Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal

Diaz Robigo oleh Diaz Robigo
24 November 2023
A A
Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal Mojok.co

Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu saya membaca tulisan Mbak Tiara Uci di Terminal Mojok tentang iPusnas. Saya setuju, antrean peminjam buku yang panjangnya bukan main adalah salah satu kekurangan iPusnas. Saya pun heran kenapa pengelola tidak menambah jumlah copy buku-buku yang banyak diminati itu. 

Di tengah banyak kekurangan iPusnas, saya tetap mengapresiasi aplikasi ini. Mahasiswa dengan kantong tipis seperti saya terselamatkan dengan layanan iPusnas yang gratis. Asal tahu saja, membeli buku-buku untuk keperluan kuliah di toko buku besar bisa mencapai ratusan ribu rupiah satuannya. 

Terkait antrean buku yang terlalu panjang, sebenarnya sejak awal saya sudah memakluminya. Saya menyadari, fasilitas gratis atau murah di Indonesia pasti mengantre atau perlu waktu lebih lama daripada yang berbayar. Contohnya, antrean kendaraan subsidi BBM yang lebih panjang daripada Pertamax. Contoh lain, proses periksa BPJS Kesehatan yang lebih panjang dan ribet daripada asuransi kesehatan lain yang harganya mahal. Pokoknya yang lebih murah lebih diminati masyarakat. 

Berdamai dengan antrean yang tidak masuk akal

Mengetahui watak masyarakat, membuat saya lebih legowo menerima kekurangan-kekurangan iPusnas. Apalagi saya menyadari, jumlah copy setiap judul buku tidaklah banyak. Fakta-fakta ini membantu saya menerima kalau aplikasi iPusnas pasti akan menyebalkan. 

Daripada energi saya habis untuk kesal, saya menyalurkannya untuk mencari buku-buku yang tidak banyak diminati orang. Saya beberapa kali menemukan buku seperti itu. Salah satunya buku berjudul “Gajah Mada” karya almarhum Langit Kresna Hariadi. Saking sukanya dengan buku ini, saya sampai membeli buku fisiknya setelah membacanya iPusnas. 

Memang sih buku bacaan itu selera. Buku yang saya anggap bagus belum tentu menarik di mata orang lain. Namun, poin pentingnya adalah kalian juga bisa lho menemukan buku-buku menarik lainnya yang sesuai dengan selera dan antreannya tidak panjang.

iPusnas Berhasil Mengusir kegabutan

Tampilan aplikasi iPusnas yang cukup nyaman membuat saya cenderung memaafkan kekurangan iPusnas lainnya. Tampilannya tidak melelahkan, benar-benar nyaman ketika membaca. Fitur bookmark juga memudahkan pembaca mencari halaman terakhir. 

Itu mengapa saya betah berlama-lama membaca melalui aplikasi iPusnas. Walaupun saya akui, membaca di layar gadget tidak seenak membaca buku fisik. Iya, saya lebih suka pengalaman membaca dengan merasakan tekstur dan bau buku. Membaca secara fisik juga tidak terpengaruhi oleh notifikasi. 

Baca Juga:

Ketika buku menebang pohon

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

Terlepas dari pengalaman membaca yang lebih saya suka, aplikasi iPusnas berhasil mengusir kegabutan. Saya bisa menghabiskan 1-2 buku dalam waktu seminggu. Benar-benar waktu saya menjadi jauh lebih berfaedah daripada scrolling media sosial hingga overthinking. 

Secara garis besar, pengalaman saya selama ini menggunakan iPunas cukup baik. Namun, ini bukan berarti perpustakaan digital itu tidak perlu berbenah ya. iPusnas punya segudang pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan, terutama antrean peminjaman buku yang panjang. Sebab, bukan sekali dua kali saya mendengar keluhan tentang ini.  

Penulis: Diaz Robigo
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Rekomendasi Buku Bagus yang Tersedia di iPusnas.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2023 oleh

Tags: BukuipusnasLiterasiMembacaPerpustakaan
Diaz Robigo

Diaz Robigo

figur yang pernah terlibat dalam proses demokrasi tingkat daerah di Karawang, dengan fokus pada isu-isu pembangunan dan pelayanan publik.

ArtikelTerkait

Layanan Perpusda Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman Mojok.co

Layanan Perpustakaan Kota Malang Payah, Bikin Pengunjung Kecewa dan Nggak Nyaman

3 Juli 2026
Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia Itu Bukan Hoax, Saya Jadi Korbannya!

Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia Itu Bukan Hoax, Saya Jadi Korbannya!

20 Desember 2019
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
menghakimi buku

Book Shaming: Merampas Kemerdekaan dengan Menghakimi Buku yang Mereka Baca

4 Mei 2019
buku bajakan buku-buku baru buku musik mojok

4 Rekomendasi Buku Musik untuk Kalian yang Ingin Jadi Penulis Musik

27 Agustus 2020
enid blyton lima sekawan mojok

Lima Sekawan, Buku yang Berjasa Memberi Warna Indah pada Dunia Anak

22 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.