Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Love-Hate Relationship dengan iPusnas

Siti Halwah oleh Siti Halwah
4 Januari 2023
A A
Love-Hate Relationship dengan iPusnas

Love-Hate Relationship dengan iPusnas (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak memutuskan untuk mengurangi koleksi buku fisik dan mulai membaca buku secara digital, di sanalah saya mulai berkenalan dan menjalin hubungan mesra dengan iPusnas. iPusnas adalah aplikasi perpustakaan digital milik Negara Indonesia yang diciptakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Lebih gampangnya, ia adalah sebuah aplikasi yang memuat ribuan jumlah koleksi buku dari berbagai genre—baik terbitan lokal atau terjemahan—yang diarsip dalam bentuk digital dan bisa dibaca secara gratis, kapanpun dan di mana pun.

Namanya saja sudah perpustakaan, tentu saja di sana terdapat sistem pinjam-meminjam. Tiap-tiap pinjaman juga memiliki batas durasi dan tentu saja kalau sudah habis masanya, buku tersebut harus dikembalikan. Kalaupun nggak dikembalikan sama si peminjam, nanti ia bakalan kembali sendiri secara otomatis kok, jadi nggak bakal ada drama buku hilang dan dibawa kabur sama si peminjam, wkwk.

Setelah hampir selama tiga tahun saling mengenal dan menjalin hubungan dengan iPusnas, saya bisa dengan yakin bilang kalau saya jatuh cinta sekaligus sebel dan benci sama aplikasi ini. Ya, namanya juga sedang dalam suatu hubungan, bisa sayang dan kesal di waktu bersamaan. Untuk menghindari berbagai drama yang mungkin nanti akan muncul, saya memutuskan untuk menjelaskan sejelas-jelasnya apa saja uneg-uneg yang saya alami bersama aplikasi ini.

LOVE:

#1 Variasi bukunya banyak

Sebagai arsip buku-buku digital resmi milik Negara Indonesia, koleksi buku-buku di iPusnas termasuk yang paling lengkap di bandingkan teman-teman sebangsanya. Selain koleksinya yang bervariasi, jumlah stok masing-masing bukunya juga lebih banyak, berkisar antara 10-30 stok. Apalagi kalau buku-buku tersebut banyak peminatnya sehingga jumlah antreannya bisa puluhan ribu, biasanya sama tim iPusnas bakalan terus ditambah, meski seringnya diam-diam aja sih.

#2 Durasi pinjaman selama 5 hari

Durasi pinjaman buku di iPusnas yang 5 hari tentu saja menambah kelebihan dari aplikasi ini. Kalau tebal bukunya sekitar 500-an halaman, kan lumayan bisa dicicil sehari seratus halaman gitu. Nggak perlulah buru-buru bacanya.

#3 Daftarnya nggak ribet

Baca Juga:

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

iPusnas, Aplikasi Perpustakaan Nasional Gratisan yang Sering Bikin Patah Hati

Ini yang bikin makin cinta sama aplikasi ini, proses daftarnya yang nggak ribet. Cukup email dan password saja, nggak perlu verifikasi pakai nomor telepon ataupun minta pap foto sama kitas. Jadi, amanlah kalau hanya pakai email saja. Nggak perlu takut kalau ntar ada kebocoran data dan semacamnya.

#4 User friendly

Fitur-fitur di iPusnas ini beneran gampang banget dipahami, bahkan oleh pemula sekalipun. Mau nyari buku tapi lupa judulnya, tinggal ketik saja nama penulisnya. Bisa juga untuk melihat riwayat buku-buku yang sudah dipinjam, akan dipinjam dan sedang dalam masa antrean.

Terdapat juga menu untuk tahu buku-buku apa saja yang sedang dipinjam oleh pengguna lainnya, jadi kita bisa tahu sekaligus dapat rekomendasi dari fitur tersebut.

HATE:

#1 Notifikasinya nggak terbaca

Ini yang paling bikin bete dan kesel, yaitu notifikasinya yang nggak terbaca kecuali kita masuk ke akun iPusnas masing-masing. Kalau di aplikasi lain, notifikasi kan biasanya muncul sebagai pop-up gitu, tapi di iPusnas ini nihil, nggak ada sama sekali.

Tiba-tiba saja nanti di ikon gambar bel muncul banyak jumlah stok buku-buku yang tersedia (yang sebelumnya udah kita masukkan dalam daftar antrean), namun sayangnya pas dicek udah kelewatan masanya—dan sialnya udah keduluan dipinjam sama orang lain.

Saran saya, kalau mau dapetin buku-buku yang lagi banyak peminat dan antreannya bejibun itu, sering-seringlah buka iPusnas dan ngecekin ikon gambar bel tadi.

#2 Sistem antreannya nggak teratur

Kalau di kehidupan sehari-hari, sistem antrean itu kan harusnya giliran ya. Yang paling depan, dilayani lebih dulu, baru kemudian di belakangnya. Tapi, sistem antrean di iPusnas ini semrawut, siapa cepat dia yang dapat. Jadi maksudnya masukin buku ke antrean itu ya cuma buat formalitas aja sekaligus untuk dapetin notifikasi—yang nggak berguna tadi—kalau stoknya lagi tersedia.

Andai saja setelah buku dikembalikan, ia langsung masuk otomatis ke shelf book peminjam selanjutnya, jadinya nggak perlu ada sistem rebutan gitu. Kalau masih tetap gini sih, rasanya pengin putus aja sama iPusnas, tapi aku ingat bahwa biaya untuk membeli buku-buku amat sangat mahal.

#3 Mode malam yang nggak bisa diterapkan pada semua format buku

iPusnas memang punya fitur mode malam, tapi ia hanya berlaku bagi buku-buku yang formatnya epub. Kalau format bukunya PDF, mode malamnya hanya berlaku di bagian kecil atas dan bawah lembar buku, bagian tengahnya tetap terang benderang, hiks.

Kalau tau gini, ngapain ada fitur mode malamnya?

TIPS:

Berhubung saya orangnya suka berbagi, saya mau memberikan tips pada kalian semua yang mungkin tertarik untuk menjalani love-hate relationship dengan iPusnas ini. Silakan dicermati dan kalau bisa diikuti demi kelancaran hubungan kalian.

#1 Highlight kalimat adalah cara pintas untuk bookmarking buku dengan format epub

Kalau kebetulan membaca buku dengan format epub yang nggak ada sistem halaman terakhir yang dibuka, nggak perlu bingung buat bookmarkingnya biar nggak ribet pas nyari halaman terakhir yang dibaca. Cukup highlight saja kalimat sebagai penanda. Nanti saat mau lanjut baca, tinggal di klik kalimat yang sudah di highlight tadi.

#2 Cek notifikasi pada saat tengah malam atau di waktu-waktu menjelang subuh

Ada beberapa buku-buku yang justru kembali otomatis pada jam-jam tertentu, biasanya pas tengah malam atau menjelang subuh. Kalau kalian sering jadi kalong dan nggak akan tidur kalau belum dengar bunyi kokokan ayam, coba deh cek buku-buku yang antreannya bejibun di jam-jam segitu. Saya beberapa kali dapat buku-buku bagus yang antreannya puluhan ribu justru pas nggak sengaja kebangun tengah malam.

#3 Sering-sering cek di bagian ePustaka Popular untuk mengetahui tambahan buku-buku baru

Mau tahu apa saja buku-buku baru dan mungkin berpotensi banyak yang ngantre di iPusnas? tinggal cek saja secara berkala di bagian ePustaka Popular. Di sana buku-buku baru sering ditambahkan secara diam-diam. Jadi, sebelum banyak yang tahu dan ngantre buat pinjam bukunya, mending kalian sikat saja duluan.

Oke, sekian penjelasan mengenai love-hate relationship saya dengan iPusnas. Silakan mencoba untuk membangun hubungan kalian masing-masing dengannya ~

Penulis: Siti Halwah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Rekomendasi Buku Bagus yang Tersedia di iPusnas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2023 oleh

Tags: ipusnaskekurangankelebihan
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

Aplikasi iPusnas Terbaru Niatnya Berbenah Malah Bikin Pembaca Susah

Aplikasi iPusnas Terbaru: Niatnya Berbenah Malah Bikin Pembaca Susah

24 Oktober 2024
Ikut Job Fair Beneran Bisa Dapat Kerja Nggak, sih? Bisa dong!

Keuntungan dan Kelemahan Job Fair, Salah Satu Cara Mencari Pekerjaan yang Efektif

11 Agustus 2023
6 Novel Klasik Terjemahan yang Bisa Kamu Baca Gratis di iPusnas terminal mojok.co

6 Novel Klasik Terjemahan yang Bisa Kamu Baca Gratis di iPusnas

23 Juli 2021
Sumber gambar akun instagram welovehonda_id honda pcx

5 Penyakit Honda PCX yang Wajib Diwaspadai

12 Januari 2023
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
Sumber gambar akun instagram welovehonda_id honda pcx

Apa Salah Honda PCX Hingga Dibenci Sebegitu Hebatnya? Motor Sebagus Ini kok Dihujat

23 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

8 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Tidak Pernah Mengecewakan Mojok.co

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

11 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” Mojok.co ka kahuripan

KA Sri Tanjung dan KA Kahuripan, Kereta Api Paling Nanggung dan Melelahkan bagi Penumpang

10 Maret 2026
4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap Mojok.co

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

9 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.