Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

iPusnas, Aplikasi Perpustakaan Nasional Gratisan yang Sering Bikin Patah Hati

Butet RSM oleh Butet RSM
24 Januari 2026
A A
Surat Terbuka untuk Para Penimbun Buku di iPusnas, Apa yang Kalian Lakukan Itu Jahat  Mojok.co

Surat Terbuka untuk Para Penimbun Buku di iPusnas, Apa yang Kalian Lakukan Itu Jahat  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selama ini, saya pikir Coretax adalah aplikasi milik negara yang paling banyak dicaci karena sering eror. Ternyata, ada aplikasi plat merah yang jauh lebih parah dari Coretax. Namanya iPusnas. Yap, aplikasi ini adalah aplikasi perpustakaan daring milik negara. Tidak seperti Coretax yang meski masih error, perbaikannya tetap dilakukan bertahap.

iPusnas seakan dianaktirikan. Lebih tepatnya, pengguna iPusnas yang seolah tidak dianggap. Bagaimana tidak, ia adalah aplikasi yang sangat sering eror. Yang terbaru, di awal tahun 2026 ini, iPusnas sudah mengalami eror pertama yang durasinya tidak main-main. Hampir satu bulan, lho! Sangar betul, kan. Kalian perlu tahu, bahwa iPusnas ini memang aplikasi yang paling sering bikin penggunanya patah hati berkali-kali.

Tiga kali pemberitahuan maintenance

Maintenance aplikasi iPusnas pertama kali diumumkan pada tanggal 4 Januari 2026. Saat itu, disampaikan kalau mungkin Ipusnas bisa diakses tanggal 8 Januari 2026. Ternyata, pada tanggal yang disebutkan, Ipusnas masih saja error. Saat mencoba meminjam buku, exception handling dalam bahasa Java masih saja muncul.

Lalu tanggal 9 Januari 2026, akun Perpusnas.go.id memberi pengumuman kedua bahwa ada maintenance lanjutan. Di pemberitahuan ini, malah tidak ada estimasi kapan iPusnas bisa kembali diakses. Pemberitahuannya ya hanya soal aplikasi belum bisa diakses. Ya, apa gunanya gitu, lho. Tanpa diberi pemberitahuan pun semua penggunanya juga tahu kalau aplikasi sedang tidak bisa digunakan.

Setelah menanti tanpa kepastian, perpusnas.go.id memosting pemberitahuan ketiga pada 18 Januari 2026. Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa kemungkinan iPusnas baru bisa diakses pada tanggal 25 Januari 2026. Alasan yang diberikan kepada pengguna adalah perawatan aplikasi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memastikan sistem peminjaman yang lebih baik dari sebelumnya dan perbaikan sistem keamanan data pengguna. Kayak yang pernah serius aja, lho memperhatikan keamanan data.

BACA JUGA: Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal

Menebak alasan perpanjangan waktu maintenance iPusnas

Saya mencoba mencari tahu, apakah pernah ada aplikasi yang maintenance sampai aplikasinya tidak bisa digunakan selama 1 bulan. Baik lewat Google maupun AI, tidak ditemukan catatan sejarah tentang maintenance sebuah sistem selama itu. Bahkan, dalam pencarian itu muncul jurnal-jurnal tentang metode maintenance sistem yang efektif dan efisien sehingga tidak perlu berlangsung sangat lama seperti iPusnas.

Bayangkan kalau aplikasi Ipusnas ini adalah aplikasi profit oriented. Seberapa besar coba kerugiannya dengan error lebih dari tiga minggu? Tapi mungkin karena iPusnas adalah aplikasi nirlaba, maka seenak-enaknya saja perawatan aplikasi ini. Saya jadi curiga, jangan-jangan ada anggaran yang dipangkas pula untuk iPusnas. Seperti kita tahu, efisiensi yang menyebalkan itu memang berdampak di semua lini.

Baca Juga:

Pustakawan Membela Layanan iPusnas yang Dikeluhkan Banyak Orang

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

Meski meminjam buku di iPusnas harus ekstra sabar karena antrean yang mengular pada buku tertentu. Tapi iPusnas adalah salah satu solusi paling baik yang diberikan oleh negara untuk menjawab kebutuhan warganya terhadap akses buku. Di tengah meningkatnya minat baca dan tingginya kebutuhan membaca dari perpustakaan, rasanya maintenance sistem selama hampir satu bulan adalah hal yang sungguh keterlaluan.

BACA JUGA: iPusnas Justru Bikin Saya Malas Baca Buku karena Antrean Peminjamnya sampai Ribuan!

Harapan yang menggantung

Saya adalah satu dari jutaan pengguna yang saat ini sedang kecewa berat. Bagaimana tidak, di antara karut marut yang terjadi dari hulu ke hilir di negara ini, iPusnas adalah satu hal yang tadinya saya kira bisa menjadi harapan.

Aneka buku ada di sana dari yang berkualitas hingga buku nggak jelas. Yap, Animal Farm sampai Jokowi Si Tukang Kayu ada lho. Antrean buku Animal Farm mengular sampai puluhan ribu. Begitu pula buku Laut Bercerita, Semua Ikan di Langit, Keajaiban Toko Kelontong Namiya, Cantik Itu Luka, dan banyak lagi buku bagus yang antreannya nggak masuk akal.

Saya yakin, saat ini ada ribuan pengguna yang dengan lugunya selalu membuka aplikasi perpustakaan nasional itu setiap hari. Tenang, kamu tidak sendirian. Saya dan banyak pengguna lain juga melakukannya. Bagaimana lagi, kita memang terbiasa berharap pada yang tak bisa memberi kepastian.

Patah hati pada iPusnas mungkin patah hati kolektif paling sunyi yang dipelihara oleh penggunanya. Tak ada caci maki yang berarti di akun Perpusnas.go.id. Semua pengguna setia iPusnas cukup tahu diri sebagai pengguna aplikasi gratisan masih menanti dengan sabar dan bersiap untuk kembali patah hati berkali-kali lagi.

Penulis: Butet RSM
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Love-Hate Relationship dengan iPusnas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2026 oleh

Tags: antrean ipusnasipusnasmaintenance ipusnasperpustakaan online
Butet RSM

Butet RSM

Ibu dari tiga anak, penulis lepas yang tinggal di Bantul. Terbiasa menulis tentang UMKM, pasar, pendidikan alternatif, dan keresahan sosial.

ArtikelTerkait

iPusnas Justru Bikin Saya Malas Baca karena Antrean Peminjamnya sampai Ribuan!

iPusnas Justru Bikin Saya Malas Baca Buku karena Antrean Peminjamnya sampai Ribuan!

20 November 2023
Love-Hate Relationship dengan iPusnas

Love-Hate Relationship dengan iPusnas

4 Januari 2023
5 Novel Klasik Bertema Horor yang Bisa Kamu Baca Gratis di iPusnas Terminal Mojok

5 Novel Klasik Bertema Horor yang Bisa Kamu Baca Gratis di iPusnas

28 Mei 2022
Pengguna iPusnas Harus Tabah seperti Fans Arsenal karena Aplikasi Perpustakaan Digital Ini Bikin Mengelus Dada padahal Sudah Lama Diluncurkan

Pengguna iPusnas Harus Tabah seperti Fans Arsenal karena Aplikasi Perpustakaan Digital Ini Bikin Mengelus Dada padahal Sudah Lama Diluncurkan

22 Mei 2024
6 Novel Klasik Terjemahan yang Bisa Kamu Baca Gratis di iPusnas terminal mojok.co

6 Novel Klasik Terjemahan yang Bisa Kamu Baca Gratis di iPusnas

23 Juli 2021
Aplikasi iPusnas Terbaru Niatnya Berbenah Malah Bikin Pembaca Susah

Aplikasi iPusnas Terbaru: Niatnya Berbenah Malah Bikin Pembaca Susah

24 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau Jaklingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu Mojok.co

3 alasan yang membuat saya nggak ikhlas kalau JakLingko harus berbayar, sebaiknya benahi hal-hal ini dahulu

11 Juli 2026
Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan Mojok.co

Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan

14 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026
Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius Mojok.co

Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius

11 Juli 2026
Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial yang kerap terlewatkan Terminal

Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial, tapi kerap terlewatkan

12 Juli 2026
Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur terbaik no debat (Wikimedia Commons)

Bakso Malang adalah makanan khas Jawa Timur yang paling bisa diterima semua lidah orang Indonesia ketimbang kuliner Jatim lainnya

12 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.