Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

3 Alasan Jangan Selalu Salahkan Pemerintah kalau Ada Jalan Rusak!

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
9 Desember 2023
A A
3 Alasan Jangan Selalu Salahkan Pemerintah kalau Ada Jalan Rusak! Mojok.co

3 Alasan Jangan Selalu Salahkan Pemerintah kalau Ada Jalan Rusak! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Akui saja, kita selalu mencari kambing hitam yang bisa disalahkan dan dituntut pertanggungjawabannya ketika melewati jalan rusak. Sosok itu adalah pemerintah yang selama ini memang kurang becus bekerja.  Berbagai kritik pun dilayangkan melalui media sosial atau jalur-jalur lain. 

Meminta pertanggungjawaban pemerintah perkara jalan rusak  tidaklah keliru. Memang pemerintahlah yang bertanggungjawab atas pembangunan jalan seluruh Indonesia. Baik pemerintah tingkat terkecil yaitu desa sampai pusat di Jakarta. Akan tetapi, di beberapa kasus jalan rusak, bukan hanya ketidakbecusan pemerintah pemicunya. Ada andil warga dan oknum yang tidak bertanggung jawab yang memperburuk kondisi jalan. 

ADVERTISEMENT

Warga sembrono melewati jalan rusak yang sedang diperbaiki

Kebanyakan orang tertawa melihat foto/video pengendara terjebak di tengah jalan basah yang masih proses pengecoran. Pemandangan pengendara yang apes karena kecerobohannya mungkin lucu bagi sebagian orang, tapi tidak untuk saya. Dia hanya mempersulit proses perbaikan jalan. 

Bayangkan berapa besar biaya yang sudah digelontorkan untuk perbaikan jalan. Belum lagi kerusakan karena pengendara ceroboh yang hanya membengkakkan anggaran. Parahnya, kejadian sejenis juga pernah terjadi di Tangerang. Pada 2021, ada sebuah ruas jalan nasional yang baru dicor yang hancur karena dilewati warga dan kendaraan secara beramai-ramai. Bukan hanya pengendara saja yang merusak, pejalan kaki juga terlibat. 

Kendaraan kelebihan muatan 

Sebelum dibangun, jalan sudah direncanakan sebaik mungkin, termasuk kekuatan menahan beban. Semua itu disesuaikan dengan jenis jalan dan kebutuhan kendaraan yang kerap melintas di sana.

Akan tetapi, perencanaan tidak selalu selaras dengan kenyataan. Kerap kali perhitungan volume kendaraan yang akan melintasi jalan meleset. Biasanya, jumlah kendaraan yang melintas lebih banyak dari perkiraan awal.Maklum saja, jumlah kendaraan bermotor tiap tahunnya terus naik. Ditambah truk kelebihan muatan sekarang hilir mudik di jalanan. Baik itu jalan kabupaten, provinsi, maupun nasional. Menurut saya ini salah satu biang kerok jalan rusak lebih cepat. 

Terkait persoalan ini, saya rasa harus ada intervensi dari aparat penegak hukum. Oknum supir kendaraan-kendaraan besar perlu ditertibkan agar tidak membawa muatan berlebih di kendaraannya. Selain itu, truk kelebihan muatan juga dapat membahayakan pengendara lain di jalanan.

Oknum preman yang mengusik kontraktor proyek pemerintah

Sudah jadi rahasia umum, proyek pemerintah seperti pembangunan jalan adalah sumber pendapatan bagi preman akamsi. Mereka pasti “minta jatah” dengan dalih yang keamanan. Andai kontraktor tidak mau memberikannya, mereka terus mengganggu pembangunan proyek tersebut. 

Baca Juga:

Sisi Gelap Kerja di Perusahaan Konstruksi yang Katanya Bergaji Besar

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

Gangguan semacam ini mungkin terlihat sepele. Namun, kalau terjadi setiap hari bakal mengganggu pengerjaan proyek jalan. Lantaran hal tersebut, sesekali kontraktor terpaksa ngasih uang keamanan. Demi keselamatan pekerja sekaligus kelancaran proyeknya. Uang keamanannya dapat dari mana? Tentu dari dana membangun proyek tersebut juga.

Keuntungan kontraktor berkurang dong? Bisa iya, bisa juga tidak. Kadang kala oknum kontraktor nakal yang tidak mau keuntungannya berkurang, malah mengurangi kualitas proyek pemerintah. Misal, harusnya jalan beton menggunakan semen kualitas 1, di lapangan justru pakai semen kualitas 3. Proyeknya tetap bakal selesai, tapi asal jadi saja.

Kontraktor memang salah, tapi saya tidak bisa menyalahkannya 100 persen. Kondisi lapangan memang sulit. Saya memahami, mereka pun terpaksa melakukan itu agar usahanya tetap bisa berjalan. 

Begitu kiranya faktor di luar pemerintah yang membuat jalan rusak. Perlu saya tegaskan inti tulisan ini bukan untuk membela pemerintah. Melainkan menyadarkan masyarakat jangan hanya menuntut perbaikan jalan saja. Kita juga perlu berperan memelihara jalan supaya bisa bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Niat Baik di Balik Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2023 oleh

Tags: jalan rusakKontraktorpemerintahperbaikan jalanproyek pemerintah
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Dukun Beranak, Profesi yang Harusnya Diperhatikan Pemerintah

Dukun Beranak, Profesi yang Harusnya Diperhatikan Pemerintah

15 Agustus 2022
Menggunakan jasa kontraktor (Unsplash.com)

3 Alasan Wajib Menggunakan Jasa Kontraktor ketika Membangun Rumah

9 September 2022
Proyek Food Truck di Tegal Itu demi Siapa? terminal mojok.co

Proyek Food Truck di Tegal Itu demi Siapa?

2 November 2021
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Mencoba Berprasangka Baik terhadap Kondisi Jalan Lamongan yang Rusaknya Abadi

2 November 2024
Ironi Cilacap: Daerah Penghasil Aspal, tapi Kualitas Jalannya Buruk jalan yang layak

Rakyat Berhak atas Jalan yang Layak!

27 Maret 2023
Jalan Bulu-Tawangsari Sukoharjo, Jalan yang Kualitasnya Nggak Konsisten, Ada yang Mulus, Sebagian Remuk, Lainnya Remuk Banget

Jalan Bulu-Tawangsari Sukoharjo, Jalan yang Kualitasnya Nggak Konsisten, Ada yang Mulus, Sebagian Remuk, Lainnya Remuk Banget

22 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.