Dea Anugrah memulai twitnya dengan menumpahkan kekesalan sebagian orang—atau mungkin semua?—yang merasa pendapatan 80 juta per bulan seorang influencer adalah bentuk ketidakadilan.
Semakin tebal prasangka kalau laki-laki yang mengerjakan pekerjaan rumah itu “luar biasa”, semakin tebal pula jarak antara keduanya: laki-laki dan pekerjaan rumah.
Ketakutan-ketakutan yang diproduksi oleh perusahaan keuangan dan investasi macam Jouska ini justru kontra produktif. Orang hanya takut, tapi tidak sadar.