Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

Keysha Rizky Fadilla oleh Keysha Rizky Fadilla
27 April 2026
A A
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin kita sering bertanya “Memang masih ada orang baik di dunia ini?” Saya pun begitu. Sampai suatu saat saya sadar, saya menemukan satu tempat aneh yang bisa menjawab pertanyaan itu: Trans Jogja.

Saat SMP, saya adalah pengguna harian Trans Jogja. Setiap hari sepulang sekolah saya selalu naik bus berwarna biru dan hijau itu. Sampai SMA, walau tidak seintens dulu, saya masih setia.

Banyak kejadian yang saya alami di Trans Jogja. Mulai dari remnya yang bermasalah (blong) di tengah jalan sampai harus melaju dengan sangat pelan (benar-benar pelan untuk ukuran bus). 

Saya juga pernah ditinggal sopir sebentar untuk membeli bubur kacang ijo, nasi padang, sampai gorengan. Pernah juga saya menaiki bus dan merasa hari itu sangat “sejuk” yang ternyata pintu Trans Jogja hampir copot sampai angin bisa masuk ke dalam bus.

BACA JUGA: Tips Naik Trans Jogja Biar Aman Sentosa dan Nyaman Sampai Tujuan

Trans Jogja isinya orang baik

Terlepas dari segala hal aneh yang saya alami, menaiki Trans Jogja selama kurang lebih 5 tahun memperlihatkan sesuatu yang lebih sederhana. Kebaikan-kebaikan kecil yang ada di dalamnya.

Hal receh pertama yang saya sadari, dan sejujurnya sangat remeh, adalah ketika saat itu saya baru kali kedua atau ketiga naik. Saat itu saya hendak turun ketika seseorang di depan saya mengucapkan “Terima kasih, Pak” kepada bapak sopir. Saya ikut-ikutan. 

Ajaibnya, kebiasaan itu terbawa sampai sekarang. Kedengarannya sepele, tapi di kemudian hari saya sadar bahwa 4 kata ajaib: terima kasih, maaf, tolong, permisi, justru sering dilupakan oleh orang-orang

Baca Juga:

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

Hal lain yang saya ingat adalah ketika datang ke Halte Bandara Adisutjipto dan ingin membuat kartu khusus pelajar. Saat itu, kartunya tidak tersedia sehingga saya diminta meninggalkan nomor telepon. 

Jujur, setelah itu saya lupa dan saya tidak menaruh harapan bahwa pihak Trans Jogja akan menghubungi. Tapi, beberapa waktu kemudian, petugas benar-benar menghubungi saya. Ketika saya datang untuk mengambil, beliau benar-benar sudah menyendirikan kartu yang saya pesan agar tidak diambil orang lain.

Belajar mengalah demi orang lain

Selebihnya, kebaikan yang paling sering terjadi adalah yang paling sederhana, yaitu melihat orang-orang yang lebih muda mengalah dan memilih memberikan tempat duduknya ke lansia (bahkan walau bukan di kursi prioritas). Terlebih jalur yang saya naiki banyak berisi pedagang dan lansia. 

Sehingga, pemandangan ini kerap saya lihat hampir setiap menaiki Trans Jogja. Bahkan kadang ada dua orang yang ingin memberikan kursinya bersamaan ketika melihat seorang lansia naik ke dalam bus. Seperti rebutan tapi pada hal yang jarang diperebutkan, yaitu memberi bantuan.

Hal lain yang bikin saya kagum adalah keramahan orang Jogja. Di bus, saya sering melihat ada orang-orang yang mengobrol dengan sangat akrab sampai saya pikir “Ah memang mereka menaiki bus bersama.” 

Tapi, setelah saya perhatikan, ternyata mereka dua orang asing yang kebetulan naik Trans Jogja yang sama. Mereka bisa akrab dalam hitungan menit. Walaupun saya yakin ketika mereka bertemu lagi mereka tidak akan ingat bahwa mereka pernah mengobrol bersama di bus tapi justru di situ saya dibuat kagum dengan bagaimana supelnya orang-orang.

Tak jarang juga saya melihat bagaimana orang-orang saling membantu untuk menunjukkan arah. Terlebih bagi para pendatang, pasti mereka bingung harus turun di mana, naik rute apa, jadi para warlok dengan senang hati menjelaskan kepada mereka tentang rute Trans Jogja. Tentu dengan senyum dan keramahannya.

BACA JUGA: Asa di Kota Wisata

Satu hal penting yang saya pelajari di dalam Trans Jogja

Ternyata, kita tidak butuh banyak hal untuk menemukan atau bahkan menjadi orang baik di dunia. Kita hanya butuh ruang kecil, tempat di mana kita tidak punya banyak pilihan selain peduli.

Mungkin di luar Trans Jogja, dunia terlalu luas sehingga kita tidak punya pilihan untuk pura-pura tidak melihat, tidak tahu, atau tidak mau tahu. Akan tetapi, di dalam ruang sekecil bus umum, kita seperti diperlihatkan banyak orang yang lelah, orang yang butuh, dan orang yang perlu dibantu.

Dan mungkin, kita bukan kekurangan orang baik. Orang baik itu sebenarnya cukup banyak. Kita hanya terlalu sering punya jarak untuk tidak peduli.

Penulis: Keysha Rizky Fadilla

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Penumpang Trans Jogja Pantas Dapat Penghargaan sebagai Orang Paling Sabar Se-Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2026 oleh

Tags: bus trans jogjahalte trans jogjaJogjarute trans jogjatarif Trans Jogjatrans jogja
Keysha Rizky Fadilla

Keysha Rizky Fadilla

ArtikelTerkait

Kasih Tahu Saya dong, Bagaimana Rasanya Clubbing?

Kasih Tahu Saya dong, Bagaimana Rasanya Clubbing?

1 Desember 2019
Kisah Nelangsa Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan terminal mojok.co

Baliho di Jogja Angkuh Mengotori Pandangan ketika Alam Sudah Murka

29 Maret 2022
Tegal Tempat Merantau Paling Cocok untuk Orang Jogja, Banyak Kemiripannya! Mojok.co

Tegal Tempat Merantau Paling Cocok untuk Orang Jogja, Banyak Kemiripannya!

2 Agustus 2024
Seturan Jogja: Bekas Kerajaan Jin yang Kini Jadi Surganya Coffee Shop dan Kos LV

Seturan Jogja: Bekas Kerajaan Jin yang Kini Jadi Surganya Coffee Shop dan Kos LV

8 Maret 2024
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Perbedaan Dawuh Dalem dan Pergub: Apakah Seluruh Keputusan Gubernur Jogja Bersifat Monarkis?

6 September 2020
Jogja! Rute Trans Jogja Malah Membahayakan Warga Bantul (Unsplash)

Pemerintah Jogja Wajib Mengevaluasi Rute Trans Jogja di Jalur Bantul karena Membahayakan dan Membuat Warga Kesal

22 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.