Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Keadaan JLT Lumajang yang Memprihatinkan: Pesona Alamnya sih Indah, tapi Lubang Jalannya Bikin Celaka

Akbar Mawlana oleh Akbar Mawlana
5 Juli 2023
A A
Romantisnya Rute Jogja-Purworejo-Kebumen yang Penuh Jalan Berlubang Sana-sini terminal mojok.co Lumajang

Romantisnya Rute Jogja-Purworejo-Kebumen yang Penuh Jalan Berlubang Sana-sini terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jika menyebut kata Lumajang, seketika pikiran akan terbawa pada keindahan wisata alamnya. Tidak bisa terbantahkan lagi jika Lumajang memiliki banyak destinasi wisata alam yang indah. Mulai dari gunung, pantai, air terjun, dan danaunya, menyatu dan membius para wisatawan untuk datang ke Lumajang. 

Namun, keindahan wisata alam Lumajang, berbanding terbalik dengan Jalan Lintas Timur atau biasa dikenal dengan JLT. Jika satu kata yang pantas disematkan untuk mendefinisikan alam Lumajang adalah “indah”, maka satu kata yang cocok untuk mendefinisikan JLT ialah “buruk”. 

Tidak berlebihan jika saya mengatakan buruk pada JLT Lumajang. Sebab, memang faktanya kondisi jalanan di JLT sangat memprihatinkan. 

Sebagai orang Madura yang memiliki darah Lumajang, saya sering pulang kampung ke Lumajang. Dan untuk sampai ke rumah, saya pasti melewati jalan JLT. Selama melewati JLT, baik jalan dari sisi utara hingga selatan semuanya hancur. 

Kondisi jalan di JLT dipenuhi dengan lubang. Bahkan, jumlah lubangnya sangat banyak. Tidak tanggung-tanggung, jarak antara lubang satu dengan lubang yang lainnya tidak berjauhan. Parahnya lagi, lubang yang ada di JLT memiliki dimensi yang dalam. “Ini kok lebih parah daripada jalan di Madura,” batin saya.

Mobil aja terperosok, apalagi motor

Banyaknya lubang dan dalamnya dimensi lubang di jalan JLT, tentunya membahayakan bagi pengendara. Mobil yang saya kendarai saja, hampir terperosok akibat kedalaman lubang yang ada di JLT. 

“Sekelas mobil saja mau terperosok, lantas bagaimana dengan sepeda motor?” penasaran dalam benak saya. Entah kebetulan atau tidak, tepat pada saat timbul rasa penasaran dalam benak saya, tiba-tiba di depan saya ada motor yang hampir terperosok. Untung saja, pengendara sepeda motor tersebut masih bisa mengendalikan keseimbangannya, sehingga tidak sampai jatuh.

Paling membahayakan lagi jika saat musim hujan. Sebab, saat musim hujan, lubang-lubang yang ada di JLT akan tertutup oleh genangan air. Ketika jalan yang berlubang tertutup oleh genangan air, maka pengendara tidak menyadari bahwa ada lubang. 

Baca Juga:

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Bukannya kalau air menggenang, jadi tanda kalau ada lubang? Benar. Cuman, dari saking dalamnya lubang di jalan JLT, membuat volume airnya setara dengan kondisi jalannya. Sehingga, menghasilkan fatamorgana, seolah-olah jalannya rata. Hal itu tentunya membahayakan pengendara, terutama bagi orang asing yang belum pernah melewati JLT.

Cerita kawan yang berkunjung ke Lumajang

Teman yang berlibur ke Lumajang cerita pada saya. Saat itu, teman saya melintasi JLT karena penasaran akibat sering mendapat cerita kalau pemandangan di JLT indah dengan hamparan sawah yang hijau. Namun, yang diperoleh bukan keindahan, melainkan petaka. 

Sebab, teman saya hampir terjatuh akibat mengendarai sepeda motornya dengan kencang dan tidak mengetahui kalau jalannya banyak yang berlubang. “Kok bisa tidak tahu kalau banyak lubang, padahal lubang di JLT ukurannya dalam?” tanya saya.

“Lah, aku nggak sadar kalau ada lubang. Soalnya, kelihatannya tidak ada lubang karena rata tertutup oleh genangan air,” jawabnya dengan nada kesal. 

Genangan air yang menutupi jalan berlubang di JLT juga berbahaya bagi orang yang tidak fokus akibat kelelahan. Mobil saya pernah ketatap lubang akibat jalan yang berlubang tertutup oleh genangan air.

Kejadiannya terjadi saat saya menyetir dari Sumenep. Untuk sampai ke Lumajang, butuh waktu 8 jam karena jaraknya yang jauh. Dan ketika sampai di Lumajang dengan jarak tempuh yang jauh, saya sudah kelelahan. Dengan kondisi yang lelah, saya tidak fokus. Akhirnya, tidak menyadari kalau ternyata saya melewati lubang yang dalam. Alhasil, mobil saya ketatap.

Penerangan jalan yang kurang layak

Selain jalan lubang yang tergenang air, hal lain yang membahayakan saat melintas di JLT adalah ketika melintasi pada waktu malam hari. Bukan tanpa alasan, ketika malam hari, penerangan di JLT kurang baik. Bukan berarti tidak ada lampu. Di JLT ada lampu, tapi pencahayaannya kurang baik. Sebab, hanya jalan di sisi timur saja yang diberi lampu, sedangkan di sisi barat tidak ada lampu. 

Hal itu membuat pencahayaan di JLT menjadi remang-remang. Padahal, jika pemerintah peka dengan keselamatan pengguna jalan, seharusnya memberikan lampu baik di sisi barat dan sisi timur. Tujuannya agar pengendara mengetahui dengan jelas lubang-lubang yang ada di JLT agar pengendara tidak terperosok nantinya. 

Terlepas dari persoalan kondisi jalan berlubang di JLT, hal lain yang menyebalkan saat melewati JLT adalah palang besinya di pertigaan sisi selatan. Jika palang besinya berukuran kecil tidak jadi persoalan, namun palang besinya justru berukuran besar. Hal itu tidak menjadi persoalan bagi pengendara sepeda motor. Tapi, sangat merepotkan bagi pengendara mobil karena kesulitan saat mau belok. 

Padahal, dulu tidak ada palang besi di pertigaan sisi selatan. Setelah saya telisik, ternyata palang besi dengan ukuran besar dibuat agar tidak ada truk yang melintasi JLT. 

Kebijakan memberikan palang besi dengan ukuran besar, bagi saya bukan keputusan yang cerdas. Jika tujuannya agar tidak ada truk yang melintasi JLT, seharusnya dibuat tiang besi dengan ukuran tinggi. Dengan begitu, pengendara mobil tidak kesulitan untuk melintas dan truk juga tidak bisa melewati JLT. 

Harapan saya hanya satu, semoga JLT bisa segera dipermak agar menjadi nyaman dan indah. Apakah pemerintah Lumajang tidak malu dengan kondisi alamnya yang indah, tapi kondisi JLT-nya buruk?

Penulis: Akbar Mawlana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Curahan Hati Mahasiswa Jogja yang Tak Kuat Bayar UKT, Gagal Banding dan Pilih Bekerja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2023 oleh

Tags: jalan berlubangjalan lingkar timurLumajang
Akbar Mawlana

Akbar Mawlana

Alumni S1 Sosiologi dan sekarang menjadi pegiat literasi. Suka menulis isu sosial.

ArtikelTerkait

Bukan Mojokerto, tapi Lumajang yang Layak Menjadi Tempat Slow Living Terbaik di Jawa Timur

Bukan Mojokerto, tapi Lumajang yang Layak Menjadi Tempat Slow Living Terbaik di Jawa Timur

18 Desember 2025
Jalan Pucuk-Blimbing Lamongan, "Raja Terakhir" Jalur Berbahaya di Lamongan

Jalan Pucuk-Blimbing Lamongan, “Raja Terakhir” Jalur Berbahaya di Lamongan

18 Februari 2024
Lumajang Bikin Sinting. Slow Living? Malah Tambah Pusing (Unsplash)

Lumajang Sangat Tidak Cocok Jadi Tempat Slow Living: Niat Ngilangin Pusing dapatnya Malah Sinting

19 Desember 2025
Sematang Borang, Kecamatan Paling Menyedihkan di Palembang

Sematang Borang, Kecamatan Paling Menyedihkan di Palembang

13 November 2025
Kali Teyeng, Surga Tersembunyi di Lumajang yang Bikin Pengunjung Enggan Pulang

Kali Teyeng, Surga Tersembunyi di Lumajang yang Bikin Pengunjung Enggan Pulang

17 Juli 2024
Jalan Provinsi Lumajang-Jember, Jalan Terburuk di Jawa Timur, Jauh Lebih Menyebalkan ketimbang Jalan di Madura

Jalan Provinsi Lumajang-Jember, Jalan Terburuk di Jawa Timur, Jauh Lebih Menyebalkan ketimbang Jalan di Madura

17 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026
5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

21 April 2026
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya
  • Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri
  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran
  • WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.