Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Trans Jogja Memang Nggak Cocok untuk Mereka yang Pengin Buru-buru

Yusrina Kartika oleh Yusrina Kartika
18 Agustus 2020
A A
Kapok Naik Trans Jogja Setelah Satu Kali Mencobanya MOJOK.CO

Kapok Naik Trans Jogja Setelah Satu Kali Mencobanya MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Semalam sebelum tidur, saya iseng buka situs Terminal Mojok. Nggak sengaja saya melihat artikel yang dari judulnya menggambarkan pengalaman buruk naik Trans Jogja.

Sebagai orang yang pernah rutin nglaju Prambanan–Sardjito pp dengan transportasi ini empat tahun silam, saya tergerak untuk membuka artikel tersebut. Dalam hati saya bertanya-tanya, “Wah, ada apa gerangan dengan bus legendaris dalam hidup saya ini? Apakah dia mengalami penurunan kualitas pelayanan setelah saya sudah lama nggak berlangganan lagi?”

ADVERTISEMENT

Setelah saya baca, yang kemudian muncul di benak saya adalah, “Owalah…ternyata si mbaknya salah naik bus. Kirain fasilitas TJ-nya yang makin buruk.” Begitu turun sampai kolom komentar, saya agak terkejut menemukan banyak netizen yang berpikiran serupa. Menurut netizen, apa yang diceritakan penulis itu adalah kesalahannya sendiri, tapi judul artikel seolah-olah menjelekkan moda transportasi Trans Jogja. Meski cara berkomentarnya netizen terbilang kasar, saya sependapat.

Salah rute waktu naik angkutan umum sebetulnya lumrah. Apalagi kalau baru pertama kali naik. Tapi agaknya itu nggak bisa dijadikan alasan untuk menyalahkan transportasinya.

Seperti pepatah bilang, malu bertanya sesat di jalan. Supaya nggak mengalami yang namanya salah naik bus, saya biasanya cari dulu infonya. Trans Jogja sendiri punya peta trayek yang bisa dicari di mbah Google atau biasanya ditempel di halte.

Nggak lupa saya juga crosscheck ke petugasnya, baik petugas yang di halte maupun kernet kalau sudah naik ke bus. Sejauh pengalaman saya, petugasnya ramah dan cukup jelas kok dalam memberi info. Pernah juga beberapa kali saya memutuskan batal naik karena petugasnya memberitahu, misal busnya sedang agak lama datangnya atau rutenya agak repot kalau mau naik Trans Jogja.

Pada dasarnya, transportasi umum memang nggak diperuntukkan buat mereka yang pengin buru-buru. Termasuk Trans Jogja, yang durasi tunggu maupun durasi perjalanannya sangat dipengaruhi kondisi lalu lintas karena nggak punya jalur khusus. Dulu saya bahkan harus rela selalu berangkat satu setengah jam lebih awal supaya nggak telat.

Selain itu, rutenya pun mungkin terbatas. Namanya juga transportasi umum, punya prinsip mengangkut dan mengantar sebanyak mungkin penumpang dengan jarak tempuh seefisien mungkin. Disediakan buat masyarakat secara umum dan cuma melalui rute yang umum dicari masyarakat. Kalau bus yang dinaiki malah membawa anda muter-muter dulu, barangkali rute itu memang nggak umum dicari orang. Jadi, biar nggak merasa kecewa setelah naik angkutan umum, sebaiknya cari tahu dan pahami dulu risikonya.

Baca Juga:

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

Trans Jogja sendiri sebetulnya sudah jauh lebih bagus dibanding waktu dulu saya masih rajin memakainya. Dulu, tiap pulang kuliah saya harus ekstra sabar karena trayek yang saya naiki banyak penumpangnya namun sedikit armadanya. Bus datang bisa sampai lima belas menit sekali, eh sekalinya datang sudah penuh dan cuma bisa mengangkut satu-dua orang. Terpaksa nunggu bus berikutnya deh sampai saya kebagian giliran untuk naik. Rekor pribadi saya, saya pernah nunggu sampai satu setengah jam!

Belum lagi busnya yang sudah jelek banget. Lampunya remang-remang kalau malam, lantainya bolong, pegangan untuk penumpang yang berdiri sudah pada putus, kursinya ada yang jebol, AC bocor dan nggak ada anginnya sama sekali. Saya yang sudah lama sembuh dari motion sickness saja pernah dibuat mual gara-gara di dalam bus pengap dan bau mesin banget.

Kalau nggak salah sejak 2017, semua bus jelek itu akhirnya diganti dengan bus baru dan jumlah armada yang lebih banyak. Lampunya sudah terang-benderang, AC-nya dingin sampai bikin menggigil, dan nggak lagi pengap bau mesin. Juga nggak perlu berdesak-desakan lagi karena jarak waktu antar bus nggak terlalu lama, sehingga nggak terjadi penumpukan penumpang. Selain itu, trayeknya pun ditambah dan diperluas. Sayangnya saya cuma sebentar merasakan naik Trans Jogja era modern itu, karena setelahnya saya sudah punya dan bisa mengendarai motor ke mana-mana. Nggak jadi penumpang setianya lagi deh, hehe.

Buat yang belum pernah atau baru mau mencoba naik Trans Jogja, jangan jadi sungkan ya naik bus ukuran tanggung ini. Serius deh, fasilitasnya udah enak banget. Asal mau mempelajari rute dulu dan nggak malu tanya sama petugasnya, naik Trans Jogja bisa jadi alternatif bepergian yang nyaman dan murah meriah.

BACA JUGA Rapid Test Sebagai Syarat Kembali ke Rantau: Pemerintah yang Minta, Rakyat yang Bayar dan tulisan-tulisan Yusrina Kartika lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Agustus 2020 oleh

Tags: BusJogjakendaraan umumtrans jogja
Yusrina Kartika

Yusrina Kartika

Mahasiswi cupu yang ingin segera lulus seperti teman-teman.

ArtikelTerkait

Ranking Masjid dan Musala Mal di Jogja dari yang Paling Nyaman hingga yang Seadanya Banget MOJOK.CO

Ranking Masjid dan Musala Mal di Jogja dari yang Paling Nyaman hingga yang Seadanya Banget

5 Oktober 2024
Mie Ayam Jogja Ternyata Tak Seenak Reputasinya, Makan Sekali Langsung Kapok, Mie Ayam Malang Jauh Lebih Enak mie ayam solo

Mie Ayam Jogja Ternyata Tak Seenak Reputasinya, Makan Sekali Langsung Kapok, Mie Ayam Malang Jauh Lebih Enak

6 Februari 2024
3 Destinasi Museum Date di Jogja biar Kencanmu Nggak ke Situ-situ Aja terminal mojok.co

3 Destinasi Museum Date di Jogja biar Kencanmu Nggak ke Situ-situ Aja

3 Oktober 2021
Culture Shock Orang Jogja Saat Kulineran di Tegal

Culture Shock Orang Jogja Saat Kulineran di Tegal

6 Agustus 2022
Dari Jogja Pindah Minang, “Dipaksa” Makan Nasi Padang Tiap Hari (Unsplash)

Nasib Mahasiswa Pertukaran dari Jogja ke Padang ketika Setiap Hari “Dipaksa” Menikmati Sedapnya Nasi Padang

29 Maret 2024
Jogja Nggak se-Istimewa Itu Setelah Saya Merantau (Unsplash)

Pandangan Saya Terhadap Jogja Berubah Setelah Merantau, Ternyata Kota Ini Nggak Istimewa Amat

22 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi Mojok.co

Rezeki memang tak melulu soal uang, tapi senang juga rasanya kalau dapat duit bertubi-tubi

18 Juli 2026
Fans Ronaldo nangis melihat Messi real GOAT di final Piala Dunia (Unsplash)

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

18 Juli 2026
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.