Kebiasaan yang Merusak Kesehatan Fisik dan Mental, Tapi Sering Dilakukan

Kita tetap saja bandel melakukan kebiasaan-kebiasan yang berdampak buruk pada kesehatan fisik ataupun mental kita. Apa saja, kebiasaan-kebiasaan tersebut?

Artikel

Avatar

Sebenarnya tanpa perlu dinasihati berulang kali, kita itu sudah paham benar mana yang baik dan buruk untuk kesehatan kita. Tapi yah gitu, meski sudah tahu dan mengerti tentang efek samping yang akan berpengaruh terhadap kesehatan kita, kita tetap saja nekat mengulangi kebiasaan itu lagi, lagi, dan lagi.

Kita tetap saja bandel melakukan kebiasaan-kebiasan yang berdampak buruk pada kesehatan fisik ataupun mental kita. Apa saja, kebiasaan-kebiasaan tersebut? Coba cek yuk, apakah kalian juga termasuk manusia yang suka menyakiti kesehatan kalian dengan kebiasan-kebiasaan di bawah ini.

  1. Begadang

Ganjaran bagi orang yang suka begadang tentu saja akan mengalami kengatukan yang luar biasa pagi harinya. Kalau pas hari libur mah nggak masalah, tapi kalau besoknya kerja atau sekolah—siap-siap dikoyak-koyak ngantuklah. Selain dapat mewarnai kantung mata menjadi mata panda dan membuat wajah nampak layu, begadang ternyata juga bisa membawa berbagai macam penyakit yang serius. Dari mulai penyakit siabetes, tekanan darah tinggi, stroke, hingga penyakit jantung.

Sesekali begadang sih nggak masalah jika memang ada pekerjaan atau tugas yang tak bisa dihindari. Namun kerap kali banyak orang setiap hari begadang tanpa alasan yang penting. Ada yang begadang karena sibuk scroll postingan FB orang-orang, ada yang sibuk mainan Twitter, ada yang sibuk telponan sampai ketiduran, dan ada juga yang sibuk nge-game.

Tentu semua orang Indonesia sudah tahu dengan nasihat untuk tidak begadang Sang Raja Danggut lewat syair lagunya.

Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya

Begadang boleh saja, kalau ada perlunya

  1. Makan Gorengan Pinggir Jalan

Kalau mau mengikuti gaya hidup sehat, sudah pasti makan gorengan merupakan sebuah tindak kejahatan paling berat. Apalagi gorengan pinggir jalan yang notabene digoreng menggunakan minyak curah atau minyak yang sudah berulang-ulang kali dipakai.

Baca Juga:  Bacaan bagi Penentang RUU KUHP: Seberapa Detail Kamu Membaca Draf RUU KUHP?

Secara sederhananya saja, makan makanan yang berminyak saja sudah tidak terlalu baik untuk kesehatan, lah ini masih ditambah dengan minyak yang sudah dipakai berulang-ulang.

Tapi, tapi, hidup tanpa makan gorengan itu mana asyik sih ya. Lidahnya sudah terbiasa dengan gorengan, jadi kalau nggak makan gorengan itu kayak ada sesuatu yang kurang dalam hidup ini.

  1. Mainan HP

Di zaman modern ini keberaadan HP bisa dibilang sangat membantu dan memudahkan  kita dalam segala hal. Namun jangan salah, penggunaan HP yang terlalu berlebihan juga dapat menimbulkan efek negatif pada kita.

Tahu sendiri, sekarang ini sebentar-sebentar buka HP, sebentar-sebentar buka HP, lihat story WA, lihat story IG, scroll-scroll, padahal yah nggak ada yang chat.

Terlalu lama bermain HP dapat menimbulkan berbagai macam penyakit juga. Di antaranya, mata kering, kepala pusing, tangan pegal, dan leher tengeng.

Tapi yah gitu, HP itu saat ini sudah menjadi bagian dari anggota tubuh manusia je. Hidup tanpa HP, seolah ada organ yang hilang.

  1. Rebahan

The power of rebahan mungkin merupakan selogan bagi mereka yang sering menjadikan gelokeran sebagai passion dalam hidupnya. Hari-harinya Cuma buat rebahan, rebahan, dan rebahan. Seolah di dunia ini tak ada hal yang lebih menarik untuk dikerjakan selain rebahan. Jika sesekali dan sebentar mungkin tak masalah, tapi jikaa hal ini sudah dijadikan kebiasaan yang mengakar tentu bakalan beda ceritanya.

Sama dengan halnya orang yang kurang tidur, kebanyakan rebahan juga memebri dampak buruk bagi kesehatan kita. Dari mulai badan lemas dan lunglai seperti moluska (hewan lunak), kepala nyut-nyutan, tak punya gairah hidup, atau badan pegal semua.

  1. Berghibah
Baca Juga:  Mengapa Harus Kopi dan Senja, Jika Teh dan Pagi Lebih Nikmat?

Membicarakan aib  orang lain itu sudah jelas kurang baik untuk moralitas dan kesehatan mentalitas kita sebagai manusia. Tapi entah kenapa, kegiatan berghibah itu merupakan sebuah pekerjaan yang paling mengasyikan di muka Bumi ini. Kalau kata orang, di negara kita ini serba sulit untuk mengurus surat-surat adminstrasi, yag mudah itu Cuma mengurus  kehidupan orang lain. wqwq

Mottonya sih sederhana sebenarnya, kalau kamu tak mau berghibah yah siap-siap dijadikan bahan ghibahan.

  1. Stalking Medsos Mantan

Meski statusnya sudah mantan dan merupakan orang di masa lalu kita, namun tak bisa dimungkiri kadang kita suka penasaran dengan kehidupan barunya. Alhasil, tangan kita akan latah untuk mengecek media social doi. Niat hati kita pengen lihat status-status nelangsa dia setelah putus dengan kita. Syukurin menderita kan kamu setelah nggak ada aku!

Sayangnya, kadang kenyataan itu tak seindah ekspetasi. Alih-alih melihat postingan sedih doi, kadang kita justru melihat potret bahagia doi sama pacar barunya. Ambyarrrr kan kalau gini. Siapa suruh sok kepo!

Kalau habis stalking, tekanan darah kamu naik, kepala mendadak migraine, dada berdebar-debar, ulu hati sakit tapi tidak berdarah, itu tandanya kamu harus mengakhiri kebiasaan kamu stalking akun medsos mantan. (*)

BACA JUGA Menghakimi Status di Instastory: Pasal Mana Pasal? atau tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
597 kali dilihat

6

Komentar

Comments are closed.