Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

Ahmad Irfani oleh Ahmad Irfani
9 Maret 2026
A A
Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

Ilustrasi ini merupakan hasil generate dari aplikasi AI.

Share on FacebookShare on Twitter

“Travel brings power and love back into your life.” – Jalaluddin Rumi

Sejak ribuan tahun lalu, Timur Tengah adalah wilayah para pengembara. Gurun yang luas, iklim yang keras, serta jarak antarkota yang jauh membuat perjalanan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Para pedagang melintasi padang pasir membawa rempah, kain, logam mulia, dan berbagai barang dagangan. Jalur-jalur perdagangan kuno—yang kemudian dikenal sebagai bagian dari jaringan perdagangan besar dunia—menghubungkan Arabia, Persia, Levant, hingga Afrika Utara.

Namun perjalanan di wilayah itu bukan perkara sederhana. Gurun menghadirkan panas yang menyengat pada siang hari, dingin yang menggigit pada malam hari, serta sumber air yang terbatas. Para pedagang harus menempuh perjalanan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, dengan bekal yang sederhana tetapi harus tahan lama dan bergizi. Dalam kondisi seperti itu, makanan yang dipilih bukan sekadar soal rasa, tetapi soal ketahanan hidup.

Dari pengalaman panjang hidup di lingkungan yang keras, masyarakat Timur Tengah menemukan beberapa jenis makanan yang sangat cocok untuk dibawa dalam perjalanan. Makanan-makanan ini ringan, tidak mudah rusak, mudah disimpan, dan memberikan energi yang cukup untuk perjalanan panjang. Di antara berbagai pilihan, ada tiga yang paling sering muncul dalam tradisi kuliner para pengembara: kurma, buah tin kering, dan kacang Arab (chickpeas).

Kurma

Kurma adalah buah yang hampir identik dengan Timur Tengah. Pohon kurma tumbuh baik di daerah kering dan telah dibudidayakan di wilayah ini selama ribuan tahun. Buahnya manis, padat, dan sangat tahan lama jika disimpan dengan baik.

Bagi para pengembara, kurma adalah sumber energi yang sangat praktis. Kandungan gula alaminya—glukosa dan fruktosa—memberikan tenaga dengan cepat, sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika seseorang berjalan jauh di bawah terik matahari. Selain itu, kurma juga mengandung kalium, magnesium, dan serat yang membantu menjaga keseimbangan tubuh selama perjalanan.

Tidak mengherankan jika kurma sering menjadi makanan pertama yang dimakan ketika seseorang membutuhkan energi setelah perjalanan panjang. Hingga hari ini, tradisi itu masih terlihat dalam banyak budaya Timur Tengah.

Buah Tin Kering

Selain kurma, para pengembara juga membawa buah tin kering. Buah tin telah dikenal sejak masa kuno dan banyak tumbuh di wilayah Mediterania dan Timur Tengah. Dalam bentuk segar, buah ini lembut dan manis, tetapi dalam perjalanan jauh biasanya dikeringkan agar lebih tahan lama.

Baca Juga:

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

Jangan Kamu Kira di Mesir Hanya Ada Padang Pasir dan Kadal Gurun, Mesir Nggak Segersang Itu!

Pengeringan membuat tin menjadi ringan dan mudah dibawa, sekaligus mempertahankan sebagian besar nutrisinya. Buah tin kering kaya akan serat, kalsium, dan berbagai antioksidan. Seratnya membantu menjaga pencernaan tetap baik meskipun pola makan selama perjalanan sering tidak teratur. Sementara mineral seperti kalsium dan magnesium membantu menjaga kekuatan tubuh.

Bagi para pedagang yang harus berjalan atau menunggang unta berhari-hari, tin kering menjadi makanan yang sederhana tetapi sangat berguna.

Kacang Arab

Jika kurma memberikan energi cepat, maka kacang Arab—atau chickpeas—memberikan tenaga yang lebih bertahan lama. Kacang ini telah dibudidayakan di kawasan Timur Tengah sejak sekitar delapan ribu tahun lalu dan menjadi salah satu bahan makanan paling penting di wilayah tersebut.

Dalam perjalanan, kacang Arab biasanya dikeringkan atau disangrai. Bentuk ini membuatnya tahan lama, mudah disimpan, dan praktis dimakan kapan saja. Berbeda dengan buah-buahan yang kaya gula alami, chickpeas mengandung protein, serat, dan karbohidrat kompleks. Kombinasi ini membuat energi dilepaskan secara perlahan, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Bagi seorang pengembara, makanan seperti ini sangat penting. Ia tidak hanya memberi tenaga, tetapi juga menjaga tubuh tetap stabil selama perjalanan yang panjang.

Kearifan Nutrisi Para Pengembara

Menariknya, kombinasi ketiga makanan ini sebenarnya sangat seimbang secara nutrisi. Kurma dan tin menyediakan gula alami dan mineral yang memberi energi cepat, sementara kacang Arab menyediakan protein dan serat yang membuat energi bertahan lebih lama.

Tanpa pengetahuan ilmu gizi modern, masyarakat Timur Tengah secara alami menemukan kombinasi makanan yang efektif untuk perjalanan jauh. Ia ringan, tahan lama, dan memberikan keseimbangan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dalam banyak hal, makanan para pengembara ini menunjukkan satu bentuk kearifan lama: bahwa dalam lingkungan yang keras, manusia belajar memilih makanan yang bukan hanya enak, tetapi juga mendukung ketahanan hidup.

Hari ini, kurma, tin kering, dan kacang Arab mungkin lebih sering kita temukan sebagai camilan di meja makan atau di toko-toko oleh-oleh. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan jejak sejarah panjang perjalanan manusia melintasi gurun—perjalanan para pedagang, musafir, dan pengembara yang menghubungkan dunia sejak berabad-abad lalu.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: buah tingurun pasirkacang arabkurmamakanan pengembaranutrisipersiatimur tengah
Ahmad Irfani

Ahmad Irfani

Penyuka sepakbola dan pengamat perkembangan dunia teknologi informasi.

ArtikelTerkait

Jangan Kamu Kira di Mesir Hanya Ada Gurun Pasir dan Kadal Gurun, Mesir Nggak Segersang Itu!

Jangan Kamu Kira di Mesir Hanya Ada Padang Pasir dan Kadal Gurun, Mesir Nggak Segersang Itu!

22 Juli 2023
Rahasia Mendapatkan Kurma Kualitas Terbaik di Wisata Religi Sunan Ampel

Rahasia Mendapatkan Kurma Kualitas Terbaik di Wisata Religi Sunan Ampel

15 April 2023
Dituduh Tidak Islami, Persatuan Klepon Indonesia Justru Ingin Ajak Kurma Colab Bikin Produk Klepon Saus Kurma MOJOK.CO

Dituduh Tidak Islami, Persatuan Klepon Indonesia Justru Ingin Ajak Kurma Colab Bikin Produk Klepon Saus Kurma

22 Juli 2020
metalhead waiter tiran kopi biji kopi mojok

Ketakutan Tiran pada Secangkir Kopi: Dari Sumber Revolusi Sampai Minuman Satanis

18 November 2020
6 Gaya Rumah Estetik dari Berbagai Negara yang Bisa Kamu Tiru terminal mojok.co

6 Gaya Rumah Estetik dari Berbagai Negara yang Bisa Kamu Tiru

8 Oktober 2021
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

Tegal, Kota Militer yang Kalah Pamor dari Magelang

2 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

31 Mei 2026
Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026
Orang Salatiga vs Kabupaten Semarang Siapa yang Suka Bohong (Unsplash)

Salatiga Memang Dicap Numpang wisata Daerah Kabupaten Semarang, tapi Warga Kabupaten Semarang Lebih Parah karena Ngaku-ngaku dari Salatiga

31 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.