Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jangan Biarkan Pengguna Quora Makin Banyak dan Ramai, Nanti Toksik

Yusrina Kartika oleh Yusrina Kartika
6 November 2020
A A
Jangan Biarkan Pengguna Quora Makin Banyak dan Ramai, Nanti Toksik terminal mojok.co

Jangan Biarkan Pengguna Quora Makin Banyak dan Ramai, Nanti Toksik terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Lagi iseng-iseng scroll di laman Terminal Mojok, saya menemukan artikel tentang Quora. Memang betul bahwa Quora ini asyik dengan cara yang unik. Para pengguna Quora memiliki kredensial atau latar belakang pengetahuan/pekerjaan yang berbeda-beda. Di sini, para pengguna umumnya saling berbagi pengetahuan, opini, bahkan sekadar pengalaman. Pertanyaan se-random apapun seringkali dijawab secara ilmiah dan masuk akal. 

Selain itu, pengguna Quora biasanya memberikan opini berdasarkan fakta dan dengan cara yang berimbang. Berimbang maksudnya ditinjau sisi positif dan negatif setiap aspeknya gitu.

Contohnya nih, pas ramai demo UU Cipta Kerja beberapa minggu lalu. Ketika medsos-medsos lain isinya cuitan orang-orang pro menolak UU Cipta Kerja dengan segala mudarat yang mereka jabarkan, pengguna Quora justru memberi penjelasan dari sudut pandang lain.

Penjelasan saya itu tentu saja merupakan versi yang terlalu disederhanakan, dan saya merasa belum cukup berilmu untuk sekadar menyatakan pro atau kontra. Tapi, yang jelas, saya jadi bisa melihat dari banyak sudut pandang. Nggak mudah ikut-ikutan tersulut dengan segala macam pemberitaan yang ada.

Mantengin diskusi di Quora juga seru banget. Saling beradu argumen di kolom komentar, tapi dengan cara elegan dan masih tetap berdasar fakta dan data. Saya yang lebih sering membaca tulisan jawaban orang daripada menulis jawaban sendiri aja merasa tambah berwawasan setelah terjun ke dunia Quora, hahaha.

Quora bukan cuma medsos buat sharing ilmu pengetahuan, tapi juga sharing pengalaman. Sekadar pengalaman koplak dan konyol macam yang banyak ada di Twitter juga ada. Jangan salah, ada juga pengguna Quora yang suka sharing konten dari medsos lain. Tentunya bakal jadi ladang diskusi baru di sana. Tanpa perlu kebanyakan medsos, saya masih lumayan bisa up to date dengan berbagai macam hal, dari yang serius sampai yang sekadar guyonan.

Meski begitu, sekarang ini Quora juga banyak dikeluhkan sama pengguna lama. Menurut pengguna “senior” Quora, kualitas Quora Indonesia sekarang nggak sebagus dan seasyik dulu. Udah mulai bermunculan para tukang spam yang suka nanya hal-hal nggak jelas. Selain nggak jelas dalam konteks dan mutunya, nggak jelas di sini maksudnya pertanyaan dibuat berkali-kali dan diajukan ke banyak pengguna.

Konon ini gara-gara sistem Mitra Quora, di mana para mitra dapat komisi kalau pertanyaan yang mereka bikin dijawab oleh banyak orang. Jadi, yang dapat untung adalah mereka yang bisa bikin pertanyaan terkenal, bukan yang bisa bikin jawaban terkenal. Saya sempat bingung dengan sistem kayak gitu, tapi menurut para warga Quora senior memang pada dasarnya Quora ini “hidupnya” dari pertanyaan, bukan dari jawaban. Alhasil, banyak orang yang bikin pertanyaan asal-asalan, yang penting bisa tren dan banyak orang yang jawab.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Nggak cuma dari pertanyaan, mulai banyak juga jawaban yang spam dan nggak bermutu. Sering saya lihat tulisan dari pengguna anonim yang isinya cuma nyeritain pengalaman 18+, yang bahkan nggak diketahui asli atau cuma karangan. Lha wong menjawabnya aja pakai identitas anonim kok. Biasanya sih ini jadi jawaban untuk pertanyaan yang juga sama-sama spam.

Selain itu juga mulai bermunculan netizen-netizen labil yang suka ngegas dengan argumen kosong di Quora. Tadi saya bilang, diskusi di Quora emang seru dan elegan. Tapi, bukan berarti nggak ada spesies-spesies pengguna Quora menyebalkan yang nggak mau menerima pendapat orang lain. Saya belum pernah ngalamin sendiri di pertanyaan ataupun jawaban yang saya buat sih. Tapi, saya beberapa kali lihat di kolom komentar pengguna lain.

Makanya, Quora nggak usah dibikin terkenal deh. Biarlah segelintir orang aja yang kenal sama medsos ini. Saya nggak bermaksud menjadikan Quora sebagai medsos “eksklusif”. Tapi, coba bayangkan kalau semakin banyak netizen labil dan tukang spam migrasi ke Quora, bisa-bisa jadi ikutan tercemar deh di sana.

Layaknya media sosial lain, semakin banyak penggunanya, Quora bisa-bisa semakin hlang arah. Kalau Twitter punya stigma sebagai media sosial nyinyir, Facebook media sosial boomer, Instagram media sosial tukang pamer, tolong banget biarkan Quora jadi media sosial tanya jawab yang mencerahkan kayak sekarang.

BACA JUGA Kena Modus Penipuan Bank di Hari Libur Nasional. Apes Bener! dan tulisan-tulisan Yusrina Kartika lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2020 oleh

Tags: Media Sosialquora
Yusrina Kartika

Yusrina Kartika

Mahasiswi cupu yang ingin segera lulus seperti teman-teman.

ArtikelTerkait

20 Istilah yang Harus Diketahui KOL Specialist

20 Istilah yang Harus Diketahui KOL Specialist

22 September 2023
Kebahagiaan dan Merasa Eksis di Media Sosial Saat Mention Dibalas oleh Tokoh Idola

Kebahagiaan dan Merasa Eksis di Media Sosial Saat Mention Dibalas oleh Tokoh Idola

4 Desember 2019
8 Fitur Rahasia Instagram yang Jarang Diketahui Orang

8 Fitur Rahasia Instagram yang Jarang Diketahui Orang

28 November 2022
tombol like

Dear Mark Zuckerberg, Tolong Kembalikan Fitur Tombol Like di Facebook Seperti Sebelumnya

27 Agustus 2019
Penyesalan Seorang Pembuat Konten Hijrah terhadap Aktivitas Hijrahnya terminal mojok.co

Betapa Sulitnya Bergaul Dengan Orang yang Baru Hijrah

21 Juli 2019
story media sosial

Bukti Cinta di Era Media Sosial dan Story

20 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.