Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan

Annatiqo Laduniyah oleh Annatiqo Laduniyah
30 April 2020
A A
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan
Share on FacebookShare on Twitter

Puasa di bulan Ramadan merupakan salah satu rukun wajib dalam Islam. Oleh karena itu, setiap muslim memang sudah wajib hukumnya untuk menjalankan puasa selama sebulan penuh. Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang itu tidak boleh puasa di bulan Ramadan. Salah satunya yakni perempuan yang sedang menstruasi. Siklus menstruasi yang terjadi setiap bulan memang menjadi halangan untuk dapat berpuasa pada bulan Ramadan. Alhasil, kita memang harus mengganti puasa wajib di hari lain.

Karena pada umumnya, masa suci bagi perempuan berkisar sekitar 15 hingga 24 hari setiap bulannya. Artinya bagi kita yang masih dalam usia subur, sangat sulit untuk tidak berhutang puasa Ramadan yang durasinya 29 atau 30 hari.

Setiap perempuan yang menstruasi ketika Ramadan pasti punya keluh kesahnya tersendiri. Saya sendiri merasa selalu mengalami ‘banyak drama’ ketika mengalami menstruasi di bulan Ramadan. Tidak jarang menstruasi datang ketika hanya beberapa menit saja menjelang berbuka. Dan ketika itu terjadi, saya bisa menjerit meski mungkin hanya dalam hati karena jerih payah menahan lapar dan haus dari saat sahur hingga saat terakhir menjelang berbuka menjadi sia-sia: karena puasanya menjadi batal. Sebenar-benarnya sakit sekaligus yang berdarah~

Pengalaman yang banyak dialami oleh perempuan ini sering kali membuat kita selalu ‘getun’ (kecewa). Terkadang marah sendiri sampai keluarlah kalimat, “Tahu gitu kan ngeceknya pas udah azan aja” atau, “Kenapa sih, nggak nunggu azan sekalian?” Sebuah penyataan dan pertanyaan yang entah ditujukan kepada siapa. Yah, meskipun demikian, mau tidak mau kita harus menerima bahwa hal tersebut memang kodrat yang diberikan kepada kita sebagai perempuan.

Tidak berpuasa bukan berarti bisa bebas makan dan minum begitu saja. Karena dalam praktiknya, saya sering kali harus sembunyi-sembunyi ketika makan dan minum dari pagi hingga magrib. Bahkan beberapa teman saya ada yang sampai ikut tidak makan selama sehari dan hanya minum saja. Entah itu karena memang malas atau terbawa suasana orang-orang sekitar yang berpuasa.

Mau beli di warung, tapi malu. Mau masak sendiri di dapur kos, nanti bau masakannya bisa tercium ke mana-mana. Jadi sering merasa serba salah (nggak enakan).

Keadaan seperti itu terjadi tidak saja karena kita menyadari bahwa kita tidak pantas makan dan minum di depan orang yang sedang berpuasa. Akan tetapi juga karena kita merasa malu diketahui sedang menstruasi. Begitulah, stigma tentang perempuan yang menstruasi terkadang masih dianggap tabu dan menjijikkan.

Belum lagi, jika ketahuan makan dan minum di depan anak-anak, siap-siap saja jadi bahan semprotan emaknya. “Mereka kan sedang latihan puasa, mbok ya lihat-lihat kalau mau makan.” Memang sih, proses pembelajarannya bisa kacau. Tapi tolong imbangi juga dengan memberi mereka pengertian. Yah, walaupun memang tidak mudah.

Baca Juga:

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

Oh iya, belum lagi dengan dalih “menghormati”. Yang menurut saya, hal ini selalu menjadi perdebatan tiada habisnya ketika Ramadan. Siapa yang harus menghormati siapa? Dan siapa yang minta dihormati siapa? Pertanyaan basi yang terus berulang setiap tahunnya.

Singkatnya, perempuan yang sedang menstruasi dan tidak berpuasa seakan-akan dituntut berperilaku seperti orang-orang yang sedang berpuasa.

Selain itu, yang terasa lebih berat lagi adalah ketika perempuan mengalami siklus menstruasinya selama 2 kali dalam sebulan. “Buka Tutup” istilahnya. Saya pernah mengalami ini selama bulan Ramadan. Mengalami menstruasi di minggu pertama bulan Ramadan, kemudian siklusnya terulang lebih cepat dan jatuh pada minggu terakhir bulan Ramadan. Saya benar-benar merasa menjadi orang yang tidak cukup beruntung terkait dengan ibadah puasa wajib yang sedang dirayakan oleh seluruh umat muslim di dunia.

Walaupun banyak juga amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh perempuan yang sedang menstruasi ketika Ramadan, tapi tetap saja tidak dapat merasakan euforia buka bersama dan salat tarawih berjamaah. Saya jadi tidak bisa merasakan momen-momen penting dalam bulan Ramadan seperti ramai-ramai ikut menyambut datangnya awal bulan Ramadan dengan berpuasa sebagaimana orang muslim pada umumnya. Ataupun mengumpulkan berkah di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dengan berburu lailatul qadar.

Sedih? Sangat. Sebab selain itu, secara otomatis hutang puasa saya semakin banyak dibanding mereka yang hanya menstruasi satu kali dalam sebulan, yakni mencapai 15 hari.

Lagi-lagi, kita harus bisa nerimo ing pandum segala hal yang sudah menjadi kodrat masing-masing. Dan bagaimanapun kondisinya, berkah bulan Ramadan tidak hanya untuk orang-orang yang berpuasa saja, kok. Kita bisa meraihnya dengan cara lain.

Well, tetap semangat mencari limpahan berkah di bulan Ramadan meski sedang menstruasi, ya girls~

BACA JUGA Esai-esai Terminal Ramadan Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2022 oleh

Tags: Puasasiklus menstruasiTerminal Ramadan
Annatiqo Laduniyah

Annatiqo Laduniyah

ArtikelTerkait

ramadan

Ramadan dan Hal-Hal yang Mendadak Menjadi Spesial

6 Mei 2019
Merayakan Halloween, Merayakan Suzzanna dan Mitosnya

Merayakan Halloween, Merayakan Suzzanna dan Mitosnya

30 Oktober 2022
Memakai Masker di Bulan Ramadan selain Taat Prokes Juga Bikin PD. #TakjilanTerminal39 terminal mojok.co

Memakai Masker di Bulan Ramadan selain Taat Prokes Juga Bikin PD. #TakjilanTerminal39

3 Mei 2021
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah?

28 April 2020
Pemkot Surabaya Wujud Penguasa Tidak Adil di Bulan Ramadan (Unsplash)

Pemkot Surabaya Tidak Adil. Kalau Acara Ramadan Wajib Izin, kenapa Parkir Liar Didiamkan Padahal Sudah Jelas Tanpa Izin

9 Maret 2024
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

11 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.