Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

5 Penyakit Honda PCX yang Wajib Diwaspadai

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
12 Januari 2023
A A
Sumber gambar akun instagram welovehonda_id honda pcx
Share on FacebookShare on Twitter

Semenjak versi non-CBU rilis di Indonesia, Honda PCX jadi primadona. Dari kemunculan varian 150 hingga berevolusi ke 160 cc, motor ini tak pernah surut peminat.

Dari sisi desain dan performa, Honda PCX memang yahud marihud. Honda PCX 160 cc misalnya, doi punya empat katup yang mampu menorehkan daya 16, 2 PS @85500 rpm dengan torsi puncak 14, Nm @6500 rpm. Jadi, soal penampilan dan tenaga, Honda PCX sudah final dan nggak terbantahkan.

Yah, meski demikian, kita tahu semua yang ada di alam semesta ini selalu nggak luput dari kekurangan, tak terkecuali Honda PCX. Ada sejumlah penyakit Honda PCX yang sering dikeluhkan para pengguna. Buat kalian pengendara motor ini, saya kira penting mengetahui kondisi keparat yang acap dialami motor matic ini.

Berikut beberapa penyakit Honda PCX yang sebaiknya dideteksi sejak dini, di antaranya:

Bunyi gredek-gredek

Sama kayak motor matic lainnya, penyakit Honda PCX yang sering dialami pengendara adalah munculnya suara gredek-gredek. Ya, biasanya, getaran-getaran nggak mengenakan hati ini terdengar pada putaran mesin rendah. Selain berisik, penyakit satu ini juga mengurangi kenyamanan saat berkendara.

Ada beberapa penyebab Honda PCX mengeluarkan bunyi-bunyian kayak gini, salah satunya adanya kotoran pada CVT. Sejumlah kotoran seperti lumpur atau debu di CVT meningkatkan risiko gredek-gredek. Selain itu, suara gredek-gredek ini juga bisa terjadi karena rubber clutch damper atau karet penahan kampas ganda sudah mulai mengeras sehingga berpotensi terjadi gesekan sama mangkung tempat koling.

Solusinya mudah banget, bawa saja ke bengkel. Asek. Tapi, misal mau uji coba servis sendiri, bersihkan kotoran di fan belt dan rollernya. Periksa juga tuh kampas kopling gandanya, jangan-jangan sudah mengeras. Kalau masih timbul suara gredek-gredek, ya sudah ganti dengan onderdil aslinya. Beres.

Crankcase mudah pecah

Penyakit Honda PCX selanjutnya adalah crankcase mudah pecah. Komponen mesin yang di dalamnya ada kopling sampai gigi transmisi ini rentan bolong dan pecah. Kondisi ini bisa terjadi akibat “ciuman” sama jalan gronjal atau polisi tidur. Nah, jadi kalau kalian lewat jalanan nggak rata, sebaiknya hati-hati deh, ya.

Baca Juga:

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor (Bagian 2)

Kalau crankcase sudah pecah parah, tandanya minta diganti. Misal mau effort benerin sendiri, ya udah sambung kembali dengan metode pengelasan. Ya, turunkan mesin dulu biar mendapatkan hasil pengelasan optimal. Nggak mau ribet? Solusi ambil duit di dompet, pergi ke bengkel dan ganti yang baru, gitu.

Atau ganti produk Honda lain. Honda Civic, misalnya.

Mesin mati mendadak

Penyakit ini nyaris sering dialami jenis motor matic, tak terkecuali Honda PCX. Mati mendadak biasanya terjadi lantaran mesin dalam kondisi terlalu panas karena aliran sirkulasi oli di dalam mesin tersumbat. Selain itu, filter udara yang kotor, karburator kena air, lemahnya pengapian, hingga kesalahan pakai bahan bakar, meningkatkan risiko Honda PCX mati mendadak.

Solusi mengatasi Honda PCX mati mendadak tergantung sama penyebabnya. Misalnya, karburator kena air, ya tinggal kuras airnya. Caranya, putar baut min ke arah kanan dan kiri, longgarkan, lalu kuras air di dalam karburator. Kalau mesin motor mudah panas, pastikan rutin ganti oli. Masih suka mati mendadak? Bawa ke bengkel!

Shockbreaker terasa keras

Beberapa pengendara Honda PCX juga kerap merasakan suspensi atau shockbreaker belakang terasa keras. Saat dikendarai, bantingan belakang terasa keras, terutama saat melewati polisi tidur atau gundukan. Tentu saja, kalau nggak segera diatasi bisa mengurangi kenyamanan berkendara dan berpotensi merusak komponen mesin.

Adapun penyakit Honda PCX satu ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti kebanyakan pelumas, garpu suspensi nggak simetris, terkena genangan air, hingga pelumasnya minta ganti.

Solusinya, ya, lagi-lagi tergantung penyebabnya. Misalnya, pelumasnya sudah menurun atau kedaluarsa, silakan ganti oli mesin. Kalau ndilalah shockbreakernya bengkok, serahkan pada bengkel saja.

Tutup bensin susah dibuka

Ini sebenarnya masalah sepele, tapi sungguh-sungguh menjengkelkan bin meresahkan. Saya pribadi pernah pinjem PCX adik saya dan butuh effort banget saat mau buka tutup bensin. Kirain cuma punya adik saya loh, ternyata eh ternyata banyak juga pengendara motor meliuk ini yang kesusahan saat mau buka tutup bensin.

Nah, kalau kalian juga merasakan penderitaan ini, solusinya gampang. Pasang saja kebel ties di antara kepala sling kawat dan besi penahan kabel pembuka tutup tangki. Adanya kabel ties ini bikin jarak main kabel lebih panjang sehingga kalian bisa membukanya dengan lancar bersahaja.

Itulah beberapa penyakit Honda PCX yang biasa dialami para pengguna. Yah, kalau mau motor tetap halus nan bersahaja, pastikan nggak lupa ganti oli dan servis secara berkala deh, ya. Kalau mau lho, kalau nggak, ya sudah, udu urusanku. Gitu. Salam PCX, swenggol duong!

Sumber gambar: Akun Instagram @welovehonda_id

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Review Honda PCX setelah 2 Tahun Pemakaian

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2023 oleh

Tags: honda pcxkekuranganPenyakit
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

burger sehat lemak kolesterol makanan mojok

Mengapa Burger Tidak Sehat Padahal Bahan-bahannya Sehat Semua?

24 September 2020
PMK Merebak, Peternak Terdesak

PMK Merebak, Peternak Terdesak

13 Juni 2022
8 Penyakit iPhone yang Bikin Penggunanya Mengumpat Terminal Mojok

8 Penyakit iPhone yang Bikin Penggunanya Mengumpat

19 Desember 2022
6 Fakta Soal Motor Matic yang Tidak Diketahui Perempuan

5 Penyakit Motor Matic dan Cara Mendeteksinya

21 Desember 2022
Motor Honda PCX, Motor yang Bakal Mengantarmu Naik Kasta Kehidupan yamaha NMAX pajero kunci keyless tangki honda pcx

Honda PCX dan NMAX, Motor yang Paling Dibenci di Kos-kosan, Makan Lahan Parkir!

11 September 2024
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

4 Motor Terbaik yang Pernah Honda Produksi, yang Jelas Nggak Ada Vario 160!

27 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula (Pixabay)

GOR Jatidiri Semarang Memang Tempat Olahraga, tapi Nggak Cocok buat Jogging Pemula

21 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.