Kangen Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Lenyap

Kenangan Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Tiada Mojok.co

Kenangan Main Bola di Lapangan Grass Block Sisi Timur Alun-Alun Kota Batu yang Kini Sudah Tiada (wikipedia.org)

Setiap melihat atau melewati Alun-alun Kota Batu, saya selalu ngebatin, betapa berbedanya wajah alun-alun yang sekarang dengan alun-alun yang dulu.

Sejak 2011, Alun-alun Kota Batu sudah mulai padat, meriah, dan banyak isinya. Ada taman air mancur, hingga bianglala. Sudah mirip dengan tempat wisata, dan lebih banyak diisi oleh wisatawan ketimbang warga Batu sendiri. 

Padahal, dahulu Alun-alun Kota Batu bentuknya ya seperti alun-alun pada umumnya, selayaknya definisi alun-alun yang sebenarnya. Alun-alun  didominasi oleh taman-taman yang kebetulan dibangun tugu atau monumen di dalamnya. 

Ada pula beberapa lapangan, dari yang kecil hingga yang agak besar, lalu diberi pagar pembatas agar nggak bersinggungan langsung dengan jalan raya. Dan, dulu masih banyak warga lokal Batu yang main ke alun-alun.

Bahkan, saking “lokalnya”, Alun-alun Kota Batu saat itu juga sering sekali dipakai sebagai tempat pelajaran olahraga oleh beberapa sekolah yang ada di sekitarnya.

Salah satunya, ya sekolah saya. Saya bersekolah SD di SD Negeri Ngaglik 1 Batu. Lokasi sekolah saya dekat sekali dengan alun-alun, jaraknya kurang dari 1 km. Dan soal olahraga di Alun-alun Kota Batu, saya punya satu kenangan tersendiri.

Pelajaran olahraga di alun-alun jadi momen favorit

Sependek ingatan saya, waktu kelas 5 dan 6 SD (setelah 2008-2009), guru olahraga saya selalu mengagendakan pelajaran olahraga di alun-alun. Agenda ini mungkin dilakukan sebulan atau dua bulan sekali.

Momen ini jadi momen favorit saya dan teman-teman. Sebab, kami akhirnya bisa “main” keluar di tengah-tengah jam sekolah.

Pelajaran olahraga di alun-alun ini jadi pelajaran olahraga paling menyenangkan dan paling santai, sebab nggak ada materi yang diajarkan. Beda dengan pelajaran olahraga di lapangan sekolah.

Kalau saat itu guru olahraga mengagendakan pelajaran olahraga di alun-alun, kita segera ganti baju olahraga, dan segera berkumpul di lapangan sekolah. Setelahnya, kita disuruh jogging dengan hati-hati (karena lewat jalan raya) sampai ke alun-alun. Tentu saja didampingi dengan guru olahraga, ya.

Nah, sesampainya di alun-alun, kami lalu berkumpul di lapangan alun-alun, biasanya di lapangan sisi Timur. Kami berkumpul untuk dicek presensi satu per satu.

Lalu, kami semua melakukan pemanasan, stretching bareng-bareng yang dipimpin oleh guru olahraga. Setelahnya, kami boleh bebas berolahraga. Ada yang main di taman, ada juga yang jalan keliling alun-alun. Saya? Tentu saja main bola.

Main bola di lapangan sisi timur Alun-alun Kota Batu yang beralaskan grass block

Di sisi Timur Alun-alun Kota Batu, terdapat semacam lapangan yang cukup luas. Lapangan itu juga merupakan gerbang timur alun-alun.

Lapangan ini kerap dipakai untuk berbagai macam kegiatan atau acara. Tapi, kalau lagi nggak dipakai untuk acara, ya sebagian lapangan ini dipakai untuk tempat parkir kendaraan pengunjung alun-alun. Intinya, lapangan ini bisa dipakai buat apa saja. 

Lapangan sisi timur jadi spot favorit saya dan teman-teman untuk main bola. Sebenarnya kami nggak punya pilihan lain selain lapangan ini. Nggak ada tempat lain di Alun-alun Kota Batu yang pas buat main bola selain lapangan sisi timur.

Lapangan sisi timur alun-alun ini luas, mungkin luasnya mirip dengan lapangan mini soccer, tapi agak lebih panjang. Untuk anak-anak SD, main bola di lapangan seluas ini sudah puas banget.

Bermodalkan dua sisi gawang dari batu atau sepatu, kami sudah bisa dengan leluasa main bola. Kami biasa main 7 lawan 7 atau 8 lawan 8. Maklum, teman-teman sekelas saya memang cukup banyak.

Kami nggak hanya main bola dengan teman-teman sekelas saja. Beberapa kali kami main bola bareng dengan sekolah lain (semacam sparing gitu) yang kebetulan lagi pelajaran olahraga di Alun-alun Kota Batu juga.

Permasalahannya, lapangan sisi timur Alun-alun Kota Batu ini bukan lapangan rumput kayak lapangan sepak bola. Lapangan ini beralaskan grass block, semacam paving berlubang di tengah yang ada rumputnya.

Main bola di grass block tentunya penuh tantangan. Dibuat lari pasti nggak enak, dipakai menggiring bola pasti nggak mulus, dan kerap bikin tersandung lalu jatuh. Kalau main bolanya pakai sepatu, sih, masih agak aman. Kalau nyeker, ya siap-siap ada yang terluka aja, sih.

Meskipun nggak nyaman, tapi waktu itu kami happy-happy aja. Kami nggak protes, nggak ngeluh, tetap main bola, tetap bersenang-senang di lapangan sisi timur itu. Kami baru berhenti ketika guru olahraga menyuruhkumpul lagi untuk segera kembali ke sekolah.

Lapangan sisi timur hilang setelah Alun-alun Kota Batu direnovasi

Sekitar 2010, pemerintah Kota Batu saat itu memutuskan untuk memugar dan merenovasi alun-alun. Pemkot Batu ingin alun-alun jadi lebih cantik, lebih meriah, dan bisa jadi ikon wisata kota.

Setelah sekitar setahun proses renovasi dan pemugaran akhirnya Alun-alun Kota Batu dibuka kembali di pertengahan 2011, tentunya dengan wajah yang baru, dengan tampilan yang lebih segar.

Akan tetapi, ada yang harus dikorbankan dari tampilan baru Alun-alun Kota Batu ini. Ya, lapangan sisi timur yang beralaskan grass block ini sudah tiada, berganti dengan air mancur dan beberapa taman rumput kecil.

Lapangan sisi timur hilang. Lapangan yang pernah jadi tempat saya dan teman-teman dulu bermain bola sudah nggak ada lagi. Semuanya tinggal kenangan.

Itu mengapa, ketika melihat Alun-alun Kota Batu yang sekarang, saya nggak hanya membatin soal betapa berbedanya alun-alun yang sekarang dengan yang dulu. Kalau melihat alun-alun yang sekarang, apalagi menengok ke sisi timur, kepala saya selalu otomatis memutar kembali memori-memori masa SD ketika saya bermain bola di sana bersama teman-teman.

Sebuah memori indah yang sayangnya mustahil untuk terulang kembali.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Alun-Alun Klaten, Potret Ruang Publik yang Tak Sekadar Estetik, tapi Juga Menjawab Kebutuhan Warlok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version