Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jouska dan Ketakutan yang Dijejalkan kepada para Pemuda

Raflidila Azhar oleh Raflidila Azhar
25 Juli 2020
A A
jouska finansial mojok

jouska finansial mojok

Share on FacebookShare on Twitter

“Biaya persalinan sampai 88 juta?” adalah pertanyaan yang banyak muncul sebagai respon atas postingan akun financial planner Jouska yang melakukan perhitungan bagi siapa saja yang ingin atau sedang merencanakan untuk mempunyai momongan. Sebagai generasi milenial yang gagap hal begitu, tentu saya agak shock dan berpikir sebegitu beratnya urusan keuangan keluarga. Belum lagi urusan tetek bengek lainnya seperti pendidikan, kesehatan, sandang papan dan lain-lain. Seketika itu saya berpendapat, jika berkeluarga itu menakutkan.

Setelah saya tanya Ibu, beliau hanya tertawa dan bilang jika mungkin hitung-hitungannya yang diajukan Juoska punya variabel yang berbeda. Ibu saya lalu menceritakan kelahiran saya dan adik saya yang jika ditotal biayanya kurang dari setengah perhitungan Jouska. Lalu kami berdua ngobrol perihal hal itu dan masalah perencanaan keuangan keluarga, sambil ibu saya memberi sedikit gambaran mengenai hal tersebut.

Dan ternyata ketika saya telusuri, apa yang dibilang oleh ibu benar. Angka 88 juta itu ternyata meliputi hal-hal seremonial dan hal-hal yang lebih relate. Namun polemik kadung tersebar luas. Yang sudah menikah bisa jadi menunda untuk memiliki momongan karena belum mampu untuk menyiapkan uang sebegitu besar

Belum lagi lingkungan di Twitter yang tidak jarang justru membuat pendapat seperti itu terkesan benar. Pendapat orang-orang kelas menengah ke atas yang diamini malah bikin semunya nggak relevan. Seperti ada akun yang komen sambil marah-marah “kalo nggak mampu, nggak usah punya anak banyak” kepada postingan seseorang lainnya yang menggambarkan kegiatan ketiga anaknya sedang belajar online. Padahal foto tersebut benar-benar foto biasa, tapi polemiknya aduhai.

Ketakutan-ketakutan yang diproduksi oleh perusahaan keuangan dan investasi macam Jouska ini justru kontra produktif. Alih-alih membuat membuat orang sadar pentingnya berinvestasi, malah menyebarkan ketakutan akan masa depan. Ketakutan menyebar dengan cepat dan menghantui millennial-millenial seperti saya. Akhirnya, para pemuda jadi berlomba untuk investasi tanpa tahu apa-apa tentang investasi.

Tujuan dari produksi ketakutan ini adalah untuk mengeruk pundi-pundi para korban agar masuk kepada dompet institusi keuangan ini. Dengan berlagak bak penyelamat masa depan mereka, sebagai lentera yang akan menaungi masa depan mereka, perusahaan keuangan dan investasi ini menjadi benalu yang hidup dari inang-inang nya. Saya nggak bilang semua produk investasi seperti itu, namun acapkali terdengar kasus-kasus serupa.

Yang terhangat, sebuah postingan di twitter yang viral menyebutkan bahwa Jouska melakukan investasi saham pada produk saham LUCK menggunakan dana dari nasabah mereka dengan tanpa berkoordinasi dengan para nasabah terlebih dahulu. Padahal sebagai hanya institusi perencana keuangan, seharusnya fungsi Jouska hanya sebagai advisor, bukan eksekutor. Dan ternyata memang benar, dilansir oleh OJK, Jouska tidak punya izin untuk mengelola dana nasabah. Nahasnya, investasi yang dilakukan oleh Jouska jatuh dan membuat para nasabahnya merugi sampai ratusan juta rupiah.

Bahkan sekelas perusahaan asuransi plat merah macam Jiwasraya, yang iklannya sampai menggandeng Manchester City itu, telah dicap gagal bayar kepada nasabahnya. Bahkan kasus Jiwasraya, yang mempunyai motif yang sama dengan Jouska yakni berinvestasi pada saham gorengan yang tidak jelas keadaan keuangannya, masih berlarut-larut proses penyelesaiannya di pengadilan. Hal ini seharusnya menjadi tamparan keras para pelaku industry investasi, khususnya asuransi, ditengah menjamurnya fintech yang mengakomodir objek yang sama. Alih-alih menjadi solusi masa depan masyarakat, justru industri ini membunuh masa depan masyarakat secara perlahan.

Baca Juga:

Apakah Menjadi Atlet Adalah Investasi Terburuk dalam Hidup Saya?

Cuan Investasi Tanah di Bondowoso Lebih Menggiurkan Dibanding Emas

Tanpa tendensi menjatuhkan sektor investasi ini, hal tersebut seharusnya dapat dievaluasi oleh para pelaku industri. Karena hal ini dapat menyebabkan mereka kehilangan kepercayaan orang-orang dan mencoreng sector industry ini. Bahkan, seharusnya lembaga macam OJK yang mempunyai fungsi sebagai pengawas ini dapat melakukan fungsi nya sebaik mungkin dan kalo bisa, ditengah maraknya jargon investasikan masa depanmu, OJK seharusnya melakukan sosialisasi perihal seperti apa investasi yang baik dan sehat.

Toh masih banyak produk-produk investasi yang aman, sehat dan jelas yang beredar saat ini, dari mulai skala nasional macam obligasi sampai crowdfunding lokal yang menjangkau tidak hanya saham namun produk investasi pada industry UMKM dan pinjaman petani, peternak dan sejenisnya. Walaupun sektor ini memang, di Indonesia, masih prematur dan perlu dilakukan kajian-kajian oleh para pengawasnya guna menghindari kasus-kasus yang serupa terjadi. Alih-alih menjadi proyeksi bagus di masa depan, sektor ini justru mengubur dirinya sendiri.

Terakhir, orang-orang yang ingin terjun pada produk investasi juga perlu belajar dan banyak membaca ketentuan yang berlaku di produk tersebut. Bahkan bisa jadi, kerugian yang diderita bukan karena kesalahan pelaku industrinya. Bisa jadi memang daya baca orang-orang tersebut yang ogah membaca dan langsung “main tanda tangan”. Jangan sampai justru malah terlihat bodoh ketika menuntut kerugian, karena kemalasan membaca dan asal main tanda tangan tersebut.

BACA JUGA Rakyat Protes New Normal, Pemerintah Berlalu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2020 oleh

Tags: Investasijouska
Raflidila Azhar

Raflidila Azhar

Baru selesai studi Sastra Inggris di UIN Malang, kampus pesantren Indonesia.

ArtikelTerkait

Kala Investasi Jadi Gaya Hidup, Bukan Semata Menabung Terminal Mojok.co

Kala Investasi Jadi Gaya Hidup, Bukan Semata Menabung

27 Juli 2022
Investasi Sapi Disukai Warga Desa Saya daripada Investasi Emas dan Saham: Bukan Mengejar Kekayaan, melainkan Ketenteraman

Investasi Sapi Disukai Warga Desa Saya daripada Investasi Emas dan Saham: Bukan Mengejar Kekayaan, melainkan Ketenteraman

26 Juni 2024
legalisasi investasi miras mojok

Menuju Indonesia Swasembada Miras

5 Maret 2021
Jalan Udayana Mataram, Pernah Jadi Tempat Nongkrong Favorit Sebelum Tergeser Coffee Shop Mojok.co

Jalan Udayana Mataram, Pernah Jadi Tempat Nongkrong Favorit Sebelum Tergeser Coffee Shop

10 November 2023
Pengalaman Investasi Dirham Antam: Belinya Iseng, Jualnya Puyeng

Pengalaman Investasi Dirham Antam: Belinya Iseng, Jualnya Puyeng

19 Januari 2025
memborong rumah perumahan banguntapan mojok

Memborong Rumah untuk Investasi: Cuan bagi Pengusaha, Bencana bagi Rakyat Jelata

9 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal Tak Terduga yang Bikin Bahagia di Kantor (Unsplash)

5 Hal Tak Terduga yang Bikin Bahagia di Kantor

11 Februari 2026
Lumpia Semarang Cerita Cinta yang Dibungkus Kulit Tipis (Wikimedia Commons)

Lumpia Semarang: Cerita Cinta Lelaki Tionghoa dan Perempuan Jawa yang Dibungkus Kulit Tipis

14 Februari 2026
Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Kuliner Jepara Nggak Cuma Pindang Serani, Ada Juga Horok-Horok yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

9 Februari 2026
Kampus Jualan Kos Eksklusif: Cari Duit Boleh, tapi ya Nggak Begini Juga jogja

Ironi Kos Eksklusif di Jogja, Tembok Tinggi Penanda Status Sosial di Kota yang Katanya Murah Meriah  

10 Februari 2026
Alasan Saya Ogah Main Padel dan Tetap Bertahan Main Badminton Mojok.co

Alasan Saya Ogah Main Padel dan Tetap Bertahan Main Badminton

11 Februari 2026
Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong di Banyumas (Wikimedia Commons)

Orang Purwokerto Adalah Manusia Paling Sombong se-Kabupaten Banyumas

15 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • 3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”, Karena Simpel tapi Solutif
  • Gen Z Lebih Suka Beli Bunga untuk Self Reward daripada Stres Nggak Mampu Beli Rumah untuk Masa Depan
  • Pertemanan Biasa Saja dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa
  • Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan, Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium
  • Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur
  • Dihina Tetangga dan Teman karena Cuma Kerja Kasar dan Menempati “Kosan Bedeng” di Jogja, padahal Penghasilan Rp30 Juta Sebulan hingga Mampu Kuliahkan Adik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.