Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Dosen Pembimbing yang Nggak Becus Tak Bisa Jadi Pembenaran Jasa Joki Skripsi. Mahasiswa kok Mentalnya Pengecut? Aneh!

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
16 Januari 2024
A A
Dosen Pembimbing yang Nggak Becus Tak Bisa Jadi Pembenaran Jasa Joki Skripsi. Mahasiswa kok Mentalnya Pengecut? Aneh! joki tugas

Dosen Pembimbing yang Nggak Becus Tak Bisa Jadi Pembenaran Jasa Joki Skripsi. Mahasiswa kok Mentalnya Pengecut? Aneh! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Kalau ada yang gampang, ngapain pilih yang sulit?” Begitulah kiranya dasar logika awal dari tulisan yang berjudul Jasa Joki Merebak karena Banyak Dosen Pembimbing Nggak Becus Membimbing Mahasiswa. Betul, ini artikel tentang kenapa orang-orang pakai joki skripsi. 

Apakah salah? Tentu saja tidak. Manusia memang punya survival instinct. Insting itu menuntun manusia agar lebih memilih jalur cepat dengan energi seminimal mungkin. Tapi, kalau logika tersebut itu digunakan untuk mahasiswa memakai jasa joki skripsi, jatuhnya bukan insting survival. Melainkan insting membodohi diri sendiri.

Sebenarnya, penulis cukup baik memakai sudut pandang penggunaan jasa joki skripsi sebagai akibat dari ketidakbecusan dosen pembimbing. Namun, sayang beribu sayang, ada substansi tak senonoh yang beliau pamerkan. Beliau cukup lugas menyatakan bahwa jasa joki skripsi bukanlah pilihan yang salah ketika dosen pembimbing nggak memenuhi keinginan mahasiswa.

Akhirnya, yang saya tangkap, logika awal tadi berubah menjadi seperti ini: “Kalau ada yang gampang menjerumuskan manusia dalam kebodohan, ngapain pilih jalan sulit yang menyelamatkan dari kebodohan?”

Jan uaneh kan logikane?!

Nggak akan ada penawaran jasa joki skripsi kalau mahasiswanya nggak pengecut

Tentu saya sepakat kalau dosen pembimbing yang nggak becus itu adalah hama bagi mahasiswa. Bagaimanapun, dosen pembimbing tugasnya ya membantu mahasiswa, bukan mempersulit. Sekalipun dosen punya banyak tugas, bagi saya, tetap harus membimbing mahasiswa dengan baik. Bukan malah seolah-olah gugur kewajiban alih-alih menyengsarakan mahasiswanya.

Tapi ya balik lagi, dengan kondisi dosen pembimbing yang nggak becus itu, bukan berarti jasa joki skripsi menjadi halal untuk dipakai. Apalagi sampai dipupuk dengan perkataan “nggak akan ada penawaran, kalau nggak ada permintaan”. Buat saya, itu sama aja dengan mengatakan “penawaran jasa joki skripsi itu baik kalau mahasiswanya meminta jadi pengecut”.  Kok bisa?

Sederhananya gini, Wir. Menjadi mahasiswa, artinya punya privilese untuk meraih kecerdasan. Dan salah satu cara meraih kecerdasan itu adalah melalui pengerjaan skripsi dan menghadapi dosen pembimbing problematik. Lha kalau dalam pengerjaan skripsi, caranya lewat joki, apa bisa kecerdasan itu diraih? Jelas nggak bisa. Justru yang diraih adalah mental pengecut.

Baca Juga:

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

Mental pengecut yang saya maksud di sini adalah mental yang lemah dan nggak berani untuk menghadapi persoalan perkuliahan, termasuk dosen pembimbing ini. Percayalah, tanpa mengurangi kejengkelan saya pada dosen pembimbing problematik, saya merasa perkara sulit itu sebetulnya tergantung kalian. Kalau mau menghadapi, pasti ada jalannya. Dan kalau mau malas, pasti ada juga alasan untuk mendukungnya.

Joki skripsi tetap salah, tetap menjadi perontok moral sekaligus penyengsara mahasiswa

Nggak hanya mahasiswanya saja yang pengecut, penjoki skripsi pun bisa dibilang pengecut. Ya gimana, ngapain orang pintar malah buka jasa perontok moral? Udah tahu dosa orang pintar, utamanya yang pengetahuannya berbasis akademis itu berbohong, kok malah menuntun calon orang pintar untuk berbohong lewat skripsi.

ADVERTISEMENT

Selain merontokkan moral mahasiswa, penjoki skripsi juga bisa dibilang penyengsara mahasiswa. Ya bayangin aja, ketika jasanya dipakai oleh mahasiswa, maka secara nggak langsung si penjoki skripsi menuntun mahasiswa untuk nggak punya kemandirian dalam menyelesaikan persoalan.

Kalau di perkuliahan sih, masih nggak terlalu masalah. Lha kalau pas terjun dunia kerja, kan nggak mungkin si mahasiswa memakai jasa joki. Dengan begitu, bukan tak mungkin si mahasiswa akhirnya sengsara karena sebelumnya terbiasa memakai jasa joki.

Saya nggak tahu, apakah penulis tadi itu termasuk kalangan penjoki skripsi seperti temannya atau nggak. Tapi yang jelas, saya menyarankan agar temannya segera bertobat. Kasihan mahasiswa yang berpotensi punya mental pengecut. Mereka ini udah terpancing menjadi pengecut karena dosen pembimbingnya, malah semakin tergoda dengan adanya jasa joki skripsi.

Tamparan keras untuk dosen pembimbing yang nggak becus

Teruntuk Bapak/Ibu Dosen yang bertugas menjadi dosbing, tolong segera bertindak. Ini lho, ada orang yang menormalisasi jasa joki skripsi dengan dalih banyak teman sejawat njenengan yang problematik. Ini harusnya menjadi tamparan keras buat profesi njenengan.

Jangan sampai ketidakbecusan seorang dosen pembimbing justru menyuburkan penggunaan jasa joki skripsi. Terlebih lagi, jangan sampai dosen sebagai seorang pendidik, malah tugasnya (secara nggak langsung) berubah menjadi perontok moral dan penyengsara mahasiswa. Ironis kalau seumpama itu beneran sudah terjadi.

Saya juga yakin kok, kalau semisal anak Bapak/Ibu Dosen mendapat dosen pembimbing yang problematik, njenengan pasti akan mangkel. Nggak rela kalau anaknya seolah-olah dipersulit. Semoga saja hukum karma juga masih ada. Jadi semisal Bapak/Ibu Dosen masih kayak gitu, maka anak njenengan pasti akan menerima kesengsaraan atas perilaku Bapak/Ibu Dosen sendiri. Amin.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jasa Joki Skripsi Adalah Contoh Terbaik Adab Lebih Tinggi ketimbang Ilmu. Orang Pintar kok Degradasi Moral, Nggak Maen!

ADVERTISEMENT

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Januari 2024 oleh

Tags: Dosen Pembimbingjasajoki skripsilogika jelek
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

dosen pembimbing

Balada Grup Chat Kelompok Skripsi dengan Dosen Pembimbing Sebagai Salah Satu Anggotanya

31 Juli 2019
Hadiah untuk Dosen Pembimbing Itu Kebiasaan yang Nggak Perlu, Merepotkan Kedua Belah Pihak! Mojok.co

Hadiah untuk Dosen Pembimbing Itu Kebiasaan yang Nggak Perlu, Merepotkan Kedua Belah Pihak!

12 Desember 2023
Dear Dosen Pembimbing, Menerima Revisi Skripsi dalam Bentuk Hard Copy Itu Merepotkan Mojok.co

Dosen Pembimbing Serba ACC Itu Menyebalkan: Skripsi Memang Jadi Lancar, tapi di Sidang Bakal Dihajar!

17 Juni 2025
jasa cetak kartu vaksin mojok

Jasa Cetak Kartu Vaksin Adalah Penegasan Indonesia Payah Soal Digitalisasi

14 Agustus 2021
dosen pembimbing, dosbing resek

Tips Berdamai Sama Dosbing Resek biar Skripsi tetep Bisa Lancar Jaya

9 Juni 2020
pesan WhatsApp

Kiat Berbahagia Ketika Pesan WhatsApp Hanya Dibaca Oleh Dosen Pembimbing

28 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026
Selain Gaji Kecil, Inilah 4 Sisi Gelap Menjadi Guru Sekolah Swasta yang Jarang Terekspos

Sekolah swasta yang melarang gurunya mendaftar ASN itu aneh, ngasih gaji layak nggak mau, tapi seenaknya menghentikan impian seseorang

15 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.