Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Off dari Media Sosial Adalah Hal yang Biasa Aja, Nggak Usah Geger!

Rahmita Laily Muhtadini oleh Rahmita Laily Muhtadini
14 Agustus 2021
A A
Off dari Media Sosial Adalah Hal yang Biasa Aja, Nggak Usah Geger! terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena menghilangnya orang dari media sosial sering kali dikaitkan dengan lari dari masalah, lari dari kenyataan, sedang di fase emosional, atau bahkan lagi kena skandal. Seperti yang terjadi baru-baru ini, beberapa akun besar milik artis seperti Adhisty Zara hilang beberapa saat dari Instagram serta Deddy Corbuzier yang menyatakan off dari segala media sosial, sempat membuat publik mendadak gempar.

Padahal hilangnya seorang manusia nyata dari dunia maya sebenarnya adalah hal yang wajar dan biasa-biasa saja, entah hilangnya dadakan ataupun dengan penuh perencanaan. Menghilang atau off-nya akun seseorang, mau itu selamanya atau sementara, baik dari kalangan artis papan atas maupun rakyat jelata, adalah sesuatu yang nggak perlu dibesar-besarkan. Kecuali mereka hilang bersamaan, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Desas-desus hilangnya suatu akun di media sosial biasanya akan merujuk pada beberapa alasan tak mendasar seperti lagi stres berat, diserang haters, lagi kena musibah, sedang mencoba lari dari tanggung jawab dan kenyataan. Padahal ada, lho, beberapa alasan logis yang bisa membuat seseorang memutuskan untuk off dari media sosialnya.

Menurut hasil penerawangan saya dengan mengumpulkan beberapa data, berikut alasan seseorang off dari media sosial:

#1 Dunia maya dipenuhi makhluk julid

Alasan pertama seseorang memutuskan untuk off sejenak atau bahkan selamanya dari media sosial adalah karena merasa sudah terlalu banyak orang yang ikut campur dan berkomentar terhadap segala sisi kehidupannya. Mau melakukan hal baik dan share hal positif sekalipun, kok, ya ada saja orang yang julidnya sampai ke ubun-ubun. Seolah apa pun yang dibagikan dan dilakukan di media sosial akan mendapatkan sorotan yang nggak biasa. Bahkan, posting sesuatu untuk menunjukkan kita lagi bernapas pun, tiba-tiba bisa saja diasumsikan lagi mengalami masalah.

Nah, kalau keadaannya sudah kayak begini, off dari media sosial adalah salah satu pilihan terbaik yang bisa dilakukan.

#2 Off dari media sosial saat ada masalah adalah keputusan yang cukup bijak

Kaum-kaum yang terbiasa curhat tanpa memakai saringan dan sedang berada di fase sangat emosional (entah itu marah, kecewa, benci, sedih, dll), baiknya diam dulu saja, deh! Jangan bicara atau melakukan tindakan apa pun secara grasak-grusuk tanpa memikirkan risikonya lebih dulu, terutama jika melakukannya di media sosial.

Keputusan ini pun layak diambil ketika merasa akan lebih mudah terpancing emosinya, ataupun rentan mendapat kabar yang justru membuat diri ini tak lagi bisa berpikir waras dan objektif. Kalau merasa media sosial hanya akan memperburuk keadaan, maka menonaktifkan akun bisa menjadi pilihan yang sangat bijak. Hal ini akan membantu kita untuk lebih fokus mencari penyelesaian masalah tanpa perlu direcoki dengan hal-hal yang nggak berfaedah.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

#3 Memberikan waktu melakukan evaluasi diri

Kita terlalu merasa sibuk dengan media sosial hingga lupa memberikan diri kita waktu untuk merenung dan evaluasi diri sejenak. Off sementara dari media sosial akan membuat kita lebih mengenal keadaan diri sendiri. Hal seperti ini pernah dilakukan oleh beberapa artis seperti Eva Celia, Cinta Laura, dan Sarah Sechan. Mereka memutuskan menonaktifkan akun media sosial sementara lantaran ingin melakukan perenungan diri dan lebih menghayati lingkungan sekitar

#4 Jalan ninja untuk tahu siapa yang benar-benar peduli

Dunia maya sering kali tak seindah dunia nyata. Beberapa dari kita mungkin pernah merasa, “Kok doi kalau di medsos kayak peduli gitu ke gue, tapi kenapa pas di dunia nyata beda banget, ya?” Kalau merasa seperti ini saat kamu butuh dukungan dair sekitar, inilah saatnya untuk menonaktifkan media sosialmu sementara.

Cara ini akan membantumu untuk menemukan siapa saja orang-orang baik di dunia nyata maupun dunia maya yang akan selalu berusaha mendukungmu. Cari tahu siapa yang kalau peduli ke kamu nggak setengah-setengah. Plus, temukan juga siapa saja yang selalu bersedia memberikan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan diri kita.

#5 Menjaga kesehatan mental dan memperbaiki spiritualitas

Beberapa orang merasa mudah terpancing emosi, iri, dengki, maupun kehilangan waktu untuk fokus beribadah hanya karena terlalu sering terpapar dunia maya. Oleh karena itu, demi menjaga kesejahteraan mental dan spiritual, mereka memutuskan untuk off dari media sosial. Harapannya mereka bisa lebih fokus beribadah, bertobat, lebih bijak menilai segala sesuatu, bahagia, serta tenang menjalani kehidupan tanpa harus membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Off dari media sosial akan membantumu tobat dengan totalitas, tanpa harus gagal karena rasa iri dan dengki yang suka hadir tiba-tiba saat kamu nontonin story IG dan status WA orang lain.

Alasan-alasan di atas harusnya bisa mengubah mindset kita bahwa off dari media sosial nggak selalu sama dengan melarikan diri dari masalah dan kenyataan. Harusnya orang-orang nggak usah kaget dan melebih-lebihkan keputusan seseorang yang mendadak hilang dari media sosialnya. Begitupun ketika ada orang-orang yang pernah off dari dunia maya, lalu memutuskan kembali lagi. Nggak usah disambut berlebihan seolah lagi dapetin piala Oscar.

Off sejenak atau selamanya dari dunia maya adalah hak setiap anak manusia, entah dia berasal dari kalangan artis atau cuma rakyat biasa. Berhentilah bikin desas-desus tetangga yang unfaedah hanya karena lihat akun media sosial tetangga, kok mendadak hilang seketika!

BACA JUGA 5 Tips Berdebat di Media Sosial agar Terhindar dari Debat Kusir dan tulisan Rahmita Laily Muhtadini lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2021 oleh

Tags: Dunia MayaGaya Hidup TerminalMedia Sosial
Rahmita Laily Muhtadini

Rahmita Laily Muhtadini

Seorang lulusan psikologi yang senang bermain dengan kata-kata. Aktif memberi edukasi di instagram @lembarbertumbuh

ArtikelTerkait

Perintah untuk Tambah Anak, Basa-basi yang Seharusnya Tak Perlu Dilontarkan terminal mojok

Perintah untuk Tambah Anak, Basa-basi yang Seharusnya Tak Perlu Dilontarkan

7 Agustus 2021
alternatif profesi di era media sosial mojok

4 Alternatif Profesi di Era Media Sosial yang Bisa Dilamar oleh Lulusan Semua Jurusan

3 Agustus 2021
3 Ciri Giveaway Abal-abal yang Bikin Orang Tertipu terminal mojok.co

3 Ciri Giveaway Abal-abal yang Bikin Orang Tertipu

28 November 2020
3 Contoh Variabel Penelitian Bermodalkan Scroll Timeline dan Trending di Twitter terminal mojok.co

3 Contoh Variabel Penelitian Bermodalkan Scroll Timeline dan Trending di Twitter

27 Januari 2021
7 Alasan untuk Meninggalkan Medsos Lain dan Beralih ke TikTok terminal mojok.co

7 Alasan Orang Perlu Pindah Medsos ke TikTok

15 September 2020
Setelah Saya Baca Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma terminal mojok.co

Setelah Saya Baca Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma

16 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.