Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Karakter Acara di 8 Stasiun TV Indonesia Saat Ini

Riyanto oleh Riyanto
18 Juni 2020
A A
acara tv indonesia tv swasta karakter acara karakter siaran mojok.co

acara tv indonesia tv swasta karakter acara karakter siaran mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Mayoritas kita pasti bilang acara TV Indonesia sekarang udah nggak bermutu, padahal entah emang nggak bermutu atau kitanya yang berkembang dan bebas milih yang kita sukai. Dulu tentunya kita ingat waktu kecil pas nonton TV, terus emak atau bapak kita komentar, “Hah, acara TV sekarang nggak bermutu.” Lihat? Seolah-olah saat kita tumbuh dewasa, acara TV Indonesia berubah semakin nggak bermutu. Padahal jangan-jangan bagi generasi di bawah kita, acara TV masih baik-baik saja.

Kita yang menjadi bebas mengakses apa yang kita inginkan. Kita kemudian bergerak terlampau cepat dan menjalani rutinitas padat, sehingga konsep acara TV yang terjadwal menjadi tidak relevan dengan kita. Kita, yang memiliki akses lebih jauh, kemudian memilih platform yang lebih fleksibel dan bisa ditonton kapan saja seperti netflix atau media streaming lainnya.

Acara TV barangkali nggak bertambah buruk, bahkan mungkin sama saja dari dulu, tetapi kitanya saja yang bertambah baik dan berkembang wawasannya. Mutlak karena ranah acara TV yang ada bukan untuk kita nikmati.

Nah, kalau kemudian yang dibicarakan adalah perubahan konsentrasi masing-masing saluran TV swasta dalam pembuatan acaranya, maka benar, banyak stasiun TV Indonesia yang berubah haluan dari waktu ke waktu. Kalo dulu kita betah mantengin Global TV tiap sore gegara ada Naruto, sekarang Global TV sudah nggak fokus lagi nayangin acara begituan.

Selain itu masih ada lagi perubahan konsentrasi acara TV masing-masing saluran, dan berikut adalah beberapa di antaranya.

Karakter acara Indosiar: mengajak kita bertobat

Nggak tahu kenapa Indosiar demen banget nayangin sinema azab. Beberapa puluh tahun lalu kayaknya Indosiar sempat dikenal sebagai stasiun penyiar drama korea populer. Bahkan demam awal Korea-Koreaan di Indonesia muncul ya karena campur tangan Indosiar. Pun setiap kali ada drama Korea yang lagi populer di Korea, pasti Indosiar yang dapet jatah hak siar Indonesia-nya, sementara saluran TV lain kebagian drama-drama remeh yang ratingnya nggak jelas.

Sekarang lihat aja, kemarin pas rame The World of the Married booming, Indosiar nggak lagi dapet hak siarnya. Kalo Indosiar yang sekarang adalah Indosiar yang dulu, sudah pasti The World of the Married tayang di sono.

Barangkali niat stasiun TV satu ini baik, ingin mengingatkan kita supaya tobat. Terbukti dengan nayangin sinema azab pagi hari, sinema azab siang hari, sinema azab sore hari, dan malemnya supaya kita nggak melupakan the music of our country, Indosiar selalu nayangin acara kompetisi dangdut yang durasi nyanyi sama komentar lebih banyak komentarnya.

Baca Juga:

Misteri Kondisi Cikgu Jasmi Setelah Lama Menghilang dan Tak Lagi Muncul dalam Serial “Upin Ipin”

RTV, Stasiun Televisi Paling Nyaman untuk Nonton Kartun

Sungguh manuver yang sangat tajam rupanya.

Karakter acara Global TV: Suka ngaco nyebut Naruto The Movie padahal cuma episode biasa

Mulai dari “Uang Kaget yang sudah beda jauh citranya dari Uang Kaget yang dulu, sampe Bedah Rumah, kini semuanya tayang di Global TV. Super Deal 2 Milyar juga tayang di situ. Kayaknya hobi banget bikin program yang dulu pernah berjaya ya. Barangkali biar yang dulu sempet seneng sama acara itu bakal nonton lagi.

Sementara itu, perlu diacungi jempol, Global masih rajin nayangin SpongeBob dan beberapa kartun lainnya yang bisa jadi tontonan saat kita jenuh dengan dunia yang serius mulu. Kadang Naruto juga masih tayang. Kadang Boruto. Kadang sekarang Naruto, besoknya Boruto. Dan nggak mau tanggung-tanggung, Global TV sering ngasih embel-embel The Movie meski isinya episode Naruto biasa. Kan ngawur. Misal judulnya “Naruto The Movie, The Last Hokage!” kan ngawur level dunia akherat. Mana ada judul the movie Naruto begituan.

Kok Naruto, SpongeBob juga kerap dikasih embel-embel the movie, padahal pas ditonton ya sekadar serial Spongebob biasa dan diulang-ulang? Kayak, mereka mencoba tampil heboh biar anak-anak pada tertarik gitu ya, eh giliran udah semangat mau nonton “The Movie”, jatuhnya kecewa berat sama apa yang disuguhkan.

Karakter acara ANTV: Jatuh cinta sama India

Ini salah satu yang konsisten barangkali yak. Demam sinetron India di Indonesia juga diawali oleh stasiun satu ini. Sebut saja Mahabarata, atau yang lebih heboh Uttaran itu. Pokoknya semua orang jadi gila India beberapa tahun yang lalu, bahkan stasiun-stasiun TV lain juga menayangkan sinetron India yang ratingnya ecek-ecek. Kayak Indosiar untuk urusan Korea dulu deh. Bedanya ANTV tetep konsisten dengan India-Indiaannya.

Karakter acara SCTV: FTV receh mulu

Ini juga masih terbilang konsisten sih. Pokoknya kalo mau nemu FTV yang seru tapi receh dan dengan judul unik-unik, tontonlah SCTV. Mulai dari pagi, sora, sampai dini hari sekalipun—saya sering ke warung burjo jam dua pagian dan yang disetel SCTV soalnya—mereka nayangin FTV. Totalitas nggak tuh.

Karakter acara Trans TV: Nggak ada bahasan selain artis

Udah deh. Ini sih udah jatuh cinta sama Rafi-Gigi kayaknya. Nggak hanya pasangan artis itu, tetapi rata-rata tayangannya nggak jauh-jauh dari gosip para artis. Eh, atau sekarang juga demen nayangin drama Korea. Bahkan terbukti serius karena berhasil mendapatkan hak siar The World of the Married kan. Dan nggak kayak Indosiar dulu yang repot-repot mengalihsuarakan dramanya, TransTV mempertahankan bahasa asli dan hanya ngasih subtitel, dengan dalih biar lebih mantap Korea-Koreaannya.

Karakter acara RCTI: Masih aja nayangin sinetron

Kalo ada yang tanya di mana sentral sinetron Indonesia, RCTI-lah jawabannya. Kalo ditanya lagi di mana sentral sinetron yang nggak ada inti plotnya, RCTI pula jawabannya. Kalo ditanya apakah sinteron di RCTI bisa tamat? Maka entahlah jawabannya.

Tetapi untungnya RCTI masih konsisten dengan nayangin acara kartun tiap akhir pekan sih ya. Jadi kita yang dulu demen banget mantengin RCTI gegara nungguin kartun ya masih bisalah melakukannya di masa-masa ini. Kalo nggak sibuk aja tapi.

Karakter acara Trans7: Koreaan mulu sekarang

Acara petualangan masih jalan. Acara Si Gundul masih jalan. Acara Bolang masih jalan. Acara sitkom daerah masih jalan. Acara On The Spot masih jalan. Acara OVJ masih jalan—meski udah aneh. Acara Tukul masih jalan. Semuanya serasa masih sama kecuali ada penambahan lain, yaitu Korea-Koreaan. Ya, soalnya segrup sama Trans TV sih ya, jadi drama-drama Koreanya di Trans TV, movie-movie Koreanya di Trans7. Serial-serial lucunya di TransTV, pembahasan Korea-Koreanya di Trans7. Sungguh simbiosis mutualisme.

Karakter acara RTV: Ultraman, Power Ranger, sama sinema klasik Indonesia

Nggak bisa bohong, RTV layak dijadikan saluran idaman anak-anak yang baru. Kartun mulu acaranya. Bahkan Tayo si bis kecil bandel ramah juga tayang di sana kan. Power Ranger juga tayang tiap hari. Dilanjut sama Ultraman. Dilanjut sama Kamen Rider. Pokoknya yang berubah-berubah gitu ada di sana semua. Setiap hari, bayangkan! Gimana nggak demen tuh anak-anak.

Dan untuk yang dewasa, sebagai alternatif nonton Ultraman atau Power Ranger, malamnya RTV nayangin serial klasik Indonesia kayak Tutur Tinular, Angling Darma, Mak Lampir, dan serial kolosal lainnya.

BACA JUGA Tonight Show dan Rating Televisi yang Menggerogotinya dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2020 oleh

Tags: acara tvstasiun tvtv indonesia
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

acara tv

Mari Melihat Bagaimana Acara TV Mempengaruhi Bocah Pada Zaman Dulu

5 Oktober 2019
Misteri Cikgu Jasmin “Upin Ipin” Setelah Lama Menghilang (Upin Ipin Fandom)

Misteri Kondisi Cikgu Jasmi Setelah Lama Menghilang dan Tak Lagi Muncul dalam Serial “Upin Ipin”

14 April 2025
SUCI IX Kompas TV Layak untuk Dinanti karena 5 Alasan terminal mojok.co

Pengalaman Saya Nonton Stand Up Comedy yang Disiarkan TV secara Langsung

20 Desember 2020
Romantisasi dan Harapan agar Acara Dream Band Bisa Kembali Tayang di TV

Romantisasi dan Harapan agar Acara Dream Band Bisa Kembali Tayang di TV

30 Mei 2020
Meninjau Jam Tayang Baru Tonight Show Setelah Vakum Satu Bulan Tonight Show dan Rating Televisi yang Menggerogotinya Tidak Merindukan Televisi Karena Ada Vincent Desta Show

Meninjau Jam Tayang Baru Tonight Show Setelah Vakum Satu Bulan

11 Juni 2020
Melihat Acara TV Indonesia yang Isinya Cuma Repost Konten Medsos terminal mojok.co

Melihat Acara TV Indonesia yang Isinya Cuma Repost Konten Medsos

15 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Pernah Kesal karena Dosen Slow Respon WA, Sampai Akhirnya Jadi Dosen Mojok.co

Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti

22 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Dosa Jogja kepada Tukang Becak Tradisional: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.