Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
20 Februari 2026
A A
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana? (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Pertama, saya perlu menyampaikan disclaimer. Tulisan ini murni uneg-uneg warga kepada Bupati Mojokerto. Tidak ada niat sedikit pun untuk merusak nama baik “Gus”, apalagi menyeret-nyeret pondok pesantren. Jadi mohon jangan digiring ke sana ke mari. Saya justru percaya Gus Barra adalah tipe pemimpin yang mau mendengar keluh kesah masyarakat. Kritik ini saya sampaikan semata-mata karena ingin Mojokerto berkembang jadi daerah yang semakin baik.

Disclaimer ini perlu saya sampaikan di awal, sebab konon banyak pengikut garis kerasnya. Ini bukan saya yang ngomong, tapi warga sekitar sendiri yang menyampaikan. Dari sini sebenarnya sudah terlihat kalau ada kegelisahan yang dipendam, tapi enggan disuarakan secara terbuka.

Ketika warga mulai membandingkan

Saya sering ngobrol dengan warga desa. Dan dari obrolan-obrolan itu, satu hal yang kerap muncul adalah perbandingan dengan kepemimpinan sebelumnya. Memang, kalau dibandingkan dengan Lamongan, kondisi Mojokerto masih bisa dibilang oke. Tapi kalau dibandingkan dengan Bupati Mojokerto sebelumnya, banyak warga merasa ada penurunan, terutama dalam hal infrastruktur jalan. 

Ini bukan berarti bupati yang sekarang tidak bekerja sama sekali. Tentu ada juga gebrakan yang dilakukan. Salah satunya pembangunan jembatan yang sempat viral, sampai-sampai warganya menggelar syukuran tepat di atas jembatan yang baru jadi itu. Artinya, ada upaya, ada kerja, dan itu tidak bisa dinafikan begitu saja.

Hanya saja, entah kenapa obrolan warga yang saya dengar sehari-hari lebih sering muncul justru bukan pujian atas proyek baru, melainkan keluhan soal jalan yang rusaknya pelan-pelan makin banyak. Seolah keberhasilan-keberhasilan itu kalah nyaring dibanding bunyi motor yang menghantam lubang. Dan dari situlah pembandingan itu muncul.

Ruas jalan by pass Jampirogo Sooko–Trowulan

Ruas jalan ini memang belum bisa disebut hancur. Tapi justru karena statusnya jalan besar, kerusakan kecil di sana-sini terasa lebih mengkhawatirkan. Lubang-lubang yang awalnya seukuran kepalan tangan pelan-pelan melebar. Tambalan aspal yang tidak rata membuat kendaraan harus mengurangi kecepatan secara tiba-tiba. 

Selain itu, ada beberapa lampu penerangan jalan yang tampak miring dan seperti dibiarkan begitu saja. Padahal, ini bahaya betul. Terutama bagi pengguna jalan yang melintas. Yah, jalan besar seharusnya memberi rasa aman, bukan rasa waswas setiap kali kita mlewatinya.

BACA JUGA: Jalan Gempol-Mojokerto, Jalan Paling Berbahaya di Jawa Timur

Baca Juga:

Pengalaman Menginap di Bobocabin Pacet Mojokerto: Tenang dan Nyaman, tapi Nggak Cocok buat Penakut

Jombang Lantai 2: Sebutan Baru Wonosalam buat Menantang Pacet di Wisata Pegunungan

Jalan Jabon-Bangsal perlu perhatian serius

Untuk ruas Jabon–Bangsal, kondisinya sudah cukup sering jadi bahan obrolan warga Mojokerto karena memang bergelombang dan berlubang. Apalagi ketika hujan turun, situasinya makin rumit. Lubang tertutup genangan, membuat orang sulit memperkirakan kedalaman atau posisi kerusakan.

Risiko kecelakaan tentu meningkat sebab jalan ini bukan jalur sepi. Banyak warga menggantungkan aktivitas harian di sini. Kalau kerusakan dibiarkan terlalu lama, dampaknya bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga produktivitas.

Jalan Kecamatan Dawarblandong Mojokerto tak kalah memprihatinkan

Baik Dawar Wetan maupun Dawar Kulon, ceritanya hampir serupa. Lubang muncul di banyak titik dan memaksa pengendara ekstra hati-hati. Khususnya di daerah alasnya. Sebuah kombo maut di mana kondisi alas sepi dan jalan banyak berlubang. Apalagi ketika malam. Sungguh adrenalin sekali.

Ketiga jalan di atas murni berdasarkan jalan yang saya lewati sehari-hari. Bisa jadi di tempat lain kondisinya lebih parah, atau justru lebih baik. Namun ketiga jalan tersebut bagi saya sudah sangat perlu untuk dibenahi.

Pengajian jalan terus, jalan rusak di Mojokerto tak terurus

Banyak warga yang mulai “maido” soal betapa rajinnya Gus Barra menggelar pengajian, tapi di saat yang sama, jalan-jalan rusak seperti kurang mendapat perhatian serius. Perlu saya garis bawahi, ini bukan berarti pengajian tidak penting. Tentu saja penting. Ngaji itu kebutuhan batin. Tapi bukankah seharusnya urusan dunia dan akhirat itu bisa berjalan seimbang? 

Bagi yang belum tahu, Gus Barra punya program ngaji bareng Gus Bupati setiap Jumat setelah Subuh. Jamaahnya banyak. Jamaah online-nya bahkan lebih banyak lagi. Dan harus diakui, materi ngajinya bagus. Ngena, jleb, dan mudah dipahami. Beliau memang gus andalan. Namun, Gus Barra bukan hanya gus, tapi juga bupati. Tugas utamanya adalah menjalankan pemerintahan, termasuk memastikan infrastruktur dasar seperti jalan berada dalam kondisi layak.

Terakhir, sebagai orang yang menikah dengan warga Mojokerto dan cukup sering mondar-mandir di daerah ini, saya punya harapan personal sekaligus emosional, yakni semoga Mojokerto bisa lebih baik lagi. Terutama soal infrastruktur jalan yang setiap hari dilewati, dirasakan, dan dikeluhkan. Iya, semoga saja.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Jalan Jahanam di Mojokerto yang Melatih Kesabaran Pengendara Saking Bobroknya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2026 oleh

Tags: gus barrajalan rusak di mojokertokualitas jalan mojokertoMojokertongaji bareng gus bupati mojokerto
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Mikrolet Biru Peterongan-Brangkal Lenyap Tergerus Perkembangan Zaman

Mikrolet Biru Peterongan-Brangkal Lenyap Tergerus Perkembangan Zaman

4 Juli 2023
Kasta Tertinggi Onde-Onde Mojokerto yang Pantas Dijadikan Oleh-oleh Mojok.co

Kasta Tertinggi Onde-Onde Mojokerto yang Pantas Dijadikan Oleh-oleh

8 Juli 2025
Dusun Reco Gresik: Dusun yang Diterlantarkan Pemkab Gresik, padahal Punya Nilai Sejarah Mojok.co

Dusun Reco Gresik: Dusun yang Diterlantarkan Pemkab Gresik, padahal Punya Nilai Sejarah

19 Februari 2024
Rosobo, Surga Penggemar Rawon di Mojoagung Jombang

Rosobo, Surga Penggemar Rawon di Mojoagung

23 April 2023
Alasan Orang Surabaya Lebih Sering Healing Kilat ke Mojokerto daripada ke Malang Mojok.co

Alasan Orang Surabaya Lebih Sering Healing Kilat ke Mojokerto daripada ke Malang

5 Desember 2025
Berkunjung ke Buddha Tidur Mojokerto, tapi Tidak Tahu Bejijong Itu Gimana Ceritanya

Hal yang Luput Diperhatikan dari Banternya Pertumbuhan Kota Mojokerto

28 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026
Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026
Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja (Wikimedia Commons)

Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja

26 Maret 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.