Ini Kemungkinan yang Terjadi kalau Ospek Jadi Online – Terminal Mojok

Ini Kemungkinan yang Terjadi kalau Ospek Jadi Online

Artikel

Avatar

Bagi mahasiswa baru, ospek bisa jadi momok mengerikan setelah banyak cerita kejam yang berseliweran soal perpeloncoan yang terjadi dari kegiatan ospek beberapa tahun ke belakangan. Niat mau kuliah, eh belum apa-apa sudah dipelonco sama kaka tingkat yang sok galak dan megalomaniak kalau sudah beraksi di lapangan.

Asli saya masih penasaran buat apa sih senior-senior itu harus sok galak gitu? Giliran udah di kampus aja, kalo ketemu cuma plonga-plongo mendadak amnesia atas kelakuan mereka. Kakak tingkat yang kayak gini sih wajarnya didoain cepet lulus aja, tapi lulusnya harus duluan kita biar mereka ngerasain gimana malunya “dipelonco” di akademik.

Keputusan Ospek Online UGM dan ITS

Anyway, ada kabar gembira buat kalian calon maba yang khawatir terkait perpeloncoan selama ospek, karena tahun ajaran baru kali ini nggak akan ada ospek. Eh ada, tapi ospeknya nggak kayak ospek-ospek tahun sebelumnya yang menjengkelkan dan penuh aksi cari muka dari para senior. Tahun ini ospeknya bakal dilakukan secara online. Hah, bagemana?

Iya, Rektor Universitas Gajah Mada, Panut Mulyono mengatakan sedang merumuskan program PPSMB alias Pelatihan Pembelajaran Sukses bagi Mahasiswa Baru—bahasa ribet dari istilah OSPEK—akan dilakukan secara online. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi pandemi yang belum kelar pada Juli 2020 nanti.

Tidak hanya UGM, ITS juga berpeluang melaksanakan Ospek secara online, dengan pandangan yang sama yaitu mengantisipasi belum selesainya pandemi.

Nah, kalau dua Universitas besar saja sudah merencanakan Ospek secara online, ada kemungkinan bahwa Universitas lain juga akan melakukan hal yang sama. Ya kali aja tetep mau mengumpulkan semua maba di kampus di masa pandemi kayak gini.

Keuntungan lain dari ospek online juga bukan semata karena pandemi, tapi biar Universitas bisa berinovasi dalam penggunaan teknologi sekalian membatasi ruang kakak tingkat untuk melakukan modus perpeloncoan HAHAHAHA.

Saya yakin sih banyak yang senang dengan ospek online ini, apalagi cowok-cowok yang ogah botakin rambut dan push-up push-up-an!

Ospek Jadul yang Mengerikan dan Menyebalkan dan Nggak Ada Gunanya

Sebenernya emang nggak semua kampus ospeknya kejam dan mengerikan. Beberapa kampus ada yang ospeknya cuma duduk-duduk berjamaah dan liatin ceramah jajaran petinggi kampus, atau nonton video sejarah kampus, atau nonton presentasi menjemukan dari anak-anak Himpunan.

Nah yang suka loosssss dan berpotensi menimbulkan perpeloncoan ini kalau Ospeknya diserahkan ke BEM. Meskipun perpeloncoan fisik udah lumayang berkurang, tapi aksi teriak-teriak dan marah-marah nggak jelas para senior selama ini nggak pernah absen.

Udah sok galak, suka nyuruh-nyuruh pula. Udah suka nyuruh-nyuruh, eh endingnya mbribik maba yang bening juga, kan kampret! Iya, mayoritas yang jadi senior itu pasti juga diem-diem ngincer maba yang lucu nan menawan nan polos buat nanti dieksekusi diPDKT-in.

Kelebihan dan Kekurangan Ospek Online Dibandingkan Ospek Reguler

Dengan keputusan dua kampus ternama melakukan—atau sedang merencanakan—ospek online dan semua kampus kayaknya juga akan melakukan hal yang sama kecuali kalo ternyata malah opsi ospek dihilangkan total, maka ada beberapa hal yang kemungkinan terjadi. Baik dan buruk.

Baiknya, ya itu tadi, nggak bakal ada senior yang teriak-teriak “YANG ITU JALANNYA BISA LEBIH CEPAT TIDAK?” atau teriak “MANA KEKOMPAKAN KALIAN?”, sambil melotot-melotot sok galak.

Bagusnya lagi nggak bakal ada yang kelelahan fisik di acara tersebut. Nggak bakal panas-panasan atau kalo hujan ya nggak bakal kehujanan dan berimbas masuk angin. Nggak bakal ada tuh pas kalian kecapekan terus dibentak senior dengan bilang “KALIAN CAPEK? KAMI LEBIH CAPEK LAGI!” Asli, lupakan hal-hal menyebalkan begitu.

Pun para orang tua bakal lebih tenang karena nggak bakal ada yang namanya kekerasan fisik masa ospek ini. Nggak bakal ada lagi kasus-kasus ospek berujung petaka seperti yang hampir selalu terjadi di tiap tahun belakangan ini.

Silakan lakukan pencarian dengan kata kunci ‘ospek berujung petaka’ dan niscaya akan muncul banyak banget artikel dari media terpercaya sampai ke blog abal-abal tentang macam-macam kasus yang terjadi. Maka dari itu, ospek online sungguh menjadi opsi bagus dan kayaknya harus diaplikasikan tiap tahun deh.

Buruknya? Kuota jebol! Yakin, masih ingat pelatihan prakerja kemarin? Iya, pelatihan di prakerja itu seru-seru, hanya orang yang terlalu kampret yang menganggap pelatihannya membosankan—kecuali emang milih pelatihan yang nggak sesuai minat sih ya—Pelatihannya seru, tapi kuotanya yang nggak seru. Nah, kejadian ini juga bakal terulang kasus semacam itu, di mana bakal sering banget dapet notifikasi dari operator seluler tentang kuota data yang menipis.

Buruknya lagi, kayaknya negara kita tercinta ini belum terlalu siap dengan segala sesuatu yang serba teknologi deh. Kemerataan jaringan bisa menjadi salah satu penyebabnya. Bayangkan, maba yang rumahnya di pelosok daerah dan kalo di google map hanya ada warna ijo kalo dizoom, mana bisa ikut program beginian? Jangankan sinyal 4G, jaringan seluler biasa yang buat SMS aja limit. Mau gimana? Masa ke warnet, lah kan warnetnya pada tutup.

Buruknya lagi, senior nggak bisa PDKT. Asli, tujuan utama gabung ke organisasi kemahasiswaan adalah mbribik junior. Nah, kalo ospeknya online mana bisa tebar pesona ke junior-junior? Gimana bisa sok galak biar disegani? Atau, gimana caranya sok baik dan sok bantu junior-junior yang mau dideketin? Kan susah.

Skenario yang Mungkin Terjadi Saat Ospek Online

Dari kemungkinan buruk itu tadi, maka skenario yang akan terjadi saat ospek online ini dilaksanakan adalah banyaknya maba yang ngeluh videonya macet-macet gegara koneksi buruk. Atau malah skenario yang paling mungkin terjadi justru antiklimaks. Lupakan kalian semua para maba akan terhubung dengan sistem supermegah dengan pihak kampus. Mentok kampusnya bakal bikin live di Instagram. Eh itu masih mending, mentoknya lagi kampus bakal bikinin video seperlunya dan dikirim via email ke kalian, terus kalian bisa lihat kapan saja. Ya, mentok paling kayak gitu.

BACA JUGA Modus PDKT Ala Senior Kampus yang Harus Diperhatikan Mahasiswa Baru Ketika Ospek dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
10

Komentar

Comments are closed.