Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Ironi Gen Z: Generasi Google Maps, tapi Buta Geografi

Aniesa Norma Dantie oleh Aniesa Norma Dantie
20 Februari 2024
A A
Gen Z: Generasi Google Maps, tapi Buta Geografi

Gen Z: Generasi Google Maps, tapi Buta Geografi (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia negara besar lho, bangga banget

Mari pandang peta Indonesia, entah lewat peta di Google Maps atau di buku peta. Negara kita luas sekali. Terluas ke-15 di dunia. Tidak hanya luas, tapi juga sejarahnya terangkai dari berbagai kerajaan-kerajaan di kepulauan. Raja-raja Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan lain-lain, yang sama-sama melawan penjajah rakus dan terlebur menjadi NKRI. Kita semua tahu ini lah, gen Z atau bukan, seharusnya tahu ini.

Saking luasnya Indonesia, bila menyeberangi Sungai Mahakam, kita masih di Indonesia. Mendaki dan menuruni gunung, di baliknya masih Indonesia. Melewati lautan pun, pulau berikutnya masih bagian dari Indonesia. Begitu luasnya Indonesia.

Untuk membayangkan, mari kita lihat Jepang dan Korea. Dua negara yang bertetangga, dipisahkan jarak kira-kira 60-200 km. Coba kita bandingkan jarak Pulau Jawa dengan Pulau Kalimantan. Apalagi jarak Sumatera dengan Papua. Jaraknya kurang lebih dari 4000 km dan masih Indonesia.

Apa yang dibaca dan ditonton Gen Z? 

Geografi tidak sekadar menghafal nama kecamatan, kabupaten dan negara. Lebih dari itu, geografi membantu untuk memahami posisi kita di dunia. Nenek moyang kita yang katanya penjelajah lautan, sudah memahami posisinya di dunia. Mereka sadar betul hal berharga apa yang nusantara miliki dengan posisinya. Mereka mendudukkan nusantara sebagai kota dagang besar di sejak abad ke-15 sampai 17.

Manusia abad-20, mendapatkan gambaran wilayah Indonesia melalui gambar, video bahkan pengalaman langsung melalui travelling yang sedang hype. Memahami wilayah Indonesia menjadi aktivitas yang menyenangkan. Tidak hanya melalui membaca buku, tidak sekedar membaca peta. Berbagai kemudahan ini, kenapa secara simultan tidak memberikan pemahaman wilayah Indonesia kepada Gen Z? Kenapa ada sampel Gen Z yang bahkan tidak mengetahui Ibu Kota Jawa Tengah?

Seleb jelas lebih dipahami ketimbang pengetahuan paling receh

Tahun 2015, saya pernah makan siang dengan Prof Suprapto, fisikawan asal Bandung yang menjadi pakar proteksi kebakaran Indonesia. Di perbincangan hampir sepuluh tahun lalu itu, Prof. Suprapto menyampaikan kekhawatirannya tentang generasi muda. Beliau khawatir generasi muda yang lebih banyak mendengar kata-kata artis daripada mendengarkan kata para ahli. Menonton berita tentang seleb ketimbang membaca buku ilmiah. Beliau khawatir sepuluh tahun lagi, anak-anak Indonesia akan lebih banyak yang bercita-cita menjadi seperti Raffi Ahmad, daripada menjadi saintis. Lebih tertarik dengan gossip daripada masalah negeri.

Fast forward sepuluh tahun kemudian, 2024, saya melihat kekhawatiran Prof Suprapto terbukti. Saya percaya, gen Z di video tiktok yang sedang berjalan di jalan Braga ini dapat menjawab dengan mudah pertanyaan “siapa nama suster anaknya Raffi Ahmad”, tapi tak tahu di mana letak Semarang.

Dan mungkin inilah puncak ironi teknologi di masa kini. Hal yang harusnya membantu, tapi nyatanya, tak bisa membantu manusia keluar dari jalan buntu.

Baca Juga:

Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Kami Adalah Tumbal Romantisasi “Bakti Anak” yang Terpaksa Menjadi Dana Pensiun Berjalan Bagi Orang Tua yang Gagal Menabung

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Penulis: Aniesa Norma Dantie
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Gen Z di Dunia Kerja: Punya Potensi, tapi Kurang Disukai Rekan Kerja Sendiri

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2024 oleh

Tags: gen zGeografigoogle mapspengetahuan dasar
Aniesa Norma Dantie

Aniesa Norma Dantie

Perempuan pegiat Pengurangan Risiko Bencana sejak tahun 2008. Co-founder Forum Pelajar Peduli Lingkungan Jogja dan komunitas perempuan berdaya bernama Sisterhood. Bermukim di Jepang dan sedang melanjutkan studi.

ArtikelTerkait

Nyatanya Guru Tak Pernah Mulia, Sejak Dulu Isinya Hanya Luka MOJOK.CO

Jangan Bilang Gen Z Adalah Generasi Anti Guru, Siapa pun Akan Mikir Berkali-kali untuk Jadi Guru Selama Sistemnya Sekacau Ini

28 November 2025
Keanehan di Bantul Nggak Ada Apa-apanya Dibandingkan Keanehan di Kabupaten Cilacap

Cilacap, Kabupaten Terluas di Jawa Tengah sekaligus Kabupaten yang Paling Membingungkan

13 Mei 2025
20 Bahasa Gaul Gen Z dan Artinya yang Viral di Media Sosial Sepanjang Tahun 2023

20 Bahasa Gaul Gen Z dan Artinya yang Viral di Media Sosial Sepanjang Tahun 2023

22 Oktober 2023
Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

30 November 2025
Mempertanyakan Relevansi Karang Taruna di Masa Kini

Mempertanyakan Relevansi Karang Taruna di Masa Kini

27 Agustus 2024
jalan rusak tanah vertisol mojok bupati sumenep

Hidup Itu Fana, yang Abadi Adalah Jalan Rusak di Indonesia

2 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

28 Januari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
TVS Callisto 125 Itu Enak, tapi Tidak Semua Orang Siap Memilikinya

TVS Callisto 125 Itu Enak, tapi Tidak Semua Orang Siap Memilikinya

28 Januari 2026
UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

27 Januari 2026
Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya Mojok.co

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

28 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.