti dari banyaknya gelombang penolakan dari berbagai kota.

Baca Juga:

Puan Maharani Adalah Kita, Sudah Bekerja Keras, tapi Masih Dipaido

Dear Puan Maharani, It’s Your Time to Shine!

Mau diakui atau tidak, Mbak Puan, institusi yang akan sampean pimpin 5 tahun ke depan memang telanjur punya citra buruk. Partisipasi rapat, misal, atau serba-serbi bobok nyenyak yang cepat viral di media sosial. Sejujurnya sudah sejak lalu kerja-kerja DPR banyak menjadi sorotan, tapi apa mau dikata, kritik—sepertinya—hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Hanya menjadi lucu-lucuan—ingat bagaimana DPR menggelar lomba kritik stand up comedy? Lord Fahri cs terlihat tergelak, penuh tawa, lebih fokus pada ‘humor’ yang dibawakan ketimbang substansi kritik; dan ini menjadi berbeda ketika masyarakat justru menolak terang-terangan pemilihan pimpinan KPK dan revisi UU KPK. Ada indikasi bahwa kritik masyarakat hanya menjadi semacam ‘hiburan’ dan tidak betul-betul ditanggapi.

Terakhir adalah komunikasi. Citra institusi dapat ‘dibersihkan’ melalui komunikasi kepada masyarakat. Di era komunikasi digital ini, media sosial, barangkali, bisa menjadi kunci. Entah misal, dengan membuat semacam infografik, video animasi, atau poster yang menggambarkan kerja-kerja DPR. Atau malah, potret-potret bobok nyenyak menjadi dasar untuk komunikasi kepada masyarakat.

Intinya adalah jangan ada kekakuan di antara kita ya, Mbak. Jangan sedikit-sedikit merendahkan kehormatan dewan, galak balik kalau dikritik, melapor ke polisi, dan lain-lain. Komunikasi kuno semacam itu, saya kira, tidaklah terlalu efektif dan justru semakin melebarkan jurang antara masyarakat dan wakilnya di parlemen. Humor tanpa menghilangkan substansi atau merendahkan harga diri. Mirip-miriplah dengan admin media sosial TNI-AU.

Akhirnya komunikasi menjadi ‘dua arah’; DPR benar-benar ‘hadir’ dan berkomunikasi dengan cara-cara ‘khas’ orang dulu dan pesantren: humor tanpa merendahkan dan menghilangkan substansi. Tapi komunikasi juga mesti ditunjang dengan kerja-kerja nyata ya, Mbak Puan. Maka saya menarik simpulan begini pada akhirnya, apa-apa yang dihadapi Mbak Puan dan DPR 2019-2024 adalah: krisis kepercayaan masyarakat, citra institusi dan integritas anggota dewan, fungsi legislasi, pengawasan, anggaran, dan pencarian tim serta admin media sosial yang ‘oke’ dan tidak kaku bin kenceng-kenceng amat.

Terakhir, saya ingin mengucapkan selamat atas dilantiknya DPR 2019-2024 dan mari mengawal sejak dini. (*)

BACA JUGA Ibu Saya Anggota DPR yang Sedang Didemo dan Anak-anaknya Ribut di Grup WhatsApp atau tulisan Haryo Pamungkaslainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Oktober 2019 oleh

Tags: ketua dpr ripdi perjuanganperempuan pertamaPolitik Indonesiapuan maharani
Haryo Pamungkas

Haryo Pamungkas

Mahasiswa FEB Universitas Jember.

ArtikelTerkait

sidang MK

Di Sidang MK Para Ahli Hukum Berkumpul dan Berdebat, Saat Itulah Saya Kebingungan Memahami Bahasa Level Tingginya

26 Juni 2019
pak prabowo

Pak Prabowo, Katakan pada Pak Jokowi Bahwa Saya Sudah Siap Bersama Rakyat untuk Mendukung dan Mengontrol Kepemimpinan Bapak

30 Juni 2019
indonesia timur

Curhatan Seorang Timur yang Menyesal Iri pada Jawa

28 Mei 2019
Puan Maharani, Satu-satunya Capres Perempuan dari Partai Sejauh Ini Terminal Mojok

Puan Maharani di Mata Sesama Perempuan: Privilese Itu Tidak Menarik di Mata Kami

6 Desember 2022
buzzer negeri ini

Mari Kita Sambat Soal Negeri ini

2 Oktober 2019
kepalsuan

Kepalsuan-Kepalsuan yang Bikin Muntah

1 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota Mojok.co

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

10 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya Terminal

Predikat Cumlaude Kini Basi dan Tidak Prestisius Lagi karena Terlalu Banyak Mahasiswa Memilikinya

10 Mei 2026
PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.