Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Joki Strava, Bukti Olahraga Lari Kini Semakin “Kejam”

I Wayan Bhayu Eka Pratama oleh I Wayan Bhayu Eka Pratama
8 Juli 2024
A A
Joki Strava, Bukti Olahraga Lari Kini Semakin “Kejam” Mojok.co

Joki Strava, Bukti Olahraga Lari Kini Semakin “Kejam” (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu terakhir media sosial ramai membahas joki Strava. Pusat keramaian ini berawal dari salah satu cuitan di media sosial X atau Twitter. Ada akun yang menawarkan jasa joki Strava bagi mereka yang malas lari, tapi tetap ingin pamer catatan Strava mereka di media sosial. Entah jasa ini sungguhan ada atau sekadar candaan belaka. Yang jelas, kemunculan Joki Strava bisa sindiran keras bagi banyak orang.

Strava adalah aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk mencatatkan aktivitas olahraga. Aplikasi ini memiliki fitur untuk membagikan catatan aktivitas olahraga ke media sosial. Nah, catatan inilah yang kerap berseliweran di medsos dan menjadi tuntutan sosial bagi sebagian orang. Apalagi bagi mereka yang teman-temannya aktif berolahraga lari atau mengikuti komunitas. 

Joki Strava dan tuntutan gengsi

Joki Strava mungkin terdengar konyol. Namun, kalau mau merenungkannya lebih dalam, kemunculannya semacam jadi pengingat bagi banyak orang betapa berat tuntutan sosial itu. Kalau tidak punya pendirian yang kuat, bukan nggak mungkin jadi individu yang diombang-ambing tuntutan lingkungan sekitar. Kondisinya semakin rumit kalau dikit-dikit FOMO alias Fear of Missing Out. FOMO adalah perasaaan takut untuk tertinggal karena suatu aktivitas atau tren tertentu yang sedang ramai di masyarakat. 

Sebenarnya bukan FOMO-nya yang salah, yang keliru adalah menghalalkan berbagai cara supaya tetap bisa ikut tren. Pada akhirnya, olahraga lari tidak lagi dilihat sebagai sarana menyehatkan tubuh, tapi sebatas memenuhi gengsi dan tuntutan sosial. 

Jauh sebelum joki strava muncul, olahraga yang satu ini sebenarnya sudah mendapat banyak nyinyiran. Bagaimana tidak, olahraga yang awalnya murah meriah cukup bermodal niat, pakaian olahraga, dan sepatu nyaman perlahan berubah jadi olahraga mahal. Kini lari seolah-olah harus menggunakan pakaian olahraga kece, sepatu mahal, hingga pelengkap lain seperti smartwatch. Bahkan, nggak sedikit yang mulai mengeluhkan komunitas-komunitas lari yang  terkesan eksklusif. 

Sebenarnya olahraga yang “naik level” seperti lari nggak selamanya buruk. Selain mengemas olahraga menjadi lebih asyik, banyak juga dampak positifnya untuk perekonomian. Terutama melalui penjualan barang-barang terkait olahraga lari dan acara-acara lari. Namun, di balik “naik level” tadi ternyata banyak harga yang harus dibayar. 

Alarm pada hal yang lebih buruk 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penawaran joki strava ini entah betulan atau hanya bercanda saja. Namun, terlepas dari benar tidaknya jasa ini, Joki Strava hanya pucuk dari gunung es. Kalau mau merenung lebih jauh, kemunculan jasa Joki Strava kombinasi dari gengsi dan masyarakat yang hanya berorientasi pada hasil. 

Kalau dipikir-pikir, dua hal itu selalu saja bisa menciptakan lapangan kerja informal lain. Tengok saja joki skripsi, joki ujian masuk universitas, hingga joki tes pekerjaan. Tindakan-tindakan tidak terpuji yang muncul dari tuntutan-tuntutan sosial yang melelahkan. Mungkin orang-orang lupa ya kalau proses-proses yang dilalui tanpa joki sebenarnya lebih bernilai daripada hasil yang diraih dengan bantuan joki itu. 

Baca Juga:

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

Olahraga Lari Adalah Olahraga yang Lebih “Drama” ketimbang Sepak Bola

Penulis: I Wayan Bhayu Eka Pratama
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 11 Istilah dalam Olahraga Lari buat Kalian yang Masih Pemula

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2024 oleh

Tags: jokiJoki stravalariolahragaolahraga laristrava
I Wayan Bhayu Eka Pratama

I Wayan Bhayu Eka Pratama

ArtikelTerkait

Olahraga Sambil Menyusuri Saluran Air Kuno Magelang Boog Kotta-Leiding Mojok.co

Olahraga Pagi Sambil Menyusuri Saluran Air Kuno Magelang Seru di Awal Saja

30 November 2023
Sports Station Bukan Tempat Belanja Kebutuhan Olahraga, yang Laku Cuma Kebutuhan Fashion Casual

Sports Station Bukan Tempat Belanja Kebutuhan Olahraga, yang Laku Cuma Kebutuhan Fashion Casual

11 Januari 2024
4 Kolam Renang Terbaik di Jogja Terminal Mojok

4 Kolam Renang Terbaik di Jogja, Cocok buat Main Air Sesekali

2 November 2022
Kalian Bukan Nagita Slavina, Berhentilah Menggunakan Parfum Baccarat Saat Olahraga

Kalian Bukan Nagita Slavina, Berhentilah Menggunakan Parfum Baccarat Saat Olahraga!

7 Mei 2024
Olahraga Jogging di Stadion vs di Tempat Terbuka, Mana yang Lebih Baik? terminal mojok.co

Olahraga Jogging di Stadion vs di Tempat Terbuka, Mana yang Lebih Baik?

13 Februari 2021
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Olahraga di Tempat Gym, Saya Terpaksa Tulis karena Banyak Member Gym Nggak Peka Mojok.co

4 Aturan Tidak Tertulis Tempat Gym, Saya Terpaksa Tulis karena Banyak Member Gym yang Nggak Peka 

19 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co magetan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

9 Juni 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.