Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Mastrip: Jalan Paling Problematik di Jember, Hanya Orang Sabar yang Sanggup Melewatinya

Anik Sajawi oleh Anik Sajawi
6 November 2023
A A
Jalan Mastrip: Jalan Paling Problematik di Jember, Hanya Orang Sabar yang Sanggup Melewatinya

Jalan Mastrip: Jalan Paling Problematik di Jember, Hanya Orang Sabar yang Sanggup Melewatinya (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalan Mastrip ibarat Malioboronya Jember, nggak pernah sepi dan bahkan cenderung selalu macet dan menguji kesabaran para pengguna jalan yang melintas di sana. Jalan ini juga mendapat sorotan saat penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di Kabupaten Jember selama 24 jam. Meskipun akhirnya sistem tersebut dicabut oleh Dishub Jember, tetap saja hingga kini jalur itu selalu padat.

Fyi, awal bulan lalu Dishub Jember sempat membuat aturan SSA di Jalan Jawa, Kalimantan, Riau, dan Mastrip. Bahkan di akhir bulan lalu, tepatnya tanggal 28 Oktober 2023, aturan SSA diberlakukan selama 24 jam penuh setelah sebelumnya hanya pagi dan sore hari. Namun alih-alih mengurai kemacetan, aturan tersebut justru diprotes pengguna jalan karena dirasa merugikan. Pengendara harus memutar jauh ketika hendak bepergian melewati jalan-jalan tersebut.

Buntutnya pada Jumat (3/11/2023) kemarin, Dishub Jember memutuskan untuk mencabut aturan pemberlakuan SSA 24 jam. Namun hingga kini, beberapa jalan yang dinilai problematik tetap menjadi perhatian warga Jember, utamanaya Jalan Mastrip yang terletak di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari. Jalan Mastrip ini bukan jalan biasa, sebab hanya orang sabar yang sanggup melewatinya.

Jalan Mastrip, salah satu titik macet yang terkenal di Kota Jember

Harus diakui, Jalan Mastrip memang merupakan akses utama bagi warga dan mahasiswa di kota Jember. Jalan ini menghubungkan berbagai titik penting di Kota Seribu Gumuk ini. Namun, jalan ini juga menjadi momok bagi para pengguna jalan lantaran tiap melewatinya, pengendara harus ekstra sabar. Kemacetan yang terjadi di sini sangat sulit dihindari.

Berdasarkan pengamatan saya, penyebab utama dari kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Mastrip Jember selain padatnya volume kendaraan yang melintas adalah ukuran jalan yang kurang lebar. Jalan di sini rasanya nggak memadai untuk menampung kendaraan yang lalu-lalang. Belum lagi pengendara yang kurang disiplin dan sering menyerobot. Makanya keadaan lalu lintas di Jalan Mastrip cukup ruwet.

Lampu merah sering eror bikin macet kian parah

Saya beberapa kali menemukan lampu lalu lintas di Jalan Mastrip yang eror. Misalnya sehari lalu saat lampu lalu lintas di sana hanya menyala hijau selama satu detik. Tentu saja kejadian ini sampai viral di media sosial. Padahal kejadian ini nggak cuma terjadi satu dua kali, lho, melainkan cukup sering. Bukannya membantu mengatur arus lalu lintas, lampu ini justru membuat kemacetan kian panjang.

 

View this post on Instagram

 

Baca Juga:

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

A post shared by INFO JEMBER (@infojember)

Sebagai pengguna jalan yang baik, tentu saja saya menghormati aturan lalu lintas, salah satunya tetap berhenti saat lampu merah menyala. Namun, lampu lalu lintas di Jalan Mastrip Jember ini seolah punya pikiran sendiri. Ia kerap bercanda sampai gangguan teknis tak terhindarkan dan pengguna jalan harus bersabar berhenti dalam posisi lampu menyala merah sekian lama.

Jadi, jika kalian terjebak dalam kemacetan di Jalan Mastrip karena lampu lalu merah eror, ingatlah tulisan saya ini dan tetap membawa stok kesabaran. Mari kita berharap suatu hari nanti lampu merah di jalanan ini akan “mengerti” bahwa tugasnya bukanlah bercandaan dan bisa mengakibatkan kemacetan panjang.

Jalan Mastrip juga nggak ramah pejalan kaki

Selain masalah kemacetan, Jalan Mastrip Jember ini juga dikenal nggak ramah pejalan kaki. Kalau berjalan kaki di sini, kalian mungkin akan kebingungan. Ini jalur pejalan kaki atau lapak pedagang kaki lima. Sebab, sebagian besar jalur pedestrian di jalan ini sudah beralih fungsi menjadi lapak PKL. Dagangan makanan hingga barang-barang lainnya menjadi pemandangan yang lumrah dijumpai di atas trotoar Jalan Mastrip.

Belum lagi kemacetan yang panjang sering membuat pengendara motor di jalan tampaknya memiliki kecenderungan untuk membunyikan klakson. Nggak peduli ada orang yang nyeberang jalan atau nggak, klakson akan dibunyikan tanpa ragu. Bahkan jika ada pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan dengan hati-hati, klakson tetap dibunyikan.

Saya nggak tahu apakah klakson para pengendara yang melintas memiliki kekuatan magis untuk membuat pejalan kaki dapat melompat ke sisi jalan tanpa harus menyeberang atau gimana. Yang jelas, membunyikan klakson sembarangan bahkan saat ada pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan dengan hati-hati menjadi hal yang tak bisa dihindari di Jalan Mastrip Jember.

Perlu berbenah agar nggak dianggap masalah

Jalan Mastrip Jember yang begitu problematik jelas membuat pengguna jalan mengelus dada tiap kali lewat sini. Mungkin sebagian dari kalian akan bertanya-tanya, apakah jalur ini bisa lebih baik? Apalagi mengingat jalan ini berada di jantung kota Jember, tentu saja perlu perhatian khusus agar tak berlarut-larut dianggap sebagai masalah. Setidaknya, jalan satu ini bisa lebih ramah bagi pengguna jalan yang melintas.

Saya rasa pemerintah setempat dan dinas-dinas terkait bisa mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali jalur pedestrian yang sesungguhnya dan memberikan tempat yang sesuai untuk para PKL yang berjualan. Selain itu, perlu ada kampanye kesadaran lalu lintas dan pendidikan mengenai etika berkendara. Jangan lupa juga agar pihak yang bertanggung jawab merawat fasilitas di jalan ini juga secara berkala bisa memperbaiki kerusakan yang ada, seperti lampu lalu lintas yang eror dan sebagainya.

Untuk mengatasi berbagai masalah di Jalan Mastrip Jember tentu perlu kerja sama antara pemerintah, warga, dan pemangku kepentingan lainnya. Semoga dalam waktu dekat kita bisa menikmati perjalanan yang lebih lancar dan nyaman di jalan ini, ya.

Penulis: Anik Sajawi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sistem Satu Arah (SSA) 24 Jam di Jalanan Kota Jember TERBUKTI Menimbulkan Kontroversi dan Malah Menyusahkan Warga.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2023 oleh

Tags: jalanjawa timurjemberKemacetanlampu lalu lintas
Anik Sajawi

Anik Sajawi

Anak bungsu ideoligis Jean-Paul Sartre yang menulis untuk keabadian. Gemar menonton drama korea yang sesekali menulis untuk berbagi cerita.

ArtikelTerkait

Surabaya Sebenarnya Kota Salah Urus, Buktinya Banyak Pohon Tumbang yang Mengancam Nyawa Pengendara Mojok.co

Surabaya Sebenarnya Kota Salah Urus, Buktinya Banyak Pohon Tumbang yang Mengancam Nyawa Pengendara

16 Maret 2024
Pengalaman Saya Tinggal di Kandangan Kediri, Kecamatan yang Kerap Dipertanyakan Identitasnya karena Beda Sendiri

Pengalaman Saya Tinggal di Kandangan Kediri, Kecamatan yang Kerap Dipertanyakan Identitasnya karena Beda Sendiri

16 Juni 2024
Culture Shock Orang Jogja Saat Merantau ke Surabaya

Surabaya Itu Romantis kalau Malam, kalau Siang Jangan Harap!

5 Oktober 2023
Pantai Papuma Memang Indah, tapi Orang Jember Malas Berwisata ke Sana Mojok.co

Jatuh Cinta Berkali-kali pada Jember, meski Sensasi Hidup di Kota Ini Begitu Nano-nano

8 Desember 2024
Jember di Mata Orang Bangkalan Madura: Bikin Minder dan Ingin Pindah Domisili Mojok.co

Jember di Mata Orang Bangkalan Madura: Bikin Minder dan Ingin Pindah Domisili 

3 Januari 2024
Tari Lahbako, Bentuk Syukur dan Apresiasi terhadap Petani Tembakau di Jember

Tari Lahbako, Bentuk Syukur dan Apresiasi terhadap Petani Tembakau di Jember

17 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM
  • Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan
  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.