Kalau Tokopedia dan Gojek Merger, Kira-kira Bakal Gimana ya?

Kalau Tokopedia dan Gojek Merger, Kira-kira Bakal Gimana ya?

Featured

Haris Firmansyah

Kabar merger Tokopedia x Gojek bisa dibilang sebagai bentuk strategi untuk bertahan di dunia bisnis yang dinamis. Sebuah pengamalan dari semboyan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Seperti para pahlawan terdahulu yang bergotong-royong untuk merdeka. Laksana Justice League versi Snyder’s Cut yang berkumpul mencegah penjajahan alien jahat.

Ketika kelak Tokopedia dan Gojek benar-benar bersatu, yang pertama saya pikirkan adalah nama apa yang bakal dipakai? Sama seperti provider Smart dan Fren yang merger berganti nama jadi Smartfren, mungkin Tokopedia x Gojek jadinya Gopedia atau Tokojek.

Dengan dua kekuatan marketplace dan jasa transportasi menjadi satu, daya saing meningkat ke level berikutnya. Persatuan perusahaan startup buatan anak bangsa ini menurut saya bakalan berdampak baik bagi perekonomian Indonesia. Tentunya, mampu bersaing ketika berhadapan dengan invasi perusahaan asing di dalam negeri. 

Dengan bersatunya marketplace dan jasa transportasi, bisa meningkatkan efisiensi, seperti memangkas biaya untuk pihak ketiga. Dengan begitu, biaya yang dibebankan kepada konsumen pun bisa lebih murah. Dan semoga promo-promo semakin melimpah.

Mari kita bayangkan. 

Tokopedia adalah marketplace terbesar di Indonesia. Bahkan jadi salah satu pionir transformasi digital di Indonesia sejak 2009. Tidak jarang, saat penjual promosiin jualannya di Instagram atau kolom reply twit viral, calon pembeli biasa bertanya, “Ada di Tokopedia nggak?” Bahkan, istilah “Udah coba cek Tokopedia belum?” sempat jadi ungkapan spontan kala ingin mencari barang. 

Lalu Gojek punya layanan dompet digital Gopay. Jika dua raksasa ijo ini bersatu, layanan Gopay bisa semakin memudahkan proses pembayaran di Tokopedia. 

Jadi, saya rasa mergernya Tokopedia x Gojek bisa jadi kabar gembira, terutama pelaku UMKM. Tokopedia punya slogan “#SelaluAdaSelaluBisa”, sementara slogan Gojek adalah “Pasti Ada Jalan”. Ketika Tokopedia dan Gojek bersatu, maka slogannya bisa membentuk kalimat yang nyambung dan relate banget: “#SelaluAdaSelaluBisa, Pasti Ada Jalan” (berkhayal dulu siapa tahu beneran).

Sebenarnya yang paling saya tunggu-tunggu adalah manfaat kalau Tokopedia dan Gojek beneran merger. Mungkin saja bebas ongkir di Tokopedia pun bisa menggunakan jasa pengiriman instan dengan Gojek? Who knows. 

Atau borong furnitur atau barang elektronik lainnya yang berat-berat, bisa diantar pakai GoBox. Pindah kosan baru, buka Tokopedia, GoBox datang, langsung bisa dekorasi kamar semaunya. 

Harapannya, setelah mega-merger Tokopedia-Gojek, semua barang belanjaan bisa sampai ke tangan pembeli dalam waktu sehari, bahkan hitungan jam. Seperti ketika kita pesan GoFood atau GoSend. 

Selain kasih diskon cashback, penjual juga bisa kasih bonus voucher GoFitness ke pembeli. Nanti pembeli bisa nge-gym dulu biar kuat pas unboxing paket (masih ngayal).

Paket pun bisa dilacak pakai maps. Bahkan kita bisa chat dengan kurirnya yang notabene driver Gojek yang berpengalaman menyapa user aplikasi ojek online.

Tokopedia x Gojek juga bakal punya gabungan pengguna dan merchant terbesar di Indonesia. Kalau kekuatan kedua aplikasi ini digabungkan, akan lahir ekosistem lengkap yang menyediakan pilihan barang dan jasa terbesar secara online maupun offline, pengiriman cepat, dan akses tanpa batas dalam pembayaran dan layanan keuangan. Ditambah dengan mitra-mitra yang sudah lebih dulu bekerja sama dengan Tokopedia dan Gojek. Pasti bakalan jadi lengkap banget.

Dari aspek pengembangan bisnis, Tokopedia bisa menawarkan solusi keuangan untuk merchant dan partner yang juga ada di Gojek. Sehingga pinjaman modal usaha itu bisa membantu mitra semakin berkembang dan mampu menjangkau pasar yang lebih besar.

Ngomong-ngomong permodalan duniawi, kalau nilai valuasi Tokopedia dan Gojek dijadikan satu, diprediksi menembus angka 35 miliar sampai 40 miliar dolar AS, atau kisaran 490 triliun-560 triliun rupiah. Dengan angka sebesar itu, mereka bakal langsung jadi primadona saat melantai di bursa saham (katanya akan IPO dalam waktu dekat). Menurut riset yang dipublikasikan CLSA Sekuritas, valuasi perusahaan gabungan Tokopedia-Gojek berada di urutan ketiga di Indonesia setelah BCA dan BRI. Wow. (Brb nabung biar bisa beli sahamnya.)

Ketika saham perusahaan raksasa internet bisa masuk top 3 di Indonesia, saat itulah kita sadar besarnya kekuatan teknologi dan digitalisasi. Kalau dulu industri minyak dan gas jadi primadona, menurut saya sekarang zamannya industri teknologi berjaya.  

Tokopedia x Gojek juga dikabarkan bakal debut dual listing di bursa Indonesia dan Amerika Serikat. Itu artinya turut membawa nama perusahaan teknologi Indonesia ke tingkat global. Dengan kata lain, pegawainya langsung jadi top global talent. 

Yang jelas, ketika Tokopedia dan Gojek yang sama-sama warna hijau jadi satu aplikasi, kita tidak akan tertukar lagi pas buka aplikasinya di hape. 

BACA JUGA Dilema Kpopers Antara Tokopedia atau Shopee dan tulisan Haris Firmansyah lainnya.

Baca Juga:  Yakin, Sertifikat Kelas Pranikah Betul-Betul Jadi Syarat Buat Nikah?
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
19


Komentar

Comments are closed.