Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Gen Z di Dunia Kerja: Punya Potensi, tapi Kurang Disukai Rekan Kerja Sendiri

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
29 Desember 2023
A A
Gen Z di Dunia Kerja: Punya Potensi, tapi Kurang Disukai Rekan Kerja Sendiri

Gen Z di Dunia Kerja: Punya Potensi, tapi Kurang Disukai Rekan Kerja Sendiri (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Eksistensi sekaligus keterlibatan Gen Z di dunia kerja, dari waktu belakangan sampai beberapa tahun mendatang, saya pikir akan terus berlanjut dan tetap laris manis jadi bahan cerita. Bisa berupa pujian, tapi tidak menutup kemungkinan bahan olokan. Hal tersebut sulit ditepis lantaran sebagian Gen Z sudah memasuki periode mencari pekerjaan alias menjadi jobseeker.

Bahan cerita Gen Z di ruang lingkup pekerjaan, sebetulnya tidak lepas dari peran perusahaan, HRD, atasan, sekaligus rekan kerja yang lebih senior dari segi usia. Akui saja, Bung. Sebagian di antara kalian yang bekerja sebagai HRD, atasan, atau rekan kerja senior, punya stereotipe tersendiri akan kehadiran generasi satu ini di kantor, kan? Ada sentimen tersendiri yang sebetulnya bisa dijelaskan secara langsung, tapi sering kali malah jadi bahan omong di belakang dan menguap sebagai bahan bercandaan.

Landasannya selalu sama: Gen Z manja, tidak punya attitude, dan semaunya. Padahal penilaian tersebut hanya dari satu, dua, atau beberapa orang. Begini, lho, Bung. Memukul rata satu atau beberapa sifat orang untuk dibuat kesimpulan utuh satu generasi, mau dilihat dari sudut pandang mana pun, sampai kapan pun, tidak akan pernah fair.

Sama-sama berhak mendapat pengembangan minat, karier, dan bakat dalam dunia kerja

Bagi saya, Gen Z tetap punya potensi dan berhak untuk mendapat pengembangan minat, karier, juga bakat di ruang lingkup pekerjaan. Ya sama seperti pekerja lain yang berasal dari generasi lainnya.

Akan tetapi, bukan berarti semua hal yang dilakukan oleh generasi yang lahir pada rentang tahun 1997-2012 ini menjadi auto-benar, lho. Ketika mereka keliru, ya tetap keliru. Apalagi dalam hubungan profesional, ada beberapa hal yang akan menjadi bahan penilaian.

Begini. Saat ini, banyak perusahaan yang terbuka dan tidak mempermasalahkan calon karyawan dari kelompok generasi tertentu, termasuk Gen Z—dan memang sudah semestinya begitu. Namun, akar permasalahan lain acap kali muncul dari HRD, atasan, bahkan rekan kerja sendiri. Gen Z dilabeli sebagai pekerja yang ini dan itu, stereotipe yang sulit ditemukan landasannya, sampai muncul ketidakharmonisan antara generasi satu ini dengan rekan kerja dari generasi lain karena beberapa hal yang sebetulnya bisa diantisipasi sejak awal.

Semua pihak di kantor seharusnya tidak perlu menyimpan sentimen terhadap Gen Z

Tidak bisa tidak, saat perusahaan sudah terbuka dan melakukan peran sebagai penyedia lapangan pekerjaan, pilihan berikutnya ada pada pekerja yang sudah mengabdi lebih dulu: HRD, atasan, dan rekan kerja.

Secara pakem, tentu saja HRD akan mengawali peran sebagai pemberi informasi awal soal gambaran tugas, hak yang didapat, serta SOP dalam bekerja kepada para karyawan—tak terkecuali Gen Z. Lebih dari itu, HRD tidak perlu menyimpan sentimen soal pekerja dengan latar belakang Gen Z. Apalagi sedikit-sedikit mbatin, “Halah, namanya juga Gen Z. Udah nggak heran.” Meski menemui banyak kebetulan di lapangan, jangan begitu, Bung. Jangan.

Baca Juga:

Derita Gen Z Punya Nama Sri yang Sering Dikira Bibi Kantin dan Pembantu

Tak Ada yang Lebih Menyedihkan ketimbang Hidup Gen Z Madura, Generasi yang Tumbuh Tanpa Peran Orang Tua tapi Harus Tetap Tahan Banting Saat Dewasa

Berikutnya, teknis di lapangan akan dijaga secara langsung maupun tidak, oleh para rekan kerja dan/atau atasan. Praktiknya akan menjadi salah satu penentu, apakah karyawan—dalam hal ini Gen Z—akan betah bekerja di ruang lingkup tersebut. Atau malah sebaliknya, para pekerja dari generasi satu ini tidak betah kemudian melabeli lingkungan kerjanya toksik.

Coaching, evaluasi, pendekatan personal, sekaligus keterbukaan sistem penilaian kerja perlu dilakukan oleh atasan. Sehingga segala proses kerja, pencapaian, dan hasil yang didapat bisa terukur berdasarkan SOP dan KPI. Sebaliknya, para Gen Z pun bisa melawan sebaik-baiknya melalui hal yang sama.

Kita semua juga pernah merasa kebingungan saat pertama kali terjun ke dunia kerja

Selayaknya pekerja lain pada masanya, saat ini Gen Z adalah kelompok yang baru saja memasuki tahapan baru dalam hidup. Mereka mulai memasuki masa dewasa awal, bergelut dengan info lowongan kerja, sampai akhirnya diterima sebagai karyawan.

Tentu akan ada momen di mana para Gen Z bingung harus seperti apa saat bekerja. Mereka juga akan bertanya-tanya bagaimana menyikapi dinamika di lingkungan kerja. Setelah itu, mereka harus beradaptasi dengan segala kelakuan senior dan atasan, dan bahkan mungkin sampai menangis diam-diam di toilet kantor karena pikiran mumet.

Saya pikir, sebagian besar pekerja pernah mengalami masa sulit serupa, meski tak harus sama—pada masanya. Sialnya, untuk sementara ini, kelompok Gen Z yang mesti menanggung berat hal tersebut. Kelompok generasi sebelumnya lupa apa ya bahwa sebagian di antara mereka pernah ada di posisi yang sama? Jadi, jangan merasa sok superior di kantor lah.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Status Karyawan Tetap Nggak Istimewa di Mata Gen Z. Buat Mereka yang Penting Kerja dan Dapat Benefit Tinggi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Desember 2023 oleh

Tags: dunia kerjagen zjenjang karierkantorkarierKaryawanpekerjaanstereotipstereotipe
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Berkarier Jadi Videografer Adalah Proses Panjang dan Ini Tipsnya! Terminal Mojok.co

Berkarier Jadi Videografer Adalah Proses Panjang dan Ini Tipsnya!

30 Maret 2022
Hal-hal yang Akan Kamu Alami Jika Memiliki Nama Imam terminal mojok

Hal-hal yang Akan Kamu Alami Jika Memiliki Nama Imam

31 Agustus 2021
Krisis Etika di KRL Jogja Solo Relasi Stasiun Palur (Unsplash)

Krisis Etika di KRL Jogja Solo Relasi Stasiun Palur: Ketika Gen Z Tidak Paham Kursi Prioritas dan Berani “Melawan” Petugas

23 Januari 2024
Punya Alasan Menjadi PNS atau Tidak, Saya Ingin Bahagia dengan Pilihan Sendiri terminal mojok.co tes cpns pendaftaran pns

PNS adalah Simbol Keterbatasan Pilihan bagi Anak Muda di Kota Kecil

21 Juli 2020
5 Pekerjaan yang Dianggap Tidak Sesuai dengan Jurusan Ilmu Politik padahal Sangat Masuk Akal

5 Pekerjaan yang Dianggap Tidak Sesuai dengan Jurusan Ilmu Politik padahal Sangat Masuk Akal

9 Oktober 2025
lulusan jurusan sejarah kerja di mana mojok

Jangankan Mendapat Pekerjaan, Lulus dari Jurusan Sejarah Saja Susah

26 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido
  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.