Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kediri, Kota Paling Bahagia yang Kini Berubah Tak Aman bagi Mahasiswa Perantauan

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
17 April 2024
A A
Kediri, Kota Paling Bahagia yang Kini Berubah Mulai Tak Aman bagi Mahasiswa Perantauan

Kediri, Kota Paling Bahagia yang Kini Berubah Mulai Tak Aman bagi Mahasiswa Perantauan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selama tiga tahun menjadi mahasiswa perantau di Kota Kediri, saya (sempat) mengakui kalau kota ini memang pantas menyandang gelar kota paling bahagia se-Indonesia. Ya setidaknya, itu bagi mahasiswa perantau macam saya, yang mendambakan biaya hidup murah dan aman dari tindakan kejahatan seperti klitih.  

Tapi sayangnya itu dulu. Sekarang saya terpaksa harus menarik kembali pengakuan itu. Biaya hidupnya memang masih tetap murah, tapi kondisi jalanan malam di Kota Kediri mulai berubah. Sekarang jalanan malam di Kota Tahu ini seperti menjadi ladang bagi oknum pengendara motor untuk memalak harta dan mengancam nyawa.

Jika ditanya kenapa bisa sampai begitu, tentu saja saya kurang tahu. Tapi yang jelas, mencekamnya jalanan Kota Kediri saat malam hari nyaris persis seperti yang pernah ditulis sama Mas Bima Prakosa. Hanya saja, jika dulu Mas Bima bilang ada konvoi meresahkan sampai pembacokan, maka belakangan ada pemalakan dan pengancaman nyawa berkedok balapan liar. Dan saya sempat menjadi saksi sekaligus korban dari kebengisan mereka.

Situasi balapan liar di Kota Kediri benar-benar brutal

Saat awal menjumpai ada balapan liar, saya sebenarnya nggak kaget dan nggak takut-takut amat. Karena kelakuan macam itu juga pernah terjadi di kampung halaman saya. Sepanjang saya nggak menerabas pencegatan mereka dan nggak geber-geber, ya sudah, aman, pikir saya saat itu.

Akan tetapi setelah menjumpainya secara berturut-turut, saya menyadari eksistensi para pembalap liar di Kediri ini benar-benar brutal. Nggak ada cegatan sebelum mereka melakukan aksinya. Mereka seolah berpikir asal jalanan tampak sepi, ya sudah, gas. Bahkan kalau kalian memakan badan jalan sedikit saja saat mereka beraksi, maka sangat mungkin kalian diterabas sama mereka.

Motivasi mereka apa, saya juga nggak paham. Tapi kalau saya saat itu nggak memaksa minggir pas para pembalap liar lagi beraksi, mungkin saya akan lebaran di rumah sakit. Beneran. Alih-alih balapan, mereka seperti cari musuh untuk menuai keonaran melalui balapan liar.

Mau menegur? Ya silakan kalau menang jumlah. Tapi kalau nggak, apalagi kondisinya pas lagi sepi, saran saya jangan. Sebab, saya dua kali menyaksikan ada orang (satu warga, satunya lagi remaja) yang sempat adu jotos dengan mereka gara-gara menegur. Untungnya, saat itu ada warga sekitar yang keluar dari rumah buat melerai. Andai saja nggak ada, besar kemungkinan orang yang menegur itu akan celaka karena kalah pasukan.

Pembalap liar yang kadang melakukan aksi premanisme

Beberapa hari setelahnya, saya nggak lagi menjadi saksi, tapi juga menjadi korban atas kebengisan mereka. Ceritanya bermula pada jam dua malam, ketika saya muter-muter di Kota Kediri untuk cari asupan sahur. Awalnya kondisi jalanan masih aman-aman saja sampai saya berhasil membungkus asupan sahur itu.

Baca Juga:

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

Tapi saat perjalanan pulang ke kos, tepatnya di depan Taman Ngronggo Kediri, jantung saya mulai tak aman. Di depan saya ada anak muda yang bergerombol di pinggir jalan. Entah mereka ngapain di pinggir jalan, saya nggak bisa memastikan. Tapi yang jelas, saya yakin mereka adalah para pembalap liar, mengingat modifikasi motornya dan knalpot brong yang dipakainya.

Salah satu dari mereka menyetop saya dengan melambaikan tangannya. Awalnya, mereka cuma basa basi menanyakan saya habis dari mana. Tapi setelahnya, mereka meminta pinjaman uang dengan alasan motornya kehabisan bensin dan kebetulan semua temannya lagi nggak bawa uang. Meski alasannya terkesan nggak masuk akal, saya yang sendirian tanpa pikir panjang akhirnya memberikan uang dari saku yang cuma tinggal 50 ribu.

Apesnya, mereka bilang bahwa uang itu masih kurang untuk isi bensin. Mereka meminta tambahan uang lagi dengan nominal 200 ribu. Tentu saja saya menolaknya dengan jujur. Dan di sinilah mereka mulai melakukan aksi premanisme. Mereka berupaya memaksa dan mengancam saya dengan celurit yang diambil dari jok motornya.

Untungnya, beberapa detik setelah celurit itu keluar, ada semacam suara sirine polisi yang tiba-tiba berdengung mendekat. Alhasil, mereka gelagapan menghidupkan motornya, lalu pergi sebagai preman yang menurut saya amat sial. Kenapa? Karena suara sirine polisi itu ternyata berasal dari sound tukang bangunin sahur keliling.

Semoga Polres Kota Kediri semakin memperketat patroli malamnya

Sebenarnya, pihak Polres Kota Kediri sudah melakukan patroli malam hari demi menjaga ketertiban selama bulan Ramadan kemarin. Saya juga sering menjumpai pak polisi berhenti di beberapa titik kota, lalu menangkap para pembalap liar laknat itu. Tapi entah kenapa, kemarin hari masih ada saja balapan liar cum premanisme yang berkeliaran.

Meski saya sebagai perantau, saya berharap Polres Kota Kediri terus berpatroli meski bukan ramadan sudah sirna. Kalau saya boleh kasih saran, pak polisi bisa memperlebar patrolinya di titik-titik kota yang cenderung sepi dan minim pencahayaan macam Jalan Perintis Kemerdekaan depan Taman Ngronggo Kediri. Saya yakin, daerah macam itu rawan dijadikan markas para bandit bermotor itu.

Dan untuk warga sekitar, khususnya teman-teman mahasiswa perantau, saran saya, sementara kalau keluar malam jangan sendirian. Atau lebih baik jangan keluar malam dulu. Kerjain skripsi kalian di kos aja meski kadang rasanya penat. Sebab kalau keluar malam dan kebetulan ketemu mereka di jalan, minimal harta kalian bisa terampas, maksimal ya nyawa kalian akan terancam.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kediri di Mata Arek Mojokerto: Biaya Hidup Murah, tapi Guyonan Sarkasnya Mahal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2024 oleh

Tags: balap liarjawa timurkabupaten kedirikedirikota kedirikriminalitas kediriMahasiswaperantau
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

pajak pendidikan SPT Tahunan PPH orang Pribadi perpajakan Orang Pribadi influencer pajak npwp mojok.co

Skill yang Harus Kamu Miliki sebagai Staff dan Mahasiswa Perpajakan

6 Agustus 2020
Anggapan Sesat Seputar Kampung Inggris Pare yang Beredar di Masyarakat. Kamu Masih Percaya Nomor Berapa? kediri

Anggapan Sesat Seputar Kampung Inggris Pare yang Beredar di Masyarakat. Kamu Masih Percaya Nomor Berapa?

12 Juli 2024
Teh Naga Malang Cocok di Lidah Orang Jawa Timur yang Nggak Suka Manis dan Sepet, Nikmatnya Nggak Ada Obat! Mojok.co

Teh Naga Malang Cocok di Lidah Orang Jawa Timur yang Nggak Suka Manis dan Sepet, Nikmatnya Nggak Ada Obat!

23 Juli 2024
Saya Menyesal Memilih Jurusan Kuliah yang Baru Buka: Mudah Masuknya, Susah Lulusnya! Mojok.co

Menyesal Memilih Jurusan Kuliah Baru Buka: Mudah Masuknya, Susah Lulusnya!

17 Januari 2024
4 Warung Mi Ayam Andalan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Terminal Mojok

4 Warung Mi Ayam Andalan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret

3 Juli 2022
Jalan Benteng Pancasila Mojokerto, Jalan Sepanjang 2 Kilometer Pusat Kebahagiaan Warga Mojok.co

Jalan Benteng Pancasila Mojokerto Tak Lagi Istimewa, Uang dan Nyawa Selalu Terancam Akibat Kejahatan Jalanan Tak Diselesaikan

16 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.