Mari Cek Makanan Sehat Ini, Seberapa Sehat sih? – Terminal Mojok

Mari Cek Makanan Sehat Ini, Seberapa Sehat sih?

Artikel

Avatar

Makin ke sini makin banyak orang sadar pentingnya gaya hidup sehat. Bagus sekali, namun muncul juga permasalahan yang lumayan berbahaya jika kita lihat lebih dalam. Soalnya banyak orang ingin “sehat” dengan cara instan. Terutama soal pemilihan si “makanan sehat”.

Penginnya punya tubuh yang sehat dan bugar, tapi nggak mau makan sayur. Penginnya badan ramping, tapi nggak mau olahraga.Gimana ceritanya coba? Buat memfasilitasi orang yang banyak ingin tapi minim usaha ini, muncullah berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan tersebut: produk-produk yang mengklaim diri sehat, tetapi tetap enak di lidah.

Masalahnya, apa iya produk-produk tersebut, yang akan saya ulas di bawah, beneran sehat?

Makanan sehat #1 Jus buah kemasan

Jus buah kemasan ini praktis. Kamu tidak perlu repot ke pasar membeli buah, nggak perlu takut jari mulusmu lecet tersayat pisau saat mengupas buah, dan tentunya tidak perlu capek membersihkan blender karena bahkan kamu tidak perlu beli blender. Harga yang ditawarkan juga menarik, sangat murah dibanding buah asli yang kita beli. Kalau rasanya? Jangan ditanya lagi, manis dan tentunya segar.

Namun, apakah jus yang praktis dan nikmat ini beneran dibuat dari buah? Pernah nggak sih terpikir oleh kalian, harga murah, rasa enak, sehat pula… apa tidak terlalu indah untuk jadi kenyataan?

Letak tidak masuk akalnya terutama ada pada harga. Bayangkan satu gelas jus apel 250 ml. Jika isinya emang jus apel murni, paling nggak dibutuhkan 1 kg buah apel yang harga per kilonya lebih dari 30 ribu. Bagaimana bisa 1 liter jus buah apel kemasan dihargai di bawah Rp30 ribu? Jadi yang aku minum barusan apa dong?

Air gula yang dikasi perasa buah!

Yup! Itu jawabannya. Jika kalian sedang berkunjung di pusat perbelanjaan, coba deh perhatikan kandungan gizi dan komposisinya. Jangan terkejut jika melihat kandungan buah dalam jus kemasan kurang dari 20 persen dari seluruh komposisi. Sisanya pemanis dan pengawet yang namanya saja nggak pernah kita pelajari saat belajar IPA dulu.

Jadi, kalau emang mau minum jus, bikin sendiri saja lah ya. Atau kalau saking magernya, nggak usah dijus deh, dimakan langsung saja. Simpel juga kan.

Makanan sehat #2 Keripik sayur dan buah

Hobi ngemil keripik? Mau sehat? Keripik sayurlah jawabannya! Ini mungkin akan digunakan para marketer produk tersebut untuk mendapatkan perhatian kalian.

Untuk informasi saja yah, ahli gizi menganjurkan agar sayur tidak dimasak terlalu lama biar kandungan vitamin dan mineralnya tidak rusak oleh panas. Dan sekarang kalian berharap dari sayur yang dicemplungkan ke minyak panas mendidih sampai kering dan garing, kalian akan mendapatkan kesehatan dan kenikmatan dalam setiap gigitan? Yang bener saja!

Ya sudah pastilah itu semua kandungan gizinya telah sirna. Mendingan kalian makan ayam goreng aja sekalian, setidaknya masih mengandung protein yang diperlukan tubuh. Daripada kalian makan keripik yang udah nggak ada fungsinya ke tubuh sambil menipu diri bahwa itu makanan masih bisa disebut “sayur”.

Makanan sehat #3 Suplemen makanan

Ini yang paling saya bingungkan, banyak orang menganggap suplemen sebagai sesuatu yang luar biasa. Derajat sebuah suplemen harusnya hanya melengkapi kebutuhan nutrisi harian, bukan menggantikan kebutuhan nutrisi dari makanan asli (real food). Banyak orang yang saya temui lebih memilih meminum satu kapsul vitamin C dibandingkan memakan sebuah jeruk.

Kita bahkan tidak tahu bagaimana proses pembuatan suplemen. Bagaimana manusia mampu menciptakan berbagai macam jenis vitamin dan mineral, yang sebenarnya dapat kita dapatkan melalui bermacam buah dan sayur yang sudah alam kita sediakan untuk kebutuhan kita?

Suplemen ditujukan bagi kita yang sudah memiliki pola makan yang benar, namun masih kurang asupannya. Saking populernya yang namanya suplemen ini, banyak suplemen yang dosisnya sebenarnya jauh di atas kebutuhan kita.

Contohnya vitamin C. kebutuhan harian manusia sehat per hari hanya 70-90 mg. Lalu tengok suplemen vitamin C yang paling sering kita jumpai, dalam satu tablet bisa mengandung 100-500 mg vitamin C.

Okelah, kalau kita sakit, kita emang butuh lebih banyak vitamin C. Tapi, tidak berarti kita harus minum 500 mg sehari. Yang ada ginjal kamu kerjanya makin berat! Cukupi saja kebutuhan sayur dan buah setiap hari, saya jamin kamu akan sehat dan nggak perlu pake suplemen segala. (Lagian harganya mahal, Bos.)

BACA JUGA 5 Alternatif Cegah Berat Badan Naik saat Kebiasaan Ngemil Muncul

Baca Juga:  Beda China dan Indonesia saat Mengambil Kebijakan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
7


Komentar

Comments are closed.