Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kena Modus Penipuan Bank di Hari Libur Nasional. Apes Bener!

Yusrina Kartika oleh Yusrina Kartika
3 November 2020
A A
Kena Modus Penipuan Bank di Hari Libur Nasional. Apes Bener! terminal mojok.co

Kena Modus Penipuan Bank di Hari Libur Nasional. Apes Bener! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Nggak jarang, libur berkepanjangan bikin kita lupa tanggal dan hari. Kayak saya contohnya, yang dengan apes dan goblognya kena modus penipuan di hari libur nasional.

Kejadiannya pada Kamis, 29 Oktober, tepat di tanggal merah libur peringatan Maulid. Sekitar pukul 16.00, ada nomor tak dikenal menelepon ke nomor saya. Tadinya saya cuekin sampai akhirnya mati sendiri. Eh tapi lalu nomor itu menelepon lagi, jadilah saya angkat. Saya pikir barangkali itu nomor salah sambung, tapi dia mungkin nggak akan tahu kalau nggak saya angkat.

Ternyata penelepon mengaku dari pihak bank di mana saya jadi nasabahnya. Sebut aja lah ya, BRI. Dia menghubungi saya dan bilang kalau saya dapat hadiah karena poin BRI di rekening saya. Di waktu yang bersamaan, ada SMS masuk dengan nama pengirim BRI yang isinya iklan hadiah itu. Nama pengirimnya BRI lho ya, bukan nomor ala-ala nggak jelas. Dari situlah saya jadi sedikit yakin kalau ini betulan dari pihak Bank. Dan sejujurnya selama ini saya nggak terlalu peduli ngurusin poin-poinan begitu, jadi saya nggak tahu itu beneran atau nggak. Saya terus ladenin si penelepon.

Dia dengan detail menanyakan kapan saya bisa urus ke kantor cabang terdekat. Terus dia bilang harus diproses dulu SMS undangannya (undangan hadiah maksudnya) untuk nanti saya tunjukkan ke kantor cabang yang saya datangi. Saya ditanya nomor kartu debit saya. Itu lho, nomor yang ada di kartu ATM. Dengan gobloknya polosnya saya kasihin.

Hal lain yang bikin saya sempat terbuai adalah karena si penelepon bahkan sampai ngisiin pulsa ke nomor saya. Jadi setelah saya kasih nomor kartu debit itu, akan ada SMS lagi yang masuk. Nah untuk nerima SMS itu, pulsa saya bakal kesedot entah berapa. Tapi, kebetulan pulsa saya lagi kosong sama sekali. Lalu si penelepon langsung ngisiin pulsa ke nomor saya detik itu juga. Dengan gobloknya polosnya saya malah kesenengan.

Kecurigaan kena modus penipuan mulai muncul saat SMS berbayar itu mulai masuk. Isinya kode OTP, tapi si penelepon menjelaskannya itu adalah SMS undangan aktivasi blablabla. Dan sambil ngomong di telepon dan ditanya-tanya, saya seolah kehilangan akal sehat kalau kode OTP itu sifatnya rahasia dan nggak boleh dikasih tahu ke siapapun. Di sinilah titik kegoblogan saya. Ketika dia tanya angka kode tersebut, saya jawab dengan polosnya.

SMS OTP itu muncul berkali-kali. Dalih dia semakin banyak dapat SMS, semakin besar kesempatan saya dapat hadiah. Di situ saya mulai merasa jenuh karena urusannya nggak kelar-kelar. Mana udah sore, saya belum sholat ashar. Astaghfirullah mungkin gara-gara itu juga kali ya saya jadi nggak terlindungi dari keapesan modus penipuan ini huhuhu.

Oh iya, di SMS nya itu juga ada nominal angkanya. Saya kira itu jumlah hadiah yang bakal saya dapat, tapi kok beda-beda jumlahnya di tiap SMS yang saya terima. Saya mulai heran, jadi sebetulnya saya dapat hadiah berapa sih? Sampai pada SMS yang ke sekian, jumlah yang tercantum kebetulan pas di kisaran jumlah saldo rekening saya. Nggak persis sama, tapi kurang lebih mendekati. Firasat saya udah nggak enak, langsunglah saya buka aplikasi internet banking di HP saya sambil tetap bicara di telepon.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Nyaris Gabung Sindikat Love Scamming Internasional di Sleman. Gajinya Besar, tapi Harus Jadi Cewek Seksi dan Bisa Sexting

Pengangguran Apes setelah Menjadi Korban Penipuan Lowongan Kerja di Facebook. Niat Cari Kerja Malah Duit Melayang dan Mental Remuk

Mungkin ini juga salah satu faktor pendukung saya jadi korban modus penipuan. Kebetulan daerah saya berada sekarang susah sinyal dan waktu itu, HP saya lagi lowbat jadi saya nggak mau pindah tempat untuk cari sinyal. Saya sebetulnya pengin cek saldo ke aplikasi internet banking saya sejak sebelumnya, tapi karena susah sinyal itu jadi nggak bisa multitask antara sinyal menerima telepon dengan sinyal internet. Apalagi si penelepon masih terus mengejar-ngejar saya pertanyaan apakah SMS-nya sudah masuk, ada kode tertera nggak, dsb.

Tapi, malang, nasi sudah jadi bubur. Setelah SMS yang mencantumkan nominal angka mendekati sesuai dengan saldo rekening saya itu, dan begitu saya cek ke internet banking, saldo saya sudah berkurang sesuai dengan nominal tersebut. Baru deh saya sadar kena rangkaian ini adalah modus penipuan.

Sebetulnya saya masih percaya nggak percaya sih saat itu. Tapi, daripada keterusan, saya memutuskan buat matikan teleponnya dan langsung “konsultasi” sama kakak saya. Dan jawaban kakak saya itu betul penipuan. Huhuhu apesnya, lagi cari-cari kerja buat cari duit malah kehilangan duit.

Yah setelah saya kembali ke akal sehat (pastinya setelah menangis tersedu-sedu dulu), baru saya mereka ulang kejadian tadi. Kalau dipikir-pikir emang sayanya juga yang goblok sih. Terlepas dari betapa meyakinkannya modus penipuan itu, coba pikir pakai akal sehat, mana ada pegawai bank yang masuk kerja dan menelepon nasabah di hari libur nasional dan di luar jam kerja???

Pelajaran buat Anda semua dari pengalaman saya ini adalah, jangan gampang percaya dengan telepon asing. Pastikan dulu nomornya. Sejujurnya saya agak nggak waspada dengan aspek ini karena teringat waktu dulu ngurus pembuatan rekening di perusahaan sekuritas juga ditelepon dengan nomor yang nggak dikenal. Tapi, bedanya, pada waktu itu nomornya berawalan kode 021, yang menunjukkan bahwa itu adalah nomor telepon kantor. Bukan nomor provider yang bebas dijual di konter pulsa. Sedangkan pada kejadian ini, nomornya berawalan 0821. Duh begonya saya baru sadar sekarang.

Berikutnya, attitude penelepon. Asli deh, penipu ini cara bicaranya kedengaran sangat meyakinkan. Kayak petugas CS betulan aja gitu. Atau mungkin memang sayanya aja kali ya yang nggak pernah kena telepon penipuan, jadi blank dan gampang percaya gitu aja. Tapi, setelah diingat-ingat, ada satu aspek yang si penipu lupa. Kalau nggak salah, dia nggak nyebut nama saat memperkenalkan diri. Harusnya dan biasanya CS itu memperkenalkan namanya juga kan, ya? Duh begonya saya, lagi-lagi baru sadar sekarang.

Selanjutnya, kode OTP. Ini mungkin agak jadi masalah buat orang-orang yang gaptek. Di setiap SMS yang berisi kode OTP akan selalu ada kata-kata “rahasia”, “jangan beritahu siapa pun”, dan sebagainya. Dan yak, itu emang harus dipatuhi. Kalau nggak, bisa-bisa kena tipu. Saya juga jadi malu sendiri nih, yang notabenenya anak kuliahan masa bisa kena tipu beginian. Padahal, saya juga tahu kalau perkara kode OTP ini bukan isu baru di dunia tipu-menipu. Berkali-kali saya merutuki kegoblogan ini.

Dan yang terakhir tapi nggak kalah penting, ingat waktu. Lihat jam, lihat kalender, ingat ini hari apa. Apakah itu waktu yang wajar untuk pegawai sebuah perusahaan menelepon pelanggannya? Jangan-jangan memang modus penipuan.

Jangan hujat saya ya, saya sudah cukup sedih meratapi kegoblogan saya huhuhu.

BACA JUGA Trans Jogja Memang Nggak Cocok untuk Mereka yang Pengin Buru-buru dan tulisan-tulisan Yusrina Kartika lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 November 2020 oleh

Tags: finansialpenipuan
Yusrina Kartika

Yusrina Kartika

Mahasiswi cupu yang ingin segera lulus seperti teman-teman.

ArtikelTerkait

kripto squid game penipuan

Koin Squid Game dan Penipuan dalam Dunia Kripto

4 November 2021
Transaksi Segitiga yang Perlu Diwaspadai Orang yang Ingin Memulai Usaha Warung Sembako

Penipuan Transaksi Segitiga Perlu Diwaspadai Orang yang Ingin Memulai Usaha Warung Sembako, Awas Rugi hingga Ratusan Juta!

5 Juni 2024
pelamar kerja wawancara kerja lamaran kerja calon karyawan surat lamaran cv copas melamar kerja mojok.co

Berhati-hati Terhadap Penipuan Berkedok Wawancara Kerja

27 September 2019
Latahnya Pengguna Instagram: Pakai Prompt Sticker Tanpa Mikir Efeknya terminal mojok.co

Latahnya Pengguna Instagram: Pakai Prompt Sticker Tanpa Mikir Efeknya

23 November 2021
Dosen Pembimbing yang Nggak Becus Tak Bisa Jadi Pembenaran Jasa Joki Skripsi. Mahasiswa kok Mentalnya Pengecut? Aneh! joki tugas

Sisi Lain Jasa Joki Skripsi yang Nggak Banyak Orang Tahu, dari Hukum sampai Elitenya Remuk Bukan Main!

18 Juli 2024
melinting, isi dompet perokok

Hubungan Antara Rokok dan Ketebalan Dompet

1 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat mojok.co

IKEA Ciputra World Surabaya, Tempat yang Cocok untuk Melepas Penat Tanpa Takut Melarat

30 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Vario 125, Motor Honda yang Bikin Sesal, tapi Nggak Tergantikan (Wikimedia Commons)

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

1 Mei 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.