Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Jangan Pukul Rata! Nggak Semua Ospek Mahasiswa Itu Buruk!

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
30 Agustus 2021
A A
Jangan Pukul Rata! Nggak Semua Ospek Mahasiswa Itu Buruk! terminal mojok.co

Jangan Pukul Rata! Nggak Semua Ospek Mahasiswa Itu Buruk! terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah membaca tulisan Mas Prabu Yudianto yang berjudul, “Entah Plonco atau Lucu-Lucuan, Ospek Mahasiswa Itu Tidak Dibutuhkan!” saya melihat sosok mahasiswa yang pernah menjadi korban atas kebrutalan ospek dalam ruang lingkup kampusnya. Tenang, Mas, sampean nggak sendiri, kok. Saya juga pernah mengalaminya.

Hanya saja, saya kurang sepakat dengan tulisan Mas Prabu Yudianto yang mengatakan bahwa “konsep ospek tidak pernah dibutuhkan oleh mahasiswa baru.” Seolah-olah argumen sampean itu memukul rata kegiatan ospek yang nggak dibutuhkan sama sekali oleh para mahasiswa baru, hanya karena terdapat siklus hierarki antara senior dan junior.

Padahal, menurut saya nggak semua ospek itu buruk. Nggak semua ospek itu harus dihapuskan karena nggak dibutuhkan oleh para mahasiswa baru. Menurut pengalaman pribadi yang pernah mengalami ospek empat tahun yang lalu, justru terdapat beberapa elemen dari ospek yang sangat-sangat dibutuhkan oleh para mahasiswa baru. Bahkan, ini sangat bermanfaat bagi dirinya selaku mahasiswa.

Oke, saya di sini akan mencoba memilah dan memilih secara objektif dan sebijak mungkin mengenai kegiatan maupun budaya ospek mahasiswa baru berdasarkan pengalaman saya yang pernah alami sengsara sekaligus bermanfaatnya ospek itu sendiri. Saya mulai dari aspek buruk dan yang harus dihilangkan dalam kegiatan ospek.

Pertama, hierarki senioritas dan junioritas. Untuk budaya ini saya sangat bersepakat dengan Mas Prabu dalam tulisannya dengan berbagai dalil yang dikumandangkannya. Pasalnya, ketika ada hierarki dalam suatu kelompok masyarakat, sudah dapat dipastikan bahwa yang menduduki kasta di bawah akan diinjak-injak. Entah itu secara represif maupun secara kultural.

Kedua, perpeloncoan. Budaya yang kedua ini saya juga masih sepakat dengan Mas Prabu. Entah apa pun dalil yang dikumandangkan para panitia ospek, perpeloncoan nggak dapat dibenarkan sama sekali. Dan, perpeloncoan ini merupakan implikasi dari sistem hierarki senioritas kepada juniornya yang ditindasnya.

Ketiga, marah-marahnya senior. Dalil goblok yang pernah saya dengar, ketika mahasiswa baru dimarahi maka mental mereka akan terbangun dan tangguh. Lah, padahal setiap individu itu memiliki mentalitas yang berbeda-beda. Nggak semua individu mentalnya terbangun dikarenakan dimarahi. Justru ada individu yang karena dimarahi mentalnya, dia akan down, remuk, dan hancur berkeping-keping. Oleh karena itu, perilaku marah-marah ketika ospek itu nggak tepat sama sekali.

Keempat, pendisiplinan seragam atau atribut. Udah kayak orba saja asas tunggal, harus sama, nggak boleh beda. Padahal, kebanyakan sistem pembelajaran di kampus, mahasiswa juga nggak menggunakan seragam, alias bebas asal rapi dan sopan. Kecuali jurusan tertentu yang mensyaratkan seragam tertentu untuk kuliah, seperti seragam lab.

Baca Juga:

3 Alasan Maba Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian ke UIN Palembang, Takutnya Nanti Kecewa

5 Motor yang Sebaiknya Nggak Dibeli Mahasiswa Baru karena Bikin Menyesal

Akan tetapi, mbok ya kalau mensyaratkan seragam ketika ospek itu ya harus disesuaikan dengan iklim kampus atau jurusannya masing-masing. Kalau ketika kuliah berpakaian bebas, ya ospeknya berpakaian bebas juga. Kalau kuliah pakai seragam khusus, ya ospeknya pakek seragam khusus tersebut. Jangan semuanya harus menggunakan seragam putih hitam layaknya orang melamar kerja.

Itulah beberapa kegiatan atau budaya ospek yang patut dihapuskan. Oke, sekarang kita akan memasuki kegiatan atau budaya ospek yang harus tetap dipertahankan. Pasalnya, ini memang sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh mahasiswa baru itu sendiri.

Pertama, menyimak penjelasan materi. Beberapa kegiatan ospek di kampus saya sudah seperti halnya mahasiswa kuliah sebagaimana mestinya. Jadi, ketika ospek, kami mahasiswa baru akan menyimak berbagai penjelasan materi dari dosen atau narasumber tertentu, entah itu materi keorganisasian maupun materi perkuliahan. Menurut saya, ini sangat bermanfaat sebagai bekal awal mahasiswa baru memasuki dunia perkuliahan.

Kedua, penugasan mereview materi. Dulu ketika ospek, saya ditugaskan untuk membuat artikel yang isinya seputar materi yang telah disampaikan. Ketika kuliah, ternyata tugas saya nggak jauh berbeda yakni membuat artikel jurnal sebagai tugas setiap mata kuliah. Oleh karena itu, pemberian tugas semacam ini sangat membantu melatih mahasiswa baru untuk berkenalan dengan iklim kampus, terutama dalam skill menulisnya.

Ketiga, penugasan sesuai model jurusan. Lantaran saya berasal dari jurusan Sosiologi, maka dalam ospek saya terdapat kegiatan penelitian lapangan. Jadi, setelah mendapatkan materi mengenai Sosiologi beserta cara penelitiannya, kami ditugaskan untuk penelitian lapangan pada masyarakat tertentu. Kebetulan saat itu saya mendapatkan tema masyarakat kultural. Jadi, kegiatannya mulai dari merancang penelitian, wawancara, bahkan membuat laporan yang akan dipresentasikan kepada dosen dan mahasiswa baru lainnya.

Keempat, manajemen konflik. Kegiatan ospek terakhir saya ketika itu adalah Manajemen Konflik. Mahasiswa baru diberikan kasus atau konflik tertentu yang harus dipecahkan dan dicari solusinya. Menurut saya, ini sangat bermanfaat untuk melatih mahasiswa baru berpikir kritis dan solutif.

Dari sini kita bisa paham bahwa memang beberapa elemen dalam ospek mahasiswa baru itu buruk, patut dihapuskan, bahkan unfaedah. Hanya saja kita nggak boleh main pukul rata, asal tumpas begitu saja. Justru beberapa elemen dalam ospek mahasiswa harus dipertahankan karena kebermanfaatannya bagi mahasiswa itu sendiri. Bukankah, begitu?

BACA JUGA Ini Kemungkinan yang Terjadi kalau Ospek Jadi Online dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: mahasiswa baruOspek Mahasiswa
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

Jogja Selalu Dianggap Manis, Padahal Ujungnya Selalu Pahit (Unsplash)

Untuk Mahasiswa Baru di Jogja, Turunkan Ekspektasi Kalian, Jogja Nggak Seindah Konten Sinematik

30 Juli 2024
5 Hal yang Biasa Dilakukan Mahasiswa Baru UGM dan Mustahil bagi Mahasiswa Tua

5 Hal yang Biasa Dilakukan Mahasiswa Baru UGM dan Mustahil bagi Mahasiswa Tua

7 Maret 2024
masa orientasi siswa

Masa Orientasi Siswa (Seharusnya) Tidak Menelan Korban

18 Juli 2019
mengerjakan skripsi kuliah sidang skripsi Kiat Merampungkan Skripsi dari Kisah Pewayangan Bambang Ekalaya MOJOK.CO

Kuliah Baru Seumur Jagung tapi Udah Mau Nyicil Skripsi Itu Ngapain?

18 Mei 2021
20 Istilah Jurusan Informatika yang Perlu Diketahui agar Bertahan di Jurusan Ini Mojok.co

20 Istilah Jurusan Informatika yang Perlu Diketahui agar Bertahan di Jurusan Ini

26 November 2023
5 Motor yang Sebaiknya Nggak Dibeli Mahasiswa Baru karena Bikin Menyesal

5 Motor yang Sebaiknya Nggak Dibeli Mahasiswa Baru karena Bikin Menyesal

30 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Beat Motor yang Sempurna, Pantas Saja Didambakan Warga Kampung dan (Sayangnya) Jadi Incaran Empuk Maling Mojok.co

Honda Beat Motor yang Mudah Digunakan, Dirawat, dan Dimaling

11 Maret 2026
ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal Mojok.co

ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal

10 Maret 2026
Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

9 Maret 2026
Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

9 Maret 2026
Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

Cat Rambut di Desa Bukan Hal Sepele, Perubahan Kecil Itu Bisa Jadi Gosip Sekampung

11 Maret 2026
4 Makanan Khas Surabaya yang Rasanya kayak Siksa Neraka (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Surabaya yang Sebaiknya Kamu Hindari: Baunya Menyengat dan Kayak Makan Pasir

6 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas
  • Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan
  • Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik
  • Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri
  • Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis
  • Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.